Tayang pada 4 Juni 2021 lalu, Eiga Daisuki, Pompo-san berhasil mendapat rating di atas 8 dalam situs MyAnimeList. Anime bertema showbiz ini digarap oleh CLAP, mungkin cukup asing di telinga. Namun, anime ini berhasil disajikan dengan baik.
Eiga Daisuki, Pompo-san bercerita tentang Gene Fini, yang bekerja sebagai asisten produser, yang dipilih oleh Joel D. Pomponette untuk menjadi sutradara film Meister. Melalui durasi 90 menit, anime ini akan memberikan banyak pelajaran melalui kisah Gene, contohnya lima pesan moral berikut.
1. Setiap orang pasti memiliki suatu kelebihan
Setelah menyaksikan pemutaran film Marine, Gene bertemu dengan J. D. Peterzen, produser legendaris yang merupakan kakek dari Joel D. Pomponette. Dia bertanya pada kakek Pompo tentang rahasia film yang bagus. Setelah mendapat jawaban, dia segera ditanyai balik oleh kakek Pompo.
Terkejut mendengar pertanyaan kakek Pompo, Gene langsung menggeleng dan mengatakan bahwa dia tak akan pernah bisa membuat film. Kemudian, dia mendengar kakek Pompo berbicara tentang dia yang dipilih oleh Pompo. Dia diberi tahu bahwa dia pasti memiliki sesuatu yang penting.
Dari perkataan kakek Pompo, terlihat bahwa setiap orang memiliki suatu kelebihan, begitu pun Gene. Dia mungkin tak dapat menyadari kelebihannya, tetapi bukan berarti kelebihannya tak dapat dilihat oleh orang lain. Dia dipilih oleh Pompo sebab gadis itu melihat kelebihan yang ada dalam dirinya.
2. Orang yang bermimpi tak harus mengikuti apa yang wajar atau tidak
Keesokan hari, tiba-tiba Gene mendapat tugas yang belum pernah dia kerjakan sebelumnya. Dia disuruh oleh Pompo untuk membuat cuplikan film Marine. Masih dalam keadaan terkejut, dia segera berkata bahwa produser biasanya sudah mempunyai orang khusus untuk mengerjakan tugas itu.
Usai mendengar jawaban Gene, Pompo mengatakan pada laki-laki itu bahwa seseorang yang bermimpi tak sepatutnya mengatakan biasanya. Dengan kata lain, dia menunjukkan bahwa seseorang yang ingin menggapai mimpinya tak perlu memedulikan apa yang menjadi hal wajar bagi orang banyak.
3. Ambil setiap kesempatan yang ada di depan mata
Meskipun sempat terkejut, Gene tetap bersedia untuk mengerjakan cuplikan film Marine berdurasi 15 detik. Dia berpikir bahwa tugas itu dapat dia jadikan sebagai pengalaman. Dia juga berusaha keras untuk memberikan yang terbaik agar tak mengecewakan diri sendiri dan Pompo.
Tindakan Gene kali ini mengajarkan bahwa menolak kesempatan bisa merugikan diri. Dia memang berkata mustahil, tetapi dia tak pernah membiarkan dirinya untuk menolak kesempatan yang tak akan mungkin datang dua kali. Selain itu, dia menyadari bahwa ada pengalaman baru di setiap kesempatan.
4. Jangan menyerah meski sudah gagal berkali-kali
Natalie Woodward ialah pekerja paruh waktu yang mengatur jalanan. Sedari kecil, dia selalu bercita-cita untuk menjadi seorang aktris. Sayangnya, dia tak memiliki biaya yang mumpuni untuk menjadi bekal belajar akting. Akibatnya, dia sudah ditolak kurang lebih 30 kali saat audisi.
Suatu hari, Natalie menyadari bahwa dia tak boleh menyerah. Meskipun jalan yang dia lalui sangat terjal, dia harus menatih langkahnya maju agar bisa menggapai mimpi. Kerja kerasnya pun membuahkan hasil ketika dia dihubungi oleh Pompo, yang ingin mendebutkannya dalam proyek film terbaru.
5. Lihatlah ke depan agar tak melewatkan hal-hal yang berharga
Saat tak sengaja berpapasan dengan Gene di depan pintu kamar mandi pesawat, Alan sempat menatap wajah laki-laki itu. Dia pun berpikir bahwa dia pernah bertemu dengan laki-laki yang tampak suram itu sebelumnya, tetapi dia tak mengingatnya. Suatu hari, dia kembali melihat Gene, yang sibuk.
Alan pun berusaha untuk mengingat kapan dan di mana dia bertemu Gene sebelumnya. Akhirnya, dia mengingat kejadian ketika dia mengambil buku Gene yang terjatuh. Saat itu, dia berkata pada Gene bahwa jangan selalu melihat ke bawah, lihatlah ke depan sekali-kali agar tak melewatkan hal berharga.
Dari perkataan yang dia ucapkan pada Gene, Alan ingin mengingatkan bahwa seseorang harus melihat ke depan saat berjalan menggapai apa pun, seperti mimpi, alih-alih ke bawah. Dia ingin memperlihatkan bagaimana Gene telah melewatkan beberapa hal yang berharga karena dia selalu melihat ke bawah.
Jika dilihat dari lima pesan moral yang sudah tertera di atas, Eiga Daisuki, Pompo-san memang pantas menjadi salah satu film terbaik pada tahun 2021. Meskipun digarap oleh studio yang belum seeksis studio lain, anime ini patut kamu jadikan pilihan, jika kamu belum menonton anime ini. So, jangan ragu!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
5 Anime Politik Terbaik Sepanjang Masa Patut Ditonton Sekali Seumur Hidup
-
3 Hunter Cewek Terkuat di Anime Solo Leveling, Badass Abis!
-
5 Rekomendasi Manga Romance Era 80 yang Patut Dibaca, Tak Kalah Menarik dengan Karya Baru!
-
5 Legenda Pengguna Buah Iblis Terkuat di One Piece yang Telah Tiada
-
5 Anime Hidden Gem yang Cocok Ditonton Pemula, Dijamin Bikin Candu!
Artikel Terkait
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
-
PUBG Skin Imut Frieren, Sudah Bisa Didapatkan di Versi Global?
-
Review The Dreaming Boy is a Realist: Ketika Jaga Jarak Justru Bikin Baper
-
3 Rekomendasi Anime yang Cocok Ditonton Penggemar Solo Leveling
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?