Tsania Marwa sudah tujuh tahun terpisah dari dua anaknya, SMF dan AS, yang dibawa oleh mantan suaminya, Atalarik Syah. Padahal, sesuai putusan Pengadilan Agama Cibinong pada tahun 2017, Tsania ditetapkan sebagai pemegang hak asuh. Namun, sampai kini dua anak Tsania dipaksa untuk tinggal bersama Atalarik Syah.
Usai mengadu dengan membacakan laporan sebagai saksi pada sidang Mahkamah Konstitusi soal hak asuh anak pada Senin (18/3/2024), Tsania Marwa akhirnya memohon agar MK ikut memberi konstribusi dalam memperjuangkan orang tua yang telah diputuskan oleh pengadilan sebagai pemegang hak asuh anak.
"Dengan segala kerendahan hati, saya sangat berharap adanya kontribusi dari MK terhadap kepastian hukum, bahkan keadilan mutlak terhadap orang tua pemegang hak asuh anak berkekuatan hukum tetap, tetapi dipisahkan paksa oleh anak kandungnya," ungkap Tsania, seperti dikutip dari Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Selasa (19/3/2024).
Sebelumnya Tsania berkisah, dalam rangka untuk mendapatkan keadilan, ia sampai meminta tolong sekaligus berkonsultasi kepada salah satu penyidik di Bareskrim Polri Unit PPA terkait dengan peristiwa yang telah ia alami.
Tsania bertanya mengenai penerapan serta pandangan hukum penyidik soal pasal penculikan anak, pasal 330 KUHP. Dalam kisah Tsania, saat itu penyidik hanya menjelaskan bahwa jika yang membawa kabur salah satu orang tua, baik pemegang hak asuh atau pun bukan, maka tidak dapat diterapkan pasal 330 KUHP, sebab orang tua mempunyai kesempatan untuk mengasuh.
Tsania kemudian berharap agar Mahkamah Konstitusi dapat membantunya untuk mengembalikan kedua anak itu kepada pihaknya, sebab sesuai putusan hukum ia sebagai pemegang hak asuh.
"Saya sangat percaya bahwa kontribusi dari MK akan memberikan dampak perubahan yang sangat positif untuk memberikan keadilan terhadap pemegang hak asuh anak berkekuatan hukum tetap," harap Tsania.
"Semoga air mata kami tidak lagi terjadi kepada pemegang hak asuh anak berkekuatan hukum tetap lainnya di negara Indonesia (ini)," pungkasnya.
Dalam mengomentari video ini, netizen menjelaskan, di Indonesia ini parental alienation dan parental abduction tidak dianggap sebagai tindak pidana.
"Permasalahannya di sini bukan hak asuh, karena hak asuh di kasus Mba Tsania yang sudah jelas diberikan ke ibunya. Permasalahannya adalah di Indonesia ini parental alienation dan parental abduction tidak dianggap sebagai tindak pidana. Ini yang sedang digugat Mba Tsania," terang @realdea***.
"Terus kalau sudah begini ngadunya ke siapa lagi? Pengadilan sudah memutuskan, tapi tidak dijalankan," timpal @bunda_imo***.
"Harusnya pemerintah tegas, ambil anak-anaknya dan diserahkan ke pihak yang sudah dipilih oleh pengadilan sebagai pemegang hak asuh yang sah," imbuh @cypyen***.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Rilis di Tiongkok, Vivo Y500i Ditenagai Baterai 7200 mAh dan Isi Cepat 44W
-
Realme P4 Power Siap Meluncur 29 Januari di India, HP Baru Bawa Baterai Setara Power Bank
-
Oppo A6 5G Meluncur di Indonesia: Baterai 7000 mAh Pengisian Daya Cepat SUPERVOOC 45W
-
4 Rekomendasi Tablet Murah Anti Lemot, RAM 8 GB Harga Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Murah Usung Kamera Optical Image Stabilization, Ambil Foto dan Video Anti Goyang
Artikel Terkait
-
6 Potret Tsania Marwa yang Kedua Anaknya Direbut Paksa Atalarik Syach, Ini Kronologinya
-
Datang ke MK, Tsania Marwa Merasa Dirugikan dengan Putusan Hak Asuh Anak
-
Puasa Bedug Sampai Jam Berapa? Ini Batas Waktu dan Usia Anak yang Diperbolehkan
-
Profil Tsania Marwa, Mantan Istri Atalarik Syach Curhat 7 Tahun Sulit Bertemu Anak
-
Menantu Presiden vs Anak Pejabat, Tarif Konten Eksklusif Instagram Erina Gudono dan Azizah Salsha Beda Banget
Entertainment
-
Rian D'Masiv Buka Suara soal Tudingan Lakukan Child Grooming, Bantah Tegas?
-
Selamat Jalan Kozo Shioya, Sosok Onii-chan di Balik Suara Majin Buu
-
Ahn Eun Jin dan Seo Kang Joon Akan Jadi Pasangan di Drama Another Love But You
-
Kyohei Takahashi Gabung Film Live Action Blue Lock sebagai Hyoma Chigiri
-
Usai One Piece, Netflix Dilaporkan akan Garap Film Live Action Gundam
Terkini
-
4 Lip Serum Berbahan Shea Butter, Solusi Atasi Bibir Kering dan Pecah-Pecah
-
Urbanisasi Cepat dan Hilangnya Ruang Hidup Berkelanjutan
-
Alienasi di Balik Pintu Kos: Kesepian Kolektif di Sudut Ruang Kota
-
Perempat Final Thailand Masters 2026: Ujian Konsistensi Wakil Indonesia
-
Sastrawan yang Menghilang di Antara Kata