Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Narnia (X/PopBase)
Anggia Khofifah P

Netflix resmi mengumumkan langkah besar untuk menghidupkan kembali dunia fantasi legendaris The Chronicles of Narnia karya C.S. Lewis. Melalui film layar lebar yang ditulis dan disutradarai oleh Greta Gerwig, Netflix berambisi membawa penonton kembali ke negeri Narnia dengan pendekatan yang diklaim tidak seperti apa pun yang pernah dilihat atau didengar sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Tudum, media resmi Netflix.

Film Narnia versi terbaru ini dikabarkan akan tayang perdana di bioskop IMAX pada November 2026, sebelum akhirnya tersedia secara global di Netflix pada Desember di tahun yang sama. Strategi rilis ganda ini menegaskan keseriusan Netflix dalam menjadikan Narnia sebagai proyek sinematik berskala besar, sekaligus memberikan pengalaman menonton maksimal di layar lebar sebelum hadir di layanan streaming.

Greta Gerwig, yang sebelumnya meraih pujian luas lewat Lady Bird, Little Women, dan fenomena global Barbie, dipercaya membawa visi segarnya ke dunia Narnia.

Menurut pernyataan resmi Netflix yang juga dikutip oleh Tudum, Gerