Bullying di sekolah merupakan isu yang tak kunjung usai. Tak hanya memberikan luka fisik, bullying juga meninggalkan luka psikologis mendalam bagi para korbannya. Anime, sebagai salah satu media hiburan, dapat menjadi sarana untuk memahami dan mendalami realitas bullying, termasuk dampak psikologisnya.
Berikut ini adalah 4 rekomendasi anime yang menggambarkan psikologi korban bullying di sekolah.
1. A Silent Voice
A Silent Voice menghadirkan kisah Ishida Shouya, seorang remaja yang dihantui rasa bersalah atas masa lalunya. Dahulu, ia membully seorang gadis tuli bernama Nishimiya Shoko hingga membuatnya pindah sekolah. Kini, diliputi penyesalan, Ishida berusaha menebus kesalahannya dan menjalin kembali hubungan dengan Shoko.
Anime ini tidak hanya menunjukkan sisi kelam bullying, tetapi juga dampaknya yang mendalam bagi korban dan pelaku. Shoko, yang meskipun tuli, tetap berusaha menjalani hidup dengan tegar, namun dihantui trauma masa lalu. Di sisi lain, Ishida dirundung rasa bersalah dan kesulitan untuk bergaul dengan orang lain.
Perjalanan Ishida untuk menebus kesalahannya penuh dengan rintangan. Ia harus menghadapi penolakan dan perundungan dari teman-temannya, serta belajar memahami dunia Shoko yang berbeda. Namun, tekadnya yang kuat dan ketulusannya perlahan-lahan membuka hati Shoko dan mengantarkan mereka menuju persahabatan yang baru.
A Silent Voice mengajak kita untuk merenungkan dampak bullying dan pentingnya permintaan maaf serta pengampunan dalam proses penyembuhan. Anime ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik.
2. Violet Evergarden
Violet Evergarden membawa kita menyelami kisah Violet, seorang Auto Memory Doll yang dihadapkan dengan tugas unik: menulis surat atas nama orang lain. Di balik tugasnya, Violet menyimpan luka mendalam dari masa lalunya sebagai seorang prajurit muda. Trauma masa lalu itu menghantui interaksi sosialnya, membuatnya kesulitan memahami emosi dan membangun hubungan dengan orang lain.
Anime ini dengan halus menggambarkan efek bullying yang dialami Violet di masa kecil. Kekejaman perang telah merenggut masa lalunya, membuatnya kehilangan kemampuan untuk merasakan dan mengekspresikan emosi. Hal ini tercermin dalam interaksi Violet dengan orang lain, di mana ia sering kali terlihat kaku, dingin, dan bahkan robotik.
Namun, seiring perjalanan ceritanya, Violet perlahan-lahan mulai belajar memahami dan mengekspresikan emosinya. Interaksi dengan para kliennya, yang memintanya untuk menulis surat dengan berbagai macam emosi, membuka matanya terhadap dunia yang penuh warna dan membantunya keluar dari cangkangnya.
Violet Evergarden bukan hanya tentang surat dan emosi, tetapi juga tentang perjalanan penyembuhan dan menemukan kembali makna kehidupan. Kisah Violet menjadi pengingat bahwa trauma masa lalu tidak selalu menghambat kebahagiaan, tetapi juga bisa menjadi kekuatan untuk tumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik.
3. Anohana: The Flower We Saw That Day
Anime Ini membawa kita menyelami kisah sekelompok teman SMA yang dihantui oleh tragedi masa kecil. Bayangan masa lalu, diwarnai bullying dan rasa bersalah, terus membayangi mereka, meninggalkan luka permanen dalam hubungan antar individu.
Anime ini dengan penuh perasaan mengeksplorasi perasaan bersalah, penyesalan, dan trauma yang dialami para karakter akibat bullying yang terjadi di masa lalu. Menari di atas bunga api, simbol persahabatan mereka di masa kecil, kini menjadi pengingat pahit akan tragedi yang merenggut nyawa salah satu teman mereka.
Anohana menunjukkan bagaimana bullying dapat meninggalkan luka yang mendalam, bukan hanya pada korban, tetapi juga pada para pelaku dan orang-orang di sekitarnya. Trauma tersebut dapat memengaruhi hubungan antar individu, menciptakan jarak dan kesalahpahaman yang sulit dihilangkan.
