
Bayaran Jennifer Lopez di film orisinal Netflix Atlas baru-baru ini terungkap. Film fiksi ilmiah ini disutradarai oleh Brad Payton, yang sebelumnya menggarap San Andreas dan Rampage.
Mengutip informasi Puck yang dilaporkan Screen Rant pada Sabtu (15/6/2024), Jennifer Lopez mendapatkan bayaran sebesar $16,5 juta atau sekitar Rp272 miliar untuk perannya di film Atlas. Angka tersebut terbilang besar bagi seorang bintang film bergenre fiksi ilmiah.
Selain sebagai pemeran utama, Jennifer Lopez juga turut menjadi produser sehingga bayarannya mencakup kedua peran tersebut. Besarnya bayaran ini dipandang sebagai sesuatu yang masuk akal mengingat popularitas Jennifer Lopez dan keterlibatannya yang intens dalam proses produksinya.
Dalam Atlas, Lopez memerankan Atlas Shepherd, seorang analis kontra-terorisme yang terpaksa bekerja sama dengan AI. Meski mendapat ulasan yang kurang baik, film ini berhasil masuk daftar top 10 film yang paling banyak ditonton di platform Netflix selama tiga pekan berturut-turut.
Bukan hal yang mengejutkan jika film lain yang dibintangi oleh Jennifer Lopez akan segera diproduksi di Netflix. Dengan bayaran yang setimpal untuk perannya, tampaknya popularitas Jennifer Lopez dan pengaruhnya akan terus terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Film Atlas sendiri mengangkat cerita tentang robot dan kecerdasan buatan. Pada tahun 2043, teroris kecerdasan buatan humanoid bernama Harlan memulai perang melawan manusia hingga berakibat terjadinya 3 juta kematian.
Pasukan militer dari Koalisi Internasional Baru (ICN) berhasil meraih kemenangan dan Harlan pun melarikan diri. 28 tahun berselang, Atlas Shepherd, bersikeras ikut dalam misi militer untuk menemukan dan menangkap Harlan.
Setelah salah satu agen AI Harlan ditangkap dan diinterogasi, Atlas mengetahui jika Harlan melarikan diri ke sebuah planet di Galaksi Andromeda. Sesaat sebelum pasukan ICN Rangers yang dilengkapi dengan mech turun ke planet tersebut, drone-drone Harlan menyerang kapal mereka di orbit.
Atlas menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam mech. Di sana, ia bertemu dengan AI yang memperkenalkan dirinya sebagai Smith. Kelanjutan kisahnya dapat kamu saksikan di platform Netflix.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ketagihan Drama Medis? 7 Tontonan Netflix Ini Wajib Masuk List!
-
Jujutsu Kaisen: Alasan Kenapa Yuta Okkotsu Terpilih Jadi Ketua Klan Gojo
-
3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menonton Anime Fire Force Season 3
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
-
Anime Solo Leveling: Teori di Balik Sung Jin-Woo Mampu Mengerti Bahasa Monster
Artikel Terkait
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
5 Film yang Tayang Lebaran Bersaing Ketat, Pabrik Gula Masih Memimpin
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ulasan Film Paddington in Peru: Petualangan Seru si Beruang Cokelat!
-
4 Fakta SimpleMan, Penulis Cerita Horor Misterius Film Pabrik Gula
Entertainment
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Liga Film Lebaran Geger! 'Pabrik Gula' Tak Terbendung, Norma Terpeleset?
-
Ada LANY hingga Hearts2Hearts, LaLaLa Festival 2025 Umumkan Daftar Lineup
-
Ada Romcom Hingga Fantasi, 8 Drama Korea yang Tayang di Bulan April
-
Kai EXO 'Adult Swim', Menyelam dalam Perasaan Cinta Tanpa Rasa Takut
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera