Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Petaka Keluarga Inugami (Gramedia)
Tarassa Q.

Novel Petaka Keluarga Inugami karya Seishi Yokomizo merupakan salah satu karya misteri Jepang yang menghadirkan perpaduan antara intrik keluarga, perebutan harta, serta pembunuhan berantai yang penuh teka-teki. Kisah ini berpusat pada keluarga Inugami, sebuah keluarga kaya raya yang kehidupannya berubah menjadi tragedi setelah wafatnya sang kepala keluarga, Sahei Inugami. Kepergian pria yang membangun kerajaan bisnis obat tersebut justru menjadi awal dari serangkaian peristiwa mengerikan yang melibatkan rahasia masa lalu, konflik darah, dan ambisi manusia.

Cerita dimulai ketika Sahei Inugami, seorang pengusaha sukses yang memiliki pengaruh besar di Nagano, meninggal dunia pada masa 1940-an. Setelah kematiannya, perhatian keluarga tertuju pada surat wasiat yang ditinggalkan olehnya. Sahei memiliki tiga putri dari hubungan yang berbeda, yaitu Matsuko, Takeko, dan Umeko. Masing-masing memiliki keturunan laki-laki yang kemudian menjadi bagian penting dalam perebutan kekayaan keluarga. Situasi keluarga yang sejak awal tidak harmonis semakin memburuk ketika isi surat wasiat mulai dibacakan.

Karena melihat potensi kekacauan besar yang dapat terjadi, seorang pengacara keluarga kemudian meminta bantuan detektif Kosuke Kindaichi untuk mengawasi dan menyelidiki situasi tersebut. Kindaichi dikenal sebagai sosok detektif yang memiliki kemampuan luar biasa dalam memecahkan kasus rumit, dan kali ini ia harus menghadapi salah satu misteri paling kelam yang pernah ditanganinya.

Surat wasiat Sahei menjadi pusat konflik utama dalam novel ini. Dalam keputusan yang mengejutkan, seluruh kekayaan keluarga tidak langsung diberikan kepada anak-anak kandungnya, melainkan kepada Tamayo, seorang gadis yatim piatu yang pernah mendapatkan pertolongan dari Sahei. Namun, warisan tersebut memiliki syarat yang tidak biasa: Tamayo harus menikah dengan salah satu dari tiga cucu laki-laki Sahei, yaitu Kichike, Sukekane, atau Suketomo.

Keputusan tersebut membuat keluarga Inugami merasa dikhianati. Anak-anak Sahei yang merasa memiliki hak lebih besar atas harta keluarga mulai menunjukkan permusuhan satu sama lain. Ambisi untuk mendapatkan kekayaan membuat hubungan keluarga berubah menjadi persaingan penuh kebencian. Dari sinilah tragedi besar mulai berkembang.

Tidak lama setelah surat wasiat diumumkan, salah satu anggota keluarga ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan. Kematian tersebut menjadi awal dari serangkaian pembunuhan yang semakin mengerikan. Setiap kasus memiliki pola tertentu yang berkaitan dengan simbol-simbol tradisional keluarga Inugami, seperti Kapal, Kutu, dan Roda yang berasal dari benda pusaka mereka. Situasi semakin menegangkan karena setiap anggota keluarga memiliki kemungkinan menjadi pelaku, sekaligus memiliki alasan untuk menyembunyikan sesuatu.

Dalam penyelidikannya, Kosuke Kindaichi tidak hanya berusaha menemukan siapa pembunuh sebenarnya, tetapi juga menggali rahasia lama yang selama ini terkubur. Ia menemukan berbagai fakta tentang masa muda Sahei, hubungan terlarang yang pernah terjadi, serta sisi gelap di balik kesuksesan besar yang dibangun oleh sang patriark. Pada akhirnya, misteri tersebut terurai dan memperlihatkan bahwa pembunuhan yang terjadi bukan sekadar akibat perebutan harta, melainkan dipicu oleh luka lama, dendam mendalam, dan rasa sakit yang diwariskan dari masa lalu.

Saya sendiri tertarik membaca Petaka Keluarga Inugami pertama kali karena desain sampulnya yang unik dan langsung menarik perhatian. Selain itu, novel ini menjadi karya pertama Seishi Yokomizo yang saya baca sehingga membuat rasa penasaran semakin besar terhadap gaya penulisan sang penulis. Dengan jumlah halaman sekitar 376 halaman, cerita dalam novel ini terasa mengalir dengan baik. Yokomizo memberikan detail yang cukup lengkap sehingga pembaca dapat mengikuti setiap petunjuk dan menikmati proses pengungkapan misterinya.

Setelah menyelesaikan novel ini, saya merasa bahwa Petaka Keluarga Inugami bukan hanya menawarkan teka-teki kriminal, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap sifat manusia. Keserakahan terhadap harta dapat membuat seseorang kehilangan logika hingga menghancurkan hubungan keluarga. Keinginan Sahei untuk mengendalikan masa depan keluarganya melalui surat wasiat justru menciptakan bencana yang tidak pernah ia bayangkan.

Novel ini juga menunjukkan bagaimana kebencian yang dipendam terlalu lama dapat berubah menjadi tindakan kejam. Di balik nama besar keluarga Inugami, ternyata terdapat kepalsuan, iri hati, dan rahasia yang perlahan terbongkar. Hal tersebut mengingatkan saya pada karya-karya misteri Jepang lainnya yang sering mengangkat sisi gelap manusia dan konflik keluarga sebagai inti cerita.

Secara keseluruhan, Petaka Keluarga Inugami adalah novel misteri klasik yang kuat dalam membangun atmosfer, karakter, dan teka-teki. Seishi Yokomizo berhasil menghadirkan cerita kriminal yang tidak hanya membuat pembaca menebak siapa pelakunya, tetapi juga mengajak melihat bagaimana ambisi, dendam, dan keserakahan mampu menghancurkan sebuah keluarga.

Identitas Buku

Judul: Petaka Keluarga Inugami
Penulis: Seishi Yokomizo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020677866