Paramount Pictures resmi mengumumkan jadwal tayang untuk proyek remake dari film horor supranatural klasik, Possession. Film ini siap menghiasi layar lebar pada 11 Juni 2027 mendatang.
Persaingan box office pada tanggal tersebut dipastikan akan berjalan ketat, mengingat penayangan Possession akan berhadapan langsung dengan perilisan film live-action How to Train Your Dragon 2 garapan Universal Pictures.
Proyek ini disutradarai dan ditulis oleh Parker Finn, sineas yang sebelumnya sukses mencetak rekor box office global lewat film Smile (2022) dan sekuelnya. Tidak hanya duduk di kursi sutradara, Parker Finn juga memproduseri film ini bersama Robert Pattinson.
Jonathan Fass, Roy Lee, dan Andrew Childs turut bergabung sebagai produser, bersama Marc Bienstock selaku produser eksekutif.
Film ini menggaet Margaret Qualley dan Callum Turner sebagai pemeran utama. Paul Dano, Diego Calva, Madeline Brewer, Emory Cohen, dan Nicholas Alexander Chavez juga ikut bergabung.
Proses pra-produksi film ini bermula dari perang penawaran (bidding war) yang sengit di antara sejumlah studio besar seperti A24, Netflix, dan Warner Bros pada Juni 2024, sebelum akhirnya dimenangkan oleh Paramount Pictures.
Setelah melengkapi susunan pemeran pada pertengahan 2026, proses syuting dilaporkan telah resmi dimulai sejak Juli 2026 dengan mengambil lokasi di New Jersey, Amerika Serikat.
Versi orisinal Possession yang dirilis pada tahun 1981 merupakan kary garapan Andrzej uawski, dengan Sam Neill dan Isabelle Adjani sebagai bintang utama.
Ceritanya tentang seorang mata-mata dan istrinya yang mulai menunjukkan perilaku aneh, meresahkan, hingga beraura supranatural setelah sang istri meminta cerai.
Dalam wawancara terbarunya bersama Entertainment Weekly, Parker Finn berjanji akan menghadirkan interpretasi yang tidak kalah liar dari versi klasik.
"Kami merencanakan sebuah film yang sangat tajam, liar, dan gila. Film ini akan memiliki ketajaman dan keganasan yang sama dengan aslinya. Saya ingin membuat sesuatu yang tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, melainkan juga penerus spiritual yang berkomunikasi dengan karya orisinalnya, sembari membawa eksplorasi-eksplorasi baru." tutur Parker Finn, dikutip pada Rabu (12/8/2026).
Parker Finn menyadari bahwa kesuksesan waralaba Smile telah memberikannya basis penonton yang jauh lebih masif.
"Saya merasa sedang membuat film ini untuk audiens yang besar, tetapi saya juga membuatnya khusus untuk para penggemar (Possession) versi orisinal. Saya harap penonton bersedia memberikannya kesempatan," pungkasnya.
Namun, pengumuman mengenai proyek remake ini justru memicu penolakan keras dari sejumlah penikmat film. Keluhan utama yang muncul berfokus pada pandangan bahwa Possession (1981) sudah sempurna dan sama sekali tidak membutuhkan versi remake.
Sentimen negatif publik ini dinilai semakin menguat menyusul duka yang masih menyelimuti industri perfilman atas kepergian salah satu bintangnya, Sam Neill, baru-baru ini.
Di sisi lain, sebuah fakta menarik terungkap di balik layar. Presentasi awal (pitching) untuk proyek remake ini dilaporkan mendapat sambutan yang luar biasa positif dari para eksekutif Hollywood yang mendengarnya.
Walau penilaian tersebut datang dari kacamata pelaku industri bisnis, hal ini mengisyaratkan perlunya publik untuk tetap berpikiran terbuka setidaknya hingga cuplikan rekaman resmi perdana dirilis.
Meski banyak perdebatan soal perlu atau tidaknya film ini di-remake, Possession (1981) akan selalu dikenang sebagai karya horor klasik yang tak lekang oleh waktu.
Nah, sekarang kita tinggal menunggu pembuktian dari seorang Parker Finn. Semoga saja visinya bisa memberikan tribute yang sepadan untuk menggambarkan betapa epik mahakarya orisinal ini.
Baca Juga
-
Netflix Rilis Trailer The Gentlemen Season 2, Siap Tayang 3 September
-
Dituding Palsukan Kehamilan, Anne Hathaway Beri Balasan Menohok
-
3 Hari Tayang, Film The Last House Melesat Puncaki Top 10 Netflix Global
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo
Artikel Terkait
-
Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?
-
Tom Cruise Apes! Film Digger Terancam Jadi Proyek Paling Rugi Sejarah Masa
-
Sinopsis Guarding Stars, Kisah Komedi Romantis antara Artis dan Pengawalnya
-
Review Whalefall: Saat Penderitaan Manusia Menjadi Tontonan di Bioskop
-
Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?
Entertainment
-
Bikin Suguhan Segar, Adili Idola Bawa Warna Baru Stand Up Comedy Indonesia
-
Anime Adaptasi Webtoon The Boxer Bagikan PV, Ungkap 4 Pengisi Suara Utama
-
Dicibir Netizen karena Tanya Target Nikah ke Marsha Aruan, Evelyn Chrestella Akhirnya Minta Maaf
-
5 Idol K-Pop yang Sukses Gebrak Dunia Akting Lewat Drakor 2026, Siapa Saja?
-
Tak Ketemu Hayoung di The Trauma Code 2, Yuk Intip 5 Dramanya yang Lain!
Terkini
-
Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?
-
Metallica, Palestina, dan Ironi Sebuah Band Anti-Perang
-
Review Film Whalefall: Pengalaman Menegangkan Berada di Perut Mamalia Laut
-
Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier
-
Ketua Komite FFI 2026 Ikut Kaget, Publik Pertanyakan Transparansi Seleksi Piala Citra