Kehidupan Sandra Dewi dan Harvey Moeis kini tengah menjadi sorotan publik. Seiring dengan penetapan suami Sandra Dewi tersebut sebagai salah satu tersangka kasus dugaan korupsi timah Rp271 triliun.
Sandra Dewi sendiri pernah mengaku apabila sifatnya berubah sejak menikah dengan Harvey Moeis. Sebab ia merasa banyak mendapat pelajaran nilai kehidupan dari sang suami.
"Sejak gue menikah dengan Harvey Moeis, dia banyak mengajarkan gue value-value yang luar biasa menurut gue," ucap Sandra Dewi dalam podcast bareng Boy William dikutip pada Jumat (29/3/2024).
Salah satu pelajaran dari Harvey Moeis yang membekas diingatan Sandra Dewi tentang peristiwa sopirnya menabrak mobil. Dikatakan Sandra bahwa sang suami tidak marah ketika mendapatkan kabar tersebut dan memaafkan sopirnya.
"Kayak misalnya gue cerita, 'Sayang sopir kita nabrak mobil gini gini'. 'Ya udah namanya juga manusia, nggak setiap hari orang itu dalam kondisi maksimal. Siapa tahu di belakang dia lagi punya urusan keluarga, anaknya sakit atau pikirannya lagi kemana-mana. Pasti ada something happen dan itu nggak setiap hari'," cerita Sandra Dewi.
"Jadi menurut suami gue tiap hari mereka udah kerja sama kita, bantuin kita kerja, bantu kita cari uang. Sesekali mereka dalam keadaan yang nggak maksimal ya udah. Maafin aja, kita masih sanggup untuk benerin ya udah biarin aja. Jangan melimpahkan kesalahan ini ke mereka gitu," sambungnya.
Sandra Dewi mengakui apabila ia dulu dihadapkan dengan peristiwa yang sama pasti akan marah.
"Kalau Sandra yang dulu, lu pasti ngamuk lu?" tanya Boy William.
"Marah lah gile lu, emang nggak pakai duit benerinnya," jawab Sandra.
Hal-hal demikian membuat artis 40 tahun ini kagum pada Harvey Moeis. Ia juga mulai belajar menghargai undangan orang lain setelah menikah dengan pengusaha tersebut.
"Emang gue adore (mengagumi) dia banget. Makanya gue setiap hari banyak belajar bagaimana cara menghargai orang. Terus kalau diundang orang itu datang, dulu kan gue malas. Gue tuh kurang bisa bergaul introvert." tuturnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"
Artikel Terkait
-
Pernah Kasih Kado Kapal Jet Pribadi ke Anak, Intip 9 Potret Kedekatan Harvey Moeis dan Buah Hati
-
Suami Rugikan Negara Rp271 Triliun, Intip Koleksi Sepatu Branded Sandra Dewi, UMR Tertinggi Se-Indonesia Lewat
-
Jatuh Cinta ke Ajudan Prabowo, Nikita Mirzani Beberkan Sifat Asli Rizky Irmansyah: Perhatian Banget
Entertainment
-
5 Rekomendasi Drama China Tayang Agustus 2026: Dari Romansa Modern hingga Costume Drama
-
Rilis PV Perdana, Millennium Family Diadaptasi Jadi Anime
-
Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung
-
Berlatar London Abad ke-19, Film ke-46 Doraemon Tayang Musim Semi 2027
-
9 Karakter Anime dengan Kisah Masa Lalu Paling Kelam, Ada Akaza hingga Guts
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"