Namun, di tengah kesedihan dan penyesalan, Anohana juga menghadirkan secercah harapan. Perjalanan para karakter untuk menghadapi masa lalu dan saling memaafkan membuka jalan menuju penyembuhan dan pemulihan hubungan. Persahabatan yang terjalin kembali menjadi pengingat bahwa cinta dan dukungan dapat membantu mereka melewati masa-masa sulit dan menemukan kebahagiaan kembali.
Anohana bukan hanya tentang hantu masa lalu, tetapi juga tentang kekuatan persahabatan dan pentingnya memaafkan diri sendiri dan orang lain. Anime ini membawa pesan menyentuh tentang bagaimana kita dapat belajar dari kesalahan dan menemukan kedamaian dengan masa lalu, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
4. Orange
Orange membawa kita menyelami kisah Naho Takamiya, seorang siswi SMA yang menerima surat mengejutkan dari dirinya di masa depan. Surat tersebut berisi peringatan tentang kematian seorang teman mereka, Kakeru Naruse, dan meminta Naho untuk mengubah takdir dan mencegah tragedi tersebut terjadi.
Anime ini dengan penuh ketegangan dan emosi mengeksplorasi bagaimana bullying dapat mendorong seseorang untuk bunuh diri. Kakeru, yang menjadi korban bullying, merasa tertekan dan putus asa, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Surat dari Naho masa depan menjadi sebuah kesempatan kedua untuk mengubah takdir dan menyelamatkan Kakeru.
Orange menunjukkan pentingnya intervensi dan dukungan dalam mencegah tragedi bunuh diri. Naho, dengan bantuan teman-temannya, berusaha untuk memahami Kakeru dan membantunya mengatasi masalahnya. Mereka bersama-sama berusaha untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif, di mana Kakeru merasa diterima dan dihargai.
Namun, perjalanan Naho dan teman-temannya tidak mudah. Mereka menghadapi berbagai rintangan dan keraguan, serta harus berhadapan dengan sisi gelap bullying yang dapat menghancurkan. Tekad dan kegigihan mereka diuji, dan mereka harus belajar untuk bekerja sama dan saling percaya dalam menghadapi situasi yang sulit.
Orange bukan hanya tentang bunuh diri, tetapi juga tentang persahabatan, cinta, dan harapan. Anime ini membawa pesan inspiratif tentang kekuatan tekad dan pentingnya saling mendukung dalam menghadapi masa-masa sulit. Kisah Naho dan Kakeru menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak untuk hidup bahagia, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Keempat anime ini memberikan gambaran realistis tentang bullying dan dampak psikologisnya bagi korban. Anime-anime ini dapat menjadi bahan refleksi dan edukasi bagi para penonton tentang bahaya bullying dan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Anime Solo Leveling Season 2, Sung Jin-Woo Semakin Overpower
-
Review Anime Mob Psycho 100 Season 2, Kekuatan Esper Bukanlah Segalanya
-
Review Anime Isekai Yururi Kikou, Petualangan Tanpa Beban di Isekai
-
Review Anime 2.5 Jigen no Ririsa, Menemukan Jati Diri di Dunia Cosplay
-
Review Anime NegaPosi Angler, Memancing dengan Sentuhan Drama Psikologis
Artikel Terkait
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Sekolah Pecahkan: Tempat Lahirnya Komika Masa Depan? Intip Kurikulumnya!
-
Ketagihan Drama Medis? 7 Tontonan Netflix Ini Wajib Masuk List!
-
Jujutsu Kaisen: Alasan Kenapa Yuta Okkotsu Terpilih Jadi Ketua Klan Gojo
-
3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menonton Anime Fire Force Season 3
Entertainment
-
Ulang Tahun ke-60, Ini 7 Film Terbaik yang Diperankan Robert Downey Jr.
-
Sebelum Nonton, Intip Dulu Sinopsis dan Pemain Film A Minecraft Movie
-
Good Partner 2 Resmi Diproduksi, Jang Na Ra dan Nam Ji Hyun Bakal Kembali?
-
Film Waktu Maghrib 2: Teror Baru di Desa Giritirto
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
Terkini
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
-
Piala Asia U-17: Saat Strategi ala STY Kembali Permalukan Raksasa Sepak Bola Asia
-
4 Mix and Match Outfit ala J StayC, Simpel tapi Tetap Modis!
-
Pisah Lagi dari Fadia, Apriyani Rahayu Bakal Duet Bareng Rekan Baru
-
4 Skincare Berbahan Beta Glucan, Lembapkan Kulit Lebih dari Hyaluronic Acid