Sekar Anindyah Lamase | Ardina Praf
Buku Magic Cat Leave the Trees (goodreads.com)
Ardina Praf

Buku Magic Cat Leave the Trees, Please karya Benjamin Zephaniah merupakan sebuah buku bergambar yang menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang sederhana, puitis, sekaligus menyentuh hati.

Dipadukan dengan ilustrasi karya Melissa Castrillón yang begitu memukau, buku ini menjadi bacaan yang mampu dinikmati anak-anak maupun orang dewasa. 

Melalui kisah tentang seorang anak yang tumbuh bersama pepohonan, pembaca diajak memahami bahwa pohon bukan sekadar bagian dari alam, melainkan sahabat yang menopang kehidupan seluruh makhluk di bumi.

Ceritanya mengikuti seorang anak yang sejak kecil memiliki hubungan istimewa dengan pohon. Pohon menjadi tempat bermain, berlindung, berimajinasi, hingga menemani berbagai fase kehidupannya.

Ketika beranjak dewasa, ia menyadari bahwa pepohonan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya mulai terancam oleh pembangunan.

Dari sinilah muncul tekad untuk melindungi pohon-pohon tersebut agar tetap berdiri dan terus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Meski alur ceritanya sederhana, kekuatan utama buku ini terletak pada gaya penyampaian Benjamin Zephaniah. Kalimat-kalimatnya terasa seperti puisi atau lagu rakyat yang mengalir lembut.

Setiap halaman menghadirkan irama yang menenangkan sekaligus mengajak pembaca merenungkan hubungan manusia dengan alam. Pesan yang disampaikan pun tidak terasa menggurui.

Sebaliknya, pembaca diajak merasakan sendiri betapa berharganya keberadaan pepohonan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu kutipan yang paling berkesan adalah penegasan bahwa pohon menghasilkan oksigen. Kalimat sederhana tersebut diulang untuk menekankan fakta yang sering terlupakan.

Di tengah meningkatnya pembangunan dan berkurangnya ruang hijau di berbagai kota, pengingat ini terasa semakin relevan.

Buku ini menunjukkan bahwa ketika pohon ditebang, yang hilang bukan hanya batang kayu, tetapi juga tempat hidup berbagai makhluk, sumber udara bersih, penyejuk lingkungan, serta keseimbangan ekosistem.

Ilustrasi Melissa Castrillón menjadi daya tarik yang sulit diabaikan. Palet warna lembut yang didominasi nuansa hijau, cokelat, dan warna-warna alami menciptakan suasana hangat dan damai.

Goresan pensil yang masih tampak memberikan kesan organik sehingga setiap halaman terasa hidup. Banyak pembaca bahkan menganggap ilustrasinya sebagai karya seni yang layak dinikmati secara terpisah dari teksnya.

Visual yang indah ini berhasil memperkuat emosi dalam cerita tanpa perlu banyak kata.

Bagian menarik lainnya adalah informasi edukatif di bagian belakang buku. Pembaca tidak hanya mendapatkan cerita, tetapi juga penjelasan singkat mengenai fungsi pohon, proses terbentuknya oksigen, serta siklus karbon.

Kehadiran informasi ilmiah tersebut membuat buku ini semakin bermanfaat sebagai media belajar bagi anak-anak.

Orang tua maupun guru dapat menggunakan buku ini sebagai bahan diskusi tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kelebihan terbesar buku ini adalah kemampuannya menggabungkan sastra, seni, dan edukasi dalam satu paket yang harmonis.

Anak-anak akan menikmati ilustrasi dan kisahnya, sementara orang dewasa akan menemukan refleksi mengenai tanggung jawab menjaga bumi.

Pesan yang disampaikan terasa universal karena setiap orang bergantung pada pohon, apa pun latar belakangnya.

Meski demikian, pembaca yang mengharapkan cerita dengan konflik besar atau petualangan yang kompleks mungkin akan merasa buku ini berjalan cukup tenang.

Fokus utamanya memang bukan menghadirkan ketegangan, melainkan membangun kesadaran melalui keindahan bahasa dan visual. Justru kesederhanaan inilah yang menjadi kekuatan buku ini.

Secara keseluruhan, Magic Cat Leave the Trees, Please adalah buku bergambar yang memadukan puisi, ilustrasi artistik, dan edukasi lingkungan secara luar biasa.

Benjamin Zephaniah berhasil mengingatkan bahwa masa depan bumi sangat bergantung pada cara manusia memperlakukan pepohonan hari ini.

Dengan ilustrasi yang memesona serta pesan yang relevan, buku ini layak menjadi koleksi keluarga, perpustakaan sekolah, maupun siapa saja yang ingin menumbuhkan kecintaan terhadap alam.

Ini bukan sekadar buku anak, tetapi juga pengingat bagi orang dewasa bahwa melindungi pohon berarti menjaga kehidupan itu sendiri.