Kembali setelah lebih dari dua dekade usai perilisan film horor kiamat zombi 28 Days Later, sutradara Danny Boyle resmi mengeluarkan proyek baru bertajuk 28 Years Later dengan menggunakan sudut pandang dan sentuhan baru teknologi.
Dalam pembuatan film tersebut, Boyle mengaku turut terlibat dan terkadang menggunakan hingga 20 iPhone secara bersamaan yang dilengkapi perangkat khusus untuk merekam salah satu adegan dalam film.
"Ponsel pintar, kini akan merekam pada resolusi 4K, yang merupakan resolusi yang sama dengan sinema. Sehingga Anda dapat menggunakannya," ungkap Boyle seperti dilansir dari Reuters pada Kamis (19/6/2025).
"Ponsel pintar sangat ringan. Anda bisa pergi ke suatu tempat dengan langkah yang sangat ringan dan Anda juga bisa menciptakan sebuah perangkat khusus dengannya, itu adalah hal yang kami lakukan untuk sejumlah adegan aksi penuh kekerasan dalam film tersebut," lanjutnya.
IGN pada Sabtu (21/6/2025) melaporkan bahwa terdapat sebagian besar adegan 28 Years Later direkam menggunakan iPhone 15 Pro Max. Boyle menggunakan kamera iPhone dalam mengambil situasi pencahayaan redup, seperti mimpi buruk zombi Spike menggunakan warna merah yang sangat mencolok pada night-vision.
Ia mengungkapkan bahwa inovasi tersebut hadir dalam pikirannya usai beberapa kali menyaksikan ada pemutaran khusus film pertamanya, 28 Days Later.
Tak cuman dalam teknis pengambilan gambar, film tersebut turut mengambil langkah baru lewat plot dan penceritaan, tak melanjutkan secara langsung kisah dari 28 Weeks Later.
Dalam film kedua, Rage Virus diungkapkan sudah tersebar ke seluruh dunia. 28 Years Later lalu memilih fokus terhadap cerita kembali ke Inggris dan para penyintas yang berhasil membangun kembali kehidupan mereka.
Cerita dalam film ini juga menghadirkan varian baru dari mereka yang telah terinfeksi virus, mengeksplorasi tema komunitas, tradisi, serta adanya sekte.
"Sesekali terdapat pemutaran (28 Days Later) dan film itu belum sangat ketinggalan zaman," ungkap Boyle
"Yang lebih penting, respon orang-orang terhadap film itu terasa seperti mereka tengah menyaksikan sesuatu yang sangat masa kini... Dan itu membuat kami kembali berpikir, haruskah kami menghadirkan sesuatu yang berbeda ke dunia ini?"
Aaron Taylor-Johnson sebagai salah satu pemeran utama mengungkapkan teknik tersebut sukses membuat film tersebut memiliki tekstur yang "mendalam dan mendalam". "Terkadang saya merasa agak vulnerable karena sangat invasif."
Film orisinalnya, 28 Days Later, menggunakan latar belakang rage virus yang berhasil menghancurkan kehidupan di Inggris dan memaksa penduduknya untuk melakukan karantina. Film ini kemudian diikuti oleh sebuah sekuel berjudul 28 Weeks Later yang disutradarai Juan Carlos Fresnadillo.
28 Years Later kembali hadir di layar lebar global dan kembali diproduksi oleh Danny Boyle dan penulis naskah original, Alex Garland.
Diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson, Jodie Comer, Ralph Fiennes, serta pendatang baru Alfie Williams, film ini mengikuti kisah perjalanan dari seorang anak laki-laki dengan ayahnya dari komunitas tertutup yang berada di sebuah pulau ke daratan utama untuk membunuh zombi pertamanya.
Ibunya sendiri tengah berjuang untuk melawan penyakit yang mengisolasinya dari kehidupan komunitasnya dan mengancam untuk berencana menghancurkan keluarganya. Dalam rencana itu, mereka justru menemukan sebuah rahasia hingga yang mengubah kehidupan para terinfeksi serta penyintas lainnya.
28 Years Later sekaligus menjadi proyek film pertama dari trilogi film baru, dengan film kedua, 28 Years Later: The Bone Temple, yang direncanakan rilis di bioskop pada Januari 2026.
Film dengan label D17+ atau dikhususkan penonton berusia 17 tahun ke atas ini dapat ditonton di bioskop Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!
-
Usai Manon, Sophia KATSEYE Umumkan Hiatus Grup Demi Kesehatan Mental
-
Rilis Trailer, Choi Min-sik Rajin Jadi Anak Magang Han So-hee di The Intern
-
Tolak Naikkan Gaji Ryan Gosling, Film Barbie 2 Terancam Batal Produksi
Artikel Terkait
-
Review Film Syirik - Danyang Laut Selatan: Dilema Iman di Tanah Wonosari
-
Berani Gampar Kiesha Alvaro di Lokasi Syuting, Ini 5 Film Hits yang Dibintangi Dimas Anggara
-
Bikin Merinding, Trailer Terbaru Weapons Soroti Misteri Hilangnya 17 Anak
-
Review Film The Queen of My Dreams: Kisah Penuh Warna tentang Rindu Pulang
-
Blood Brothers: Bara Naga jadi Film Kedua Terlaris Sepanjang Sejarah Malaysia
Entertainment
-
Sinopsis The Affair was Just the Beginning, Rahasia Kelam dari Pasutri Kaya
-
Anniversary ke-10 BLACKPINK Tuai Kekecewaan, Jisoo Tulis Permintaan Maaf
-
Eric THE BOYZ Resmi Bergabung dengan Agensi Baru, Siap Tampilkan Sisi Lain!
-
Dont Say Good Luck: Kisah Remaja Dihadapkan Antara Mimpi atau Keluarga
-
Mingyu, Seungkwan, dan Dino SEVENTEEN Umumkan Tanggal Resmi Wajib Militer
Terkini
-
Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan
-
Merdeka Finansial, Bebas Memilih: Refleksi Perempuan Pekerja di HUT ke-81 RI
-
Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik
-
Sam and Dave Dig a Hole, Buku Lucu yang Membuat Anak Ikut Menjadi Detektif
-
5 Inspirasi Outfit Soft Boy ala Jung Hae In untuk Gaya Harian yang Manis