Johnny Depp bersiap memproduseri sekaligus berpotensi ikut membintangi film berbahasa Inggris pertama dari novel klasik sastra Rusia karya Mikhail Bulgakov, The Master and Margarita.
Menyadur laporan dari Variety pada Selasa (16/12/2025), produksi film The Master and Margarita dijadwalkan mulai pada akhir tahun 2026. Proyek ini masih belum memiliki sutradara dan diproduksi melalui rumah produksi milik Johnny Depp, IN.2 Film, bekerja sama dengan Produser Eksekutif Jeanne du Barry, Svetlana Dali, serta Grace Loh.
Svetlana Dali dan Grace Loh akan memproduseri film ini bersama Johnny Depp, Stephen Deuters, dan Stephen Malit. Proyek tersebut diumumkan di Red Sea Film Festival di Arab Saudi sebagai bagian dari pasar Red Sea Souk.
Novel The Master and Margarita pertama kali diterbitkan secara anumerta pada 1960-an dan secara luas dianggap sebagai salah satu karya sastra terbesar abad ke-20. Berlatar di Moskow pada era 1930-an, novel ini menghadirkan kisah fantasi satir tentang cinta, kebebasan artistik, dan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan.
Sinopsis film yang diproduseri Johnny Depp itu juga menampilkan alur ketiga yang saling terkait, mengikuti seorang penulis yang terpuruk dan kekasihnya, Margarita, yang bersedia melakukan apa pun demi menyelamatkannya dari sistem totaliter.
Kisah ini berkembang menjadi cerita komedi gelap yang liar dan imajinatif, sarat kedalaman filosofis serta pemberontakan spiritual, sebuah karya yang tetap relevan hingga kini dan menjadi pengingat abadi akan kekuatan seni untuk menantang, menerangi, dan bertahan melampaui zaman.
Proyek The Master and Margarita melanjutkan kolaborasi Svetlana Dali dengan rumah produksi milik Johnny Depp, IN.2, setelah perannya sebagai produser eksekutif dalam film Jeanne du Barry (2023) dan Modì: Three Days on the Wing of Madness (2024).
Natasha Rogal turut bergabung sebagai produser, sementara Robert MacLean bertindak sebagai produser untuk Tribune Pictures. Sejumlah nama tercatat sebagai produser eksekutif, antara lain Nevin Shalit, Andrew Fourman, Konstantin Elkin dari World Visions, Michael Paletta dari Tribune Pictures, serta mendiang Michael Lang.
Johnny Depp pelan-pelan mulai menapaki lagi panggung utama Hollywood setelah memenangkan kasus pencemaran nama baik yang sangat dipublikasikan melawan mantan istrinya, Amber Heard, pada tahun 2022.
Di luar proyek tersebut, Johnny Depp juga sedang dalam pembicaraan tahap akhir untuk memerankan Ebenezer Scrooge dalam A Christmas Carol produksi Paramount Pictures yang disutradarai Ti West. Ia juga kembali beradu akting dengan Penélope Cruz lewat film Day Drinker.
Baca Juga
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Serial Monster Kembali dengan Season Baru, Angkat Kasus Pembunuh Berkapak
-
Usai Michael, Jaafar Jackson Bakal Main Film Supermax Bareng Will Smith
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
Artikel Terkait
-
Review Film The Carpenter's Son: Reinterpretasi Kitab Injil yang Apokrif
-
Daftar box office sepekan, Zootopia 2 Cetak Sejarah
-
Tantangan Bera Tora Sudiro di Film Horor Perdananya, Janur Ireng
-
6 Film Rob Reiner, Sutradara Hollywood yang Baru Saja Meninggal Dunia
-
10 Film Animasi Terbaik Sepanjang 2025 dengan Skor Tertinggi Versi Rotten Tomatoes
Entertainment
-
Pindah Agensi Baru, The Boyz Siap Lanjutkan Aktivitas Grup dengan 9 Member
-
Raih 106 Juta Views, I Will Find You Masuk Top 10 Serial Populer di Netflix
-
Manga Romantis The Dangers in My Heart Resmi Tamat dalam Tiga Chapter Lagi
-
Durasi Capai 135 Menit, Film Godzilla Minus Zero Pecahkan Rekor Franchise
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
Terkini
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Dear Muslim Child: Buku Inspiratif untuk Tumbuhkan Percaya Diri Anak Muslim
-
War Tiket Upacara HUT RI di Istana: Menonton Pesta di Tengah Jeritan Rakyat
-
Krisis Empati Nakes pada Pasien BPJS: Akibat 'Burnout' atau Bobroknya Sistem Kesehatan?