Netflix mengakuisisi film drama horor Circle pada tahun 2015. Hampir sepuluh tahun setelahnya, proyek yang terinspirasi oleh 12 Angry Men telah menjadi sangat populer di kalangan penggemar film. Dua produser dari film tersebut kini bersatu kembali untuk menciptakan sekuel.
Menyadur dari Variety pada Minggu (16/6/2024), film Circle akan mendapatkan sekuel yang berjudul Circles. Circles akan mengambil setting 17 tahun setelah kejadian di film pertama dengan tema utama tentang trauma dalam thriller psikologis ini.
Meski detail ceritanya masih dirahasiakan, kemungkinan besar elemen utama dalam sekuel ini akan kembali menampilkan permainan mematikan yang menjadi ciri khas dari film pertama.
Circle bercerita tentang 50 orang yang terjebak di dalam sebuah ruangan tanpa jalan keluar. Mereka harus memilih satu orang yang akan bertahan hidup melalui pemungutan suara. Setiap kali mereka harus memilih, terjadi perdebatan sengit tentang siapa yang paling layak untuk hidup.
Michael Nardelli yang memerankan Eric sebagai satu-satunya yang selamat dalam film sebelumnya dan Brent Stiefel bergabung kembali untuk memproduksi sekuel ini. Devon Graye dipercaya untuk menulis skenario yang akan mulai diproduksi menjelang akhir tahun ini.
Michael Nardelli memulai karir aktingnya dengan berperan bersama Zac Efron dalam film indie tahun 2005 berjudul The Derby Stallion. Selain menjadi aktor, dia juga terlibat dalam produksi dan memerankan peran utama dalam debut sutradara Sam Levinson pada tahun 2011 dengan film Another Happy Day.
Selain itu, Michael Nardelli tampil dalam film Cassidy Way yang dibintangi oleh Sydney Sweeney. Ia juga berakting dalam Revenge, Nashville, Hart of Dixie, American Crime Story: The People vs. OJ Simpson, dan Dark/Web. Dalam beberapa proyek tersebut, Nardelli tidak hanya berperan sebagai aktor tetapi juga terlibat sebagai penulis dan sutradara.
Sementara itu, Brent Stiefel adalah pendiri dan CEO dari perusahaan hiburan Votiv yang telah terlibat dalam memproduksi berbagai film termasuk Circle serta As You Are (2016), Free In Deed (2015), dan Obvious Child (2014). Ia dikenal sebagai sosok yang aktif dalam industri film independen dengan berbagai proyek yang mendapat apresiasi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ketagihan Drama Medis? 7 Tontonan Netflix Ini Wajib Masuk List!
-
Jujutsu Kaisen: Alasan Kenapa Yuta Okkotsu Terpilih Jadi Ketua Klan Gojo
-
3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menonton Anime Fire Force Season 3
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
Artikel Terkait
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
5 Film yang Tayang Lebaran Bersaing Ketat, Pabrik Gula Masih Memimpin
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
Entertainment
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Kai EXO 'Adult Swim', Menyelam dalam Perasaan Cinta Tanpa Rasa Takut
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera