Dunia ini memang penuh dengan ironi; ada orang-orang yang memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan dan meraih prestasi akademik yang baik.
Namun, ada juga yang menyesal seumur hidup karena tak mendapat peluang serupa. Hal ini bahkan bisa terjadi pada selebriti yang memiliki segalanya. Salah satunya ialah penyanyi pop, Lily Allen.
Baru-baru ini Lily Allen berbagi cerita yang menyinggung soal background pendidikan yang dimilikinya dalam episode terbaru podcast Miss Me?.
Ia merasa terpuruk dan diliputi rasa benci pada diri sendiri lantaran orang-orang di sekitarnya membahas universitas. Hal ini terjadi karena ia merasa tidak memiliki latar belakang pendidikan yang cukup.
Pelantun The Fear itu mengaku malu karena tidak menyelesaikan sekolah dengan memperoleh kualifikasi apa pun. Ia bahkan sempat beberapa kali mempertimbangkan untuk meninggalkan kariernya.
"Ketika orang-orang mulai membicarakan universitas tempat mereka kuliah dan sejenisnya, saya langsung merasa terjebak dalam kebencian terhadap diri sendiri, karena saya tidak berpendidikan," tutur Lily Allen, dikutip pada Kamis (8/8/2024).
Ia menambahkan "Saya keluar dari sekolah saat berusia 15 tahun dan bahkan tidak punya satu pun GCSE. Saya tidak memiliki kualifikasi apa pun, dan saya merasa sangat malu. Saya benar-benar malu akan hal itu,"
"Saya merasa jika saya memiliki gelar, ada kemungkinan — terutama setelah saya memiliki anak, misalnya — saya tidak akan mempertimbangkan untuk kembali ke dunia musik atau hiburan. Saya mungkin akan lebih berpikir untuk beralih menjadi seorang pengacara," tutupnya.
Sebagai informasi, GCSE (General Certificate of Secondary Education) adalah kualifikasi yang diperoleh di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Di Indonesia, ini setara dengan ijazah SMA yang merupakan kualifikasi untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi atau memasuki dunia kerja.
Lily Allen sendiri menjadi sorotan berkat lagu Smile yang berhasil menduduki posisi teratas di tangga lagu Inggris pada Juli 2006. Album debutnya bertajuk Alright, Still juga mendapat sambutan hangat dan terjual lebih dari 2,6 juta kopi di seluruh dunia.
Kesuksesan ini membuat nama Allen semakin melambung di kancah musik global hingga masuk nominasi di berbagai ajang bergengsi seperti Grammy Awards, Brit Awards, dan MTV Video Music Awards.
Dengan suara yang khas yang dipadukan bersama melodi pop yang catchy, Lily Allen berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu musisi yang diperhitungkan di industri musik.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September
-
Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
Artikel Terkait
-
Pendidikan dan Pekerjaan Istri Andre Taulany, Diam-Diam Digugat Cerai setelah Hampir 19 Tahun Menikah
-
Ulasan Buku Segelas Kopi Buat Pak Guru, Inspirasi dari Ruang Kelas
-
Mengapa AN dan Sulingjar Penting untuk Peningkatan Mutu Pendidikan?
-
Kontroversial Mata Pelajaran Pilihan Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, Memudahkan atau Membingungkan?
-
Padahal Lulusan Penerbangan, Tengku Firmansyah Pilih Jadi Tukang Las Ketimbang Jadi Pilot
Entertainment
-
Sinopsis The Vvaan, Film Terbaru Tamannaah Bhatia dan Sidharth Malhotra
-
Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award
-
Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve
-
Sinopsis 100 Days of Deception: Misi Rahasia di Era Penjajahan Jepang
-
Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober
Terkini
-
Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?
-
Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya
-
Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab
-
Bosan Makan Nasi? Intip 3 Cara Pengolahan Sorgum sebagai Alternatif Karbo
-
Review The Love Hypothesis: Fake Dating yang Manis, Romantis, dan Humoris