Second lead male merupakan istilah populer yang kerap digunakan untuk menyebut pemeran utama pria kedua dalam drama Korea. Biasanya, karakter ini diceritakan menyukai pemeran utama wanita (first lead female) dan harus bersaing dengan pemeran utama pria (first lead male).
Second lead male biasanya justru lebih mencuri perhatian ketimbang first lead male. Alhasil, penonton sering terbagi antara kubu antara mendukung second lead male atau first lead male.
Dalam series Indonesia, karakter second lead male juga tak kalah bikin gemas. Bahkan ada sejumlah aktor yang cukup langganan mendapatkan peran pendukung pria, lho. Berikut ini tiga di antaranya.
1. Arya Vasco
Arya Vasco memulai karier di dunia web series lewat series orisinal GoPlay berjudul Gossip Girl Indonesia. Kemudian, ia membintangi empat series di Vidio sejak tahun 2021. Sebut saja Live with My Ketos, Kitab Kencan, dan Why?.
Kekasih Cinta Laura ini dikisahkan sama-sama menyukai si pemeran utama wanita dengan penyebab berbeda di empat series tersebut. Namun, motifnya mendekati Gladys (Caitlin Halderman) di Why? menimbulkan kecurigaan dan menyimpan plot twist di akhir cerita.
Meski masih lebih banyak mendapat peran pendukung, Arya juga telah dipercaya jadi pemeran utama pria di serial Candy Caddy, lho.
2. Giulio Parengkuan
Giulio Parengkuan sukses menuai pujian berkat memerankan karakter ikonik bernama Ical dari franchise Pertaruhan the Series. Ical dengan sifatnya keras kepala dan suka berkata kasar justru menarik atensi yang tak kalah dari tokoh utama, Elzan (Jefri Nichol).
Berkat perannya di serial action ini, ia berhasil memenangkan piala Asian Television Awards 2022 kategori Best Supporting Male Perfomance - Digital.
Selain Pertaruhan, Giulio sebagai second lead male juga tak kalah kece di dua musim serial Jingga & Senja sebagai rival Ari (Abidzar Al-Ghifari) dan Rayi si ketua OSIS di Pernikahan Dini.
3. Marcell Darwin
Marcell wara-wiri membintangi web series sejak tahun 2018. Sejauh ini, ia kebanyakan mendapat pemeran pendukung. Paling mencuri perhatian diantaranya di dua musim Suami-Suami Masa Kini dan dia musim The Sexy Doctor is Mine.
Akting Marcell sebagai Raka di bahkan membawanya mendapatkan piala Festival Film Bandung 2022 untuk Pemeran Pembantu Pria Terpuji Serial Web.
Marcell sebagai Dokter Alvino di The Sexy Doctor is Mine juga tak kalah keren. Dari keluarga kaya, humoris, dan tampan, idaman banget, kan?
Langganan jadi second lead male bukan berarti kemampuan akting tiga aktor Indonesia di atas kurang mumpuni. Justru mereka sanggup memerankan karakter memorable dan mengundang simpati penonton. Ada karakter favorit kamu yang diperankan para aktor tersebut?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
4 Grup Indonesia Ini Layak Terkenal seperti no na, Ada yang Kamu Tahu?
-
Alasan Serial 'Di Luar Nurul' Viral, Pemeran Utamanya Cocok Banget!
-
Perjalanan Karier Boy Group UN1TY, Kini Ganti Nama Jadi CHNCE
-
Fakta Menarik Serial 'Algojo', Arya Saloka Akting Jadi Pembunuh
-
3 Serial yang Dibintangi Arya Saloka, 'Algojo' Teranyar!
Artikel Terkait
-
Review The Aces, Series yang Mengulik Persaingan Pertandingan Biliar
-
Profil Marcell Darwin, Aktor yang Mualaf Karena Murni Panggilan Tuhan
-
Daftar 3 Series Indonesia Berlatar Kos-kosan, Auto Jadi Pengen Ngekos!
-
Jadi Mualaf, Marcell Darwin Bingung Jelaskan Apa Alasannya
-
Marcell Darwin Ungkap Alasan Menjadi Mualaf, Ternyata Bukan karena Ingin Menikah
Entertainment
-
Segera Tayang di Netflix! 4 Fakta Wajib Tahu tentang Drakor Mousetrap yang Dibintangi Ryu Jun Yeol
-
Catat Tanggalnya, JENNIE BLACKPINK akan Rilis Fallen Angel Pekan Ini!
-
Penulis Sebut The Trauma Code Season 2 Syuting Oktober, Netflix Buka Suara
-
Anime Destiny Unchain Online Diumumkan, Angkat Kisah Gamer Jadi Vampir
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Terkini
-
Menyesap Dinginnya Kabut dalam Novel London: Angel Karya Windry Ramadhina
-
Review Vigilante: Ketika Batas Antara Pahlawan dan Penjahat Mulai Kabur
-
Negara Ternyata Bisa Gercep: Rekening Sigap Diblokir, Proyek Kilat Dikebut
-
Gagasan Ubi Bombing Atasi Karhutla: Inovasi atau Salah Prioritas?
-
Review A Little Like Magic: Tak Harus Selamanya untuk Menjadi Berharga