Lisa BLACKPINK baru-baru ini telah mendirikan agensinya sendiri yang diberi nama LLOUD. Pada Kamis (8/2/2024), Lisa secara pribadi mengumumkan melalui akun Instagram-nya tentang pendirian agensi barunya bersama dengan foto profil baru. LLOUD akan bertanggung jawab atas aktivitas solo idola wanita tersebut.
Meskipun ini adalah kabar baik dan banyak penggemar menyambutnya dengan gembira, namun peremian agensi baru Lisa tersebut tak lepas dari kritikan.
Mengutip dari KBIZoom pada Jumat (9/2/2024), di situs resmi LLOUD terdapat paragraf yang mendeskripsikan sosok Lisa, yaitu sebagai berikut.
“LISA, yang terkenal sebagai anggota BLACKPINK, melampaui grup dengan pengaruh globalnya dalam musik dan fashion. Memegang beberapa Rekor Dunia Guinness, pencapaian LISA tidak ada bandingannya," tulis LLOUD.
"Dia adalah artis solo wanita K-pop pertama yang memenangkan “Artis K-pop Terbaik” di MTV Music Video Wards dan Europe Music Awards, serta artis pertama yang melampaui satu miliar streaming di Spotify. Dengan terus mendobrak batasan, perjalanan LISA merupakan bukti pengaruhnya dalam dunia hiburan global yang terus berkembang,” sambung mereka.
Deskripsi tersebut dianggap berlebihan oleh beberapa netizen. Menurut netizen, meskipun pengaruh Lisa dalam musik dan fashion sangat luar biasa, ia belum berada pada level yang “melampaui” popularitas dan prestasi BLACKPINK.
Kritikan tersebut dibantah oleh para penggemar Lisa dengan mengatakan bahwa hal itu sudah sepantasnya dituliskan karena nama Lisa memang sudah besar meskipun di luar aktivitas grup BLACKPINK.
Namun penggunaan kata “unparalleled” juga menuai kritik, karena menurut netizen, prestasi Lisa masih bisa disejajarkan dengan sesama member BLACKPINK dan BTS.
Oleh karena itu, banyak yang menganggap pernyataan tersebut sebagai suatu kesombongan dari Lisa. Idola K-Pop asal Thailand itu diminta untuk lebih rendah hati dan tidak menyombongkan diri melalui deskripsi tersebut.
Secara khusus, netizen bahkan membandingkannya dengan perkataan Jennie saat memperkenalkan agensi pribadinya, ODD ATELIER.
Dalam situs resmi ODD ATELIER, Jennie hanya digambarkan sebagai salah satu artis paling berpengaruh pada masanya. Kalimatnya ditulis dengan nada rendah hati tanpa kata-kata hiperbola seperti “melampaui” dan “tak tertandingi”.
Saat ini, para penggemar sedang membela Lisa dan mengklaim bahwa pencapaian Lisa memang mengesankan, dan tidak ada yang salah dengan kata-kata yang digunakan dalam deskripsinya, terutama karena tidak menyakiti siapa pun.
Bagaimana menurutmu?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan
-
Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?
Artikel Terkait
-
Gaya Boyish Lisa BLACKPINK Saat Umumkan Agensinya Punya Damage Besar, Yuk Contek!
-
Ikuti Jejak Jennie, Lisa BLACKPINK Resmi Dirikan Agensi Pribadi LLOUD
-
Alih-alih Buka Agensi, Aktor Son Seok Ku Pilih Dirikan Perusahaan Produksi
-
Thailand Masters 2024: Dibungkam Pasangan Tuan Rumah, Rehan / Lisa Gagal ke Final
-
Thailand Masters 2024: Tampil Tenang, Rehan/Lisa Atasi Wakil Denmark di Babak 32 Besar
Entertainment
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober
Terkini
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan