San ATEEZ baru-baru ini diduga mengalami perlakuan yang mengarah terhadap rasisme usai menghadiri pertunjukan Dolce & Gabbana di Milan, Italia.
Pada tanggal 2 Juli lalu, San menghadiri pertunjukan Dolce & Gabbana Alta Moda. Pada hari itu, San mengenakan atasan berwarna cokelat yang terinspirasi dari patung bergaya Barok, celana wide flare yang serasi, dan sepatu derby paten.
Selanjutnya pada tanggal 3 Juli, San juga menghadiri peragaan busana pria 'Alto Sartoria', kali ini dengan mengenakan setelan jas berwarna putih yang elegan.
Meskipun penampilan elegannya dalam acara tersebut benar-benar mempesona, para penggemar marah setelah mengklaim bahwa ia mengalami diskriminasi selama fashion show.
Sebuah foto San sedang menonton fashion show dibagikan, memperlihatkan bahwa kursinya adalah satu-satunya yang tidak memiliki bantalan. Ruangannya pun tampak sempit sehingga membuatnya terlihat tidak nyaman.
Ketika kontroversi tersebut menyebar luas di media sosial, San langsung mengklarifikasi hal itu melalui siaran langsung pada Minggu (7/7/2024).
“Dari 10 pakaian yang disiapkan oleh merek tersebut, yang ini adalah favorit saya. Ini adalah kesempatan untuk menampilkan berbagai penampilan, dan mengingat identitas haute couture, pertunjukan Alta Moda, saya ingin mencobanya,” tutur San seperti dikutip dari KBIZoom.
Ia menambahkan, “Saya sendiri duduk seperti itu tanpa bantal. Saya sedih karena ada kesalahpahaman.”
Terkait diskriminasi dan perlakuan kurang menyenangkan dalam acara tersebut, San berusaha meluruskan agar penggemar tidak salah paham.
"Saya berbicara dengan Kakek Dolce (Domenico Dolce) saat makan malam dan dia mengatakan hal-hal baik seperti, 'Italia mencintaimu.' Dia benar-benar memperlakukan saya dengan penuh kasih sayang dan baik," imbuhnya.
Terakhir, ia menjelaskan bahwa kontroversi tersebut hanyalah sebuah kesalahpahaman dan bahwa masalahnya terletak pada tubuh besar yang ia miliki serta gaya fashionnya.
Secara keseluruhan, San membuktikan kepada para penggemar bahwa tidak ada diskriminasi rasial yang terjadi dan mengatakan bahwa acara itu adalah salah satu pengalamannya yang tak terlupakan.
Sementara itu, Dolce & Gabbana sebelumnya menghadapi tuduhan rasisme terhadap orang Asia. Pada tahun 2018, merek tersebut merilis iklan yang menampilkan model Asia dengan penekanan pada “mata sipit” menggunakan sumpit untuk makan pizza, yang memicu tuduhan rasisme.
Dalam pemotretan 'Dolce & Gabbana Summer 2016 Campaign', hanya model Asia yang makan pasta dengan tangan dan serbet di lehernya, sehingga memicu klaim rasisme lebih lanjut.
Tag
Baca Juga
-
Review Drama Korea Your Honor: Ketika Keadilan Tak Lagi Hitam Putih
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Fenomena Pernikahan Artis di TV dan Prioritas yang Patut Dipertanyakan
-
Nothing Uncovered: Kisah Jurnalis yang Kehilangan Kendali atas Kebenaran
-
Bitter Sweet Hell: Saat Dua Perempuan Menjadi Garda Terdepan Melawan Teror
Artikel Terkait
Entertainment
-
Ji Sung Jadi Mantan Bos Geng di Drama Comedy-Thriller 'The Apartment Job'
-
Tinggalkan Dunia Hiburan, Aktor Ahn Chang Hyun Pilih Jadi Pemadam Kebakaran
-
Drakor The East Palace Tayang 17 Juli, Nam Joo Hyuk Jadi Pemburu Hantu
-
Para Pemain dan Kru My Royal Nemesis Rencanakan Liburan usai Drama Sukses
-
Tayang 4 Juli, L INFINITE dan Kang Min Ah Berbagi Emosi di Drama Love in Sync
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia