Stasiun SBS TV kembali dengan mengusung genre hibrida yang memadukan drama hukum konvensional dengan elemen fantasi supranatural berbasis kepercayaan shamanisme lokal.
Tayang sejak 13 Maret hingga 2 Mei 2026, drama sepanjang 16 episode ini tidak hanya berhasil memikat penonton domestik hingga mencatatkan rating dua digit pada puncak tayangannya, tetapi juga mendapat pengakuan penonton internasional.
Salah satu pencapaian puncaknya di kancah global adalah undangan khusus sebagai pilihan penayangan resmi pada Far East Film Festival ke-28 di Italia, sebuah sejarah baru bagi serial televisi Korea Selatan.
Sinopsis Drama Phantom Lawyer
Bercerita pada perjuangan Shin Yi-rang (Yoo Yeon-seok). Yi-rang adalah seorang pemuda idealis yang memegang gelar sarjana hukum, namun terus-menerus ditolak saat melamar di berbagai firma hukum papan atas di Seoul. Penolakan tersebut berakar pada stigma negatif masa lalu ayahnya, Shin Ki-jung, seorang mantan jaksa yang tewas dalam kondisi nama baik tercemar akibat tuduhan korupsi yang direkayasa.
Demi keluar dari bayang-bayang kegagalan, Yi-rang memutuskan untuk meminjam modal dari ibunya, Park Gyeong-hwa (Kim Mi-kyung), untuk menyewa ruang kantor murah. Ia memilih Ruangan 501 di Gedung Okcheon, sebuah tempat terbengkalai yang dulunya merupakan tempat praktik seorang dukun (shaman).
Kehidupan profesional Yi-rang berubah drastis setelah ia menemukan dupa misterius di dalam laci meja kerjanya. Ketika dupa tersebut dinyalakan, asapnya membuka tabir dimensi lain, memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat, mendengar, dan dirasuki oleh roh-roh penasaran yang memiliki urusan hukum yang belum selesai di dunia manusia. Roh-roh tersebut memohon bantuan Yi-rang untuk membersihkan nama mereka atau menuntut keadilan bagi keluarga yang mereka tinggalkan.
Klien supranatural pertamanya adalah roh mantan gangster bernama Lee Gang-pung (Heo Sung-tae) yang tewas akibat malapraktik medis. Kasus ini membawa Yi-rang berhadapan langsung dengan Han Na-hyun (Esom), pengacara andalan berdarah dingin dari Firma Hukum Taebaek yang memenangkan pihak rumah sakit.
Na-hyun sendiri memiliki beban emosional yang berat, ia mendedikasikan hidupnya sebagai pengacara elit demi menebus rasa bersalah atas kecelakaan fatal yang merenggut nyawa adik perempuannya, So-hyun. Ketika Na-hyun secara mengejutkan kalah dari Yi-rang yang menggunakan bukti-bukti supranatural tak terduga, dunia rasionalnya mulai runtuh.
Dinamika hubungan keduanya berkembang dari rivalitas sengit menjadi kemitraan profesional yang unik. Bersama asisten komedi mereka yang merupakan kakak ipar Yi-rang, Yun Bong-su (Jeon Seok-ho), mereka menyelesaikan berbagai kasus arwah penasaran.
Penyelidikan-penyelidikan kecil ini secara perlahan menuntun mereka pada konspirasi besar yang melibatkan jajaran petinggi Firma Hukum Taebaek, khususnya Chairman Yang Byung-il dan putranya, Yang Do-kyung (Kim Kyung-nam), yang ternyata merupakan dalang di balik kehancuran nama baik serta kematian ayah Yi-rang dua dekade silam.
Kelebihan
Kualitas akting Yoo Yeon-seok yang luar biasa. Memerankan seorang pengacara yang mengalami kesurupan menuntut kemampuan transisi karakter yang sangat instan dan ekstrem. Yoo Yeon-seok tidak sekadar mengubah nada suaranya, tapi ia juga mampu meredefinisi gestur tubuh, ekspresi mikro, hingga tatapan matanya secara total.
Momen ketika karakternya kerasukan arwah Kim Su-ah, seorang calon bintang idola K-pop muda yang tewas tragis menjadi salah satu sorotan paling viral dari drama ini. Yoo Yeon-seok menampilkan koreografi lengkap dari lagu "Love Dive" milik IVE dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi centil, lengkap dengan rona merah khas di pipinya yang menjadi penanda visual setiap kali tubuhnya dirasuki roh. Kejenakaan fisik ini langsung bergeser ke intensitas emosional yang tinggi ketika arwah tersebut menyampaikan kepedihan mimpinya yang terenggut.
Kekurangan
Perpindahan fokus dari penyelesaian kasus-kasus arwah mingguan yang penuh kehangatan menuju resolusi konspirasi besar melawan korporasi Taebaek di sepertiga akhir drama dirasakan terlalu drastis.
Keputusan Yun Bong-su yang menyamar sebagai teknisi listrik untuk memutus aliran daya utama gedung demi menciptakan kekacauan disajikan dengan janggal, pemadaman tersebut anehnya tidak memengaruhi pencahayaan di ruangan utama tempat Chairman Yang berada.
Kesimpulan
Bagi industri hiburan Korea Selatan, "Phantom Lawyer" telah menetapkan standar baru tentang bagaimana elemen okultisme lokal dapat dikemas secara modern, hangat, dan memiliki daya jual tinggi di pasar internasional tanpa kehilangan identitas kulturalnya.
Pada akhirnya, "Phantom Lawyer" bukan sekadar drama hukum biasa dengan trik ruang sidang konvensional, melainkan sebuah petualangan penyembuhan yang unik dan hangat tentang esensi dari empati kemanusiaan.
Serial ini meninggalkan pesan mendalam bahwa keadilan yang sesungguhnya tidak hanya dicapai melalui dinginnya pasal-pasal hukum formal, melainkan melalui keberanian untuk benar-benar mendengar suara mereka yang selama ini terabaikan dan tidak bersuara.
Drama ini wajib masuk ke dalam list tontonan diakhir pekan.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Novel Hilang di Wonju, Teror Pembunuhan Saputangan dan Misteri Angka Tujuh
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You
-
Ulasan Novel Enam Mahasiswa Pembohong, Membongkar Kepalsuan Rekrutmen Kerja
-
Novel Kandidat Terlarang, Ambisi Kursi OSIS yang Berujung Misteri Berdarah
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Ending Drakor The Scarecrow Dibuat Realistis, Sutradara Ungkapkan Alasannya
-
Ulasan Film Suamiku Lukaku: Isu KDRT yang Diangkat dengan Sensitif dan Kuat
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Secangkir Teh untuk Suami yang Sudah Mati
Ulasan
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Review Buku Wawasan Kebangsatan: Negeri yang Dipaksa Baik-baik Saja
-
Kesepian dan Depresi: Kisah Tragis Kusunoki dalam Three Days of Happiness
Terkini
-
Iduladha dan Generasi Muda: Makna Lama yang Masih Relevan di Era Modern
-
Mengapa Tuduhan Amien Rais soal Teddy Mudah Dipercaya Publik?
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?