IU berikan dukungan terhadap para demonstran yang mendesak pemakzulan Yoon Suk Yeol dari jabatannya, pada pemungutan suara tanggal 14 Desember mendatang.
Dilansir dari Allkpop pada Sabtu (14/12/2024), EDAM Entertaiment yang menaungi solois sekaligus aktris cantik tersebut memberikan pengumuman terkait bantuan makanan yang dipersiapkan oleh IU untuk unjuk rasa esok.
"Untuk menghangatkan tangan UAENA (fandom IU) yang memegang lampu mereka dan menerangi suasana rapat umum. IU mempersiapkan makanan dan penghangat tangan," beber agensi.
Agensi juga menghimbau para penggemar yang ikut turun mengawal hasil pemungutan suara pemakzulan Yoon Suk Yeol untuk tetap menjaga kesehatan dan keamanan.
Seperti diketahui bahwa pemungutan suara kedua dalam upaya pemakzulan Yoon Suk Yeol dari jabatannya sebagai presiden akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Desember 2024.
Para penggemar maupun orang-orang yang berpartisipasi lainnya dapat mengunjungi lokasi-lokasi tertentu untuk mendapatkan penghangat tangan. Selain itu, kekasih Lee Jong Suk tersebut juga membayar untuk 700 porsi makanan dari 5 tempat, diantaranya kafe, restoran sup, dan penjual kue beras.
EDAM Entertaiment menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya dipersiapkan secara terbatas. Para demonstran yang tidak tergabung dengan UAENA atau fandom IU juga dapat mengambil makanan, minuman, dan penghangat tangan yang tersedia. Mereka hanya perlu menyebutkan 'UAENA' saat datang ke toko-toko tersebut untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Tindakan IU menuai pujian netizen Korea Selatan lantaran kepeduliannya terhadap penggemar dan masyarakat Korea yang turun tangan dalam aksi unjuk rasa pemakzulan Yoon Suk Yeol.
"Ini pertama kalinya artis secara terbuka mendukung penggemarnya seperti ini. Sangat menyentuh," ungkap netizen terharu.
"Ini definisi memberi pengaruh yang positif," puji netizen.
"IU memimpin dan memberi contoh serta berbicara," imbuh lainnya.
Kontroversi presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menjadi topik yang tengah santer dibahas di seluruh dunia. Hal ini dipicu setelah Yoon Suk Yeol tiba-tiba mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember lalu.
Meski beberapa jam setelahnya darurat militer dibatalkan. Namun hal itu telah memengaruhi sejumlah aspek, tidak hanya di bidang politik tetapi juga industri hiburan pun ikut terdampak.
Sebelumnya, pria yang masih menjabat sebagai presiden Korea Selatan tersebut lolos dari pemakzulan setelah hasil voting yang dicapai belum memenuhi syarat, pada 7 Desember.
Diketahui jika pemungutan suara untuk mencopot jabatan Yoon Suk Yeol akan kembali dilaksanakan untuk kedua kalinya pada 14 Desember mendatang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Keren Abis! Shogun Boyong 4 Piala Kemenangan di Golden Globe Awards 2025
-
Sutradara Squid Game Tanggapi Kontroversi Park Sung Hoon
-
When The Phone Rings Tuai Kritik Pedas Usai Bahas Konflik Palestina-Israel
-
Sutradara Squid Game Ungkap Alasan Gaet T.O.P Meski Dihujat Habis-Habisan
-
Kru Drama Korea The First Night with The Duke Rusak Situs Bersejarah Saat Syuting
Artikel Terkait
-
14.000 Polisi Dikerahkan: Korea Selatan Siaga Penuh Jelang Vonis Pemakzulan Presiden Yoon
-
Agensi Tanggapi Kabar IU dan Byeon Woo Seok Mundur dari Drama Baru
-
Budaya Patriarki di Pulau Jeju dalam When Life Gives You Tangerines
-
When Life Gives You Tangerines, di When Life Gives You Tangerines, Jangan Ditiru!
-
7 Makna Keluarga dalam Drama When Life Gives You Tangerines
Entertainment
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
5 Rekomendasi Film Baru dari Netflix untuk Rayakan Libur Lebaran 2025
-
4 Film Adaptasi Novel Stephen King yang Bisa Kamu Tonton di Netflix
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?