Film drama romantis, Bangsatnya Cinta Pertama, resmi tayang perdana di bioskop pada Kamis (5/9/2023). Film ini dibintangi Adinda Thomas, Elang El Gibran, Rania Putrisari, dan Annette Edoarda.
Film berlatar Belanda-Jakarta ini mengangkat cerita tentang Fraya (Adinda Thomas) dan Tya (Rania Putrisari), dua sahabat yang jatuh cinta pada orang yang sama, yaitu Elmar (Elang El Gibran).
Jadi rebutan dua cewek di film Bangsatnya Cinta Pertama, Elang El Gibran adalah aktor muda berbakat yang sudah wara-wiri membintangi sejumlah film seperti Habibie & Ainun 3 dan Susuk: Kutukan Kecantikan. Berikut ini profil dan fakta tentang Elang El Gibran.
Biodata singkat
Nama lengkap: Elang El Gibran Rosadi
Nama panggung: Elang El Gibran
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 13 Januari 2000
Orang tua: Rukman Rosadi (ayah)
Profesi: aktor
Tahun aktif: 2010-sekarang
Akun Instagram: @elangelgibran
Perjalanan karier
Elang mengikuti jejak ayahnya di dunia seni peran pada usia 10 tahun. Film Sang Pencerah (2010) menjadi karya debutnya.
Setelah itu, ia aktif membintangi film-film populer sebagai pemeran pendukung. Misalnya Slamet 14 tahun di film Kartini (2017), teman kos Minke di film Bumi Manusia (2019), hingga Bj. Habibie Muda di film Habibie & Ainun 3 (2019).
Putra Rukman Rosadi ini memutuskan keluar dari ISI Yogyakarta prodi Seni Teater untuk fokus mengejar karier aktornya pada 2019. Mulai tahun itu, ia produktif membintangi film layar lebar seperti Mangkujiwo (2020) yang membuat sosoknya mulai dikenal.
Kemudian, pada tahun 2022, ia dipercaya menjadi pemeran utama di film Galang. Film drama musikal ini telah diputar lebih dulu bahkan mendapatkan penghargaan di sejumlah festival, salah satunya Best Directing di JAFF International Film Festival 2022.
Pada tahun yang sama, karier Elang makin bersinar berkat perannya sebagai Basuki dalam film komedi Srimulat: Hil yang Mustahal.
Ia masuk dalam berbagai nominasi penghargaan bergengsi dan memenangkan kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik di Indonesian Movie Awards 2022.
Terbaru, cowok 23 tahun ini membintangi film Bangsatnya Cinta Pertama. Beradu peran dengan Adinda Thomas, film ini bisa disebut sebagai film drama romantis pertama Elang yang mendapuknya sebagai pemeran utama pria.
Selain film layar lebar, kamu juga bisa menyaksikan akting Elang El Gibran di film pendek dan web series, seperti film pendek Bura (2019) dan serial Tunnel versi Indonesia (2019).
Meski usianya masih 23 tahun, kemampuan akting Elang El Gibran patut diacungi jempol. Tak sabar untuk menantikan proyek akting terbaru Elang lagi nantinya sebagai pemeran utama.
Baca Juga
-
Perjalanan Karier Boy Group UN1TY, Kini Ganti Nama Jadi CHNCE
-
Fakta Menarik Serial 'Algojo', Arya Saloka Akting Jadi Pembunuh
-
3 Serial yang Dibintangi Arya Saloka, 'Algojo' Teranyar!
-
Ulasan Series 'Bad Guys': Saat Polisi Kerja Bareng Penjahat Lawan Penjahat
-
3 Film dan Series Vonny Felicia, Dari BA Esport ke Dunia Akting
Artikel Terkait
-
Penuh Cinta, Sojin Girls Day Ungkap Alasan Mau Menikah dengan Lee Dong Ha
-
Profil Wi Ha Joon, sang Bandar Narkoba di Drama Korea The Worst Evil
-
Keciduk Merokok dan Buang Puntung Sembarang, Choi Hyun Wook Minta Maaf
-
Profil Ji Chang Wook, Sosok Park Jungmo di Drama Korea The Worst Evil
-
Terciduk Buang Puntung Rokok di Jalan, Choi Hyun Wook Tulis Permintaan Maaf
Entertainment
-
Laris Manis! Konser EXO Planet #6 'EXhOrizon' di Jakarta Resmi Tambah Hari
-
5 Film Baru di Bulan April, Ada The King's Warden dan Project Hail Mary
-
7 Artis Papan Atas Ini Didapuk Jadi Bridesmaids Syifa Hadju, Siapa Saja?
-
ADOR Benarkan Keberadaan NewJeans di Denmark, Comeback Makin Dekat?
-
Park Shin Hye Hamil Anak Kedua, Siap Sambut Kelahiran pada Musim Gugur
Terkini
-
Economy Hingga Universal Basic Income: Beranikah Indonesia Mengubah Konsep UMR 8 Jam Kerja?
-
"Skripsi yang Baik Adalah Skripsi yang Selesai": Curhat Mantan Mahasiswa Si Paling Perfeksionis
-
Fakta Unik Festival Musik Coachella: dari Menginap Sampai Tiket Rp150 Juta
-
Rahasia The Power of Habit, Mengapa Niat Saja Tidak Cukup untuk Berubah Jadi Lebih Baik?
-
Novel Damar Kambang, Mencari Kebebasan di Balik Tabir Adat