Aktris Goo Hye Sun ramai menjadi bahan perdebatan setelah dirinya tampil mengenakan topi dalam sebuah program acara televisi. Tak sedikit yang menuduh sang aktris bersikap tidak profesional dengan pilihan gaya penampilannya tersebut.
Mengutip dari Allkpop pada Rabu (16/1/2025), Goo Hye Sun belum lama ini tampil dalam program varietas 'Radio Star' yang tayang di stasiun MBC.
Tampil mengenakan penutup kepala atau beanie, sang aktris justru mendapatkan banyak kritikan dan dianggap sikapnya tidak profesional.
Menanggapi kontroversi tersebut, Goo Hye Sun menanggapinya dengan membagikan sejumlah foto di akun Instagram pribadinya, ketika ia mengenakan topi dalam berbagai kesempatan dan beragam model. Tak lupa ia menuliskan caption berbunyi, "Mengenakan topi adalah kebebasan bagiku."
Ia juga menyampaikan, "Memakai topi dalam sebuah acara hiburan yang ringan, bukan acara formal, karena memiliki alasan tertentu bukanlah suatu hal yang tidak sopan. Ini adalah kebebasanku. Meskipun begitu, aku menghargai pendapat kalian."
Respon ini sengaja dikeluarkan sang aktris menyusul penampilannya sebagai bintang tamu di program 'Radio Star' sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, sang aktris membagikan kegiatannya kepada para penggemar, termasuk pencapaian luar biasa yang ia raih.
Goo Hye Sun baru saja lulus dengan predikat summa cum laude dari Universitas Sungkyunwan. Ia juga mengaku baru mendaftar program pascasarjana di KAIST, menerima ucapan selamat yang hangat dari pembawa acara dan pemirsa di rumah.
Pada awal program, Goo Hye Sun menjelaskan alasan mengapa ia memilih untuk tampil mengenakan topi. Ia mengaku belum sempat mencuci rambutnya hari itu, karena pemanas air di rumahnya padam. Jadi, ia memutuskan untuk memakai topi.
Produser program 'Radio Star' juga meminta sang aktris untuk melepas topinya saat syuting berlangsung, tetapi Goo Hye Sun tidak bisa melakukan hal tersebut. Penjelasan sang aktris membuat para pembawa acara termasuk Kim Gu Ra, Yoo Se Yoon, dan Jang Do Yeon tertawa, meningkatkan suasana gembira dalam studio.
Beberapa penonton mengkritik keputusan Goo Hye Sun yang mengabaikan saran tim produksi, menyebutnya tidak profesional.
Komentator daring menulis, "Apakah wajar tampil di TV tanpa mencuci rambut?" dan "Itu menunjukkan kurangnya usaha."
Namun, tak sedikit pula yang memberikan pembelaan dan mengatakan bahwa Goo Hye Sun bukanlah orang pertama yang tampil mengenakan topi di acara TV dan itu hanya sebuah aksesoris.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah
-
Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'
-
IU Bahas Menua Bersama Yoo In Na di Lagu Comeback, Dear my crazy soulmate
-
Mark Lee Ungkap Arti Cinta Sejati di Lagu Comeback Solo Terbaru, My Friend
Artikel Terkait
-
Viral Remaja di TikTok Pakai Produk Rumah Tangga hingga Krim Analgesik untuk Skincare: Netizen Sebut Konten Berbahaya!
-
Jejak Digital Rudi Valinka yang Kontroversial, Berapa Gajinya di Komdigi?
-
Dokter Tifa Bahas HMPV hingga Sentil Menkes: Virus Kayak Mobil, Ganti Chashing Setiap Lima Tahun!
-
Park Sung Hoon Mundur dari Drama yang Dibintangi Yoona Girls Generation
-
Muncul Lagi di Publik, Gus Miftah Pilih Doakan Penghujat Dirinya daripada Membalas
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia