Jourdy Pranata merupakan aktor berbakat asal Indonesia yang telah membintangi sejumlah film dan series. Diketahui, pria kelahiran 2 Januari 1994 ini mengawali debut aktingnya dengan tampil dalam film Aku, Kau & KUA tahun 2014.
Karirnya terus berkembang dan ia pun kerap mendapat tawaran untuk main film dan juga series. Film terbarunya bergenre horor yang disutradarai Kimo Stamboel akan segera tayang di bioskop.
Termasuk film terbarunya, berikut empat rekomendasi film horor yang dibintangi oleh Jourdy Pranata.
1. Pengabdi Setan 2: Communion (2022)
Pengabdi Setan 2: Communion merupakan sekuel dari film Pengabdi Setan (2017). Film garapan Joko Anwar ini kisah tentang keluarga Rini (Tara Basro) yang masih mendapat teror dari makhluk halus setelah ibunya meninggal.
Bahkan terornya semakin parah setelah Rini, Bapak (Bront Palarae), Toni (Endy Erfian) dan Bondi (Nazar Anuz) pindah ke sebuah rumah susun. Dalam film Pengabdi Setan 2: Communion, Jourdy Pranata berperan sebagai tokoh bernama Dino.
2. Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji (2023)
Setelah ibunya meninggal, Asha (Aghniny Haque) mencoba untuk bangkit kembali. Kemudian, ia bekerja sebagai perawat di rumah Ismail (Tio Pakusadewo) yang mengidap penyakit misterius. Seiring berjalannya waktu, Asha mulai merasakan suatu hal aneh dan kerap mendapat teror gaib.
Lalu, ia meminta bantuan temannya bernama Rama (Jourdy Pranata) untuk mencari tahu kebenaran soal kejadian yang dialaminya.
Tanpa disadari, mereka berdua terjebak dalam ritual sesat pengikut Kajiman, sosok iblis kejam yang mengerikan. Rama dan Asha pun harus berjuang untuk keluar dari Kajiman serta teror ilmu hitam yang dapat membahayakan nyawa mereka.
3. Susuk: Kutukan Kecantikan (2023)
Film garapan Ginanti Rona ini berkisah tentang Laras (Hana Malasan), seorang PSK yang menggunakan susuk di tubuhnya.
Suatu hari, Laras mengalami kecelakaan dan seharusnya sudah tewas. Namun karena ia memakai susuk, Laras pun bertahan hidup dan terjebak dalam sakaratul maut.
Kondisi Laras begitu memprihatinkan hingga membuat adiknya, Ayu (Ersya Aurelia) dan temannya bernama Arman (Jourdy Pranata) memutuskan untuk mencari cara untuk menyembuhkannya.
4. Badarawuhi di Desa Penari (2024)
Badarawuhi di Desa Penari merupakan film terbaru Jourdy Pranata yang akan tayang pada 10 April 2024 mendatang. Film ini menceritakan tentang sejumlah misteri yang ada di desa penari.
Sosok makhluk halus bernama Badarawuhi juga kembali muncul serta meneror mahasiswa yang sedang melaksanakan program KKN.
Itulah empat rekomendasi film horor yang dibintangi Jourdy Pranata. Jangan sampai ketinggalan nonton film terbarunya, ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao
-
Sinopsis Whisper of Time, Drama China Dibintangi Huang Xuan dan Liu Hao Cun
-
Sinopsis Politica Lupin, Drama Terbaru Ishihara Satomi dan Takahashi Issei
-
Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko
-
Sinopsis A Taste of Life, Drama China yang Dibintangi Li Qin dan Hu Ge
Artikel Terkait
-
4 Film dan Series Denny Sumargo sebagai Pemeran Utama, Ellyas Pical Teranyar
-
7 Film Indonesia Tayang di Amerika, Agak Laen Disusul Badarawuhi di Desa Penari
-
5 Potret Jang Seung Jo di Drakor Nothing Uncovered, Curi Perhatian Setelah Berperan Jadi Suami Kim Ha Neul
-
3 Film Horor Indonesia yang Tayang April 2024, Ada Siksa Kubur!
-
Review Film Kartolo Numpak Terang Bulan, Jaga Ekspektasi Serendah-rendahnya
Entertainment
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
-
Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini
-
Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao
-
Changmin TVXQ Abadikan Perjuangan Hidup Lewat Album Terbaru, All Of My Life
-
Fan Party TWICE ke-11 Dikritik Lantaran Kapasitas Terbatas dan Aturan Ketat
Terkini
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
-
Perkuat Jejaring Pers, Forum Wartawan Kebangsaan Bentuk Koordinator di DIY
-
Petani di Tengah Perubahan Iklim: Mengapa Kemitraan Inklusif Menjadi Penting?
-
Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial
-
Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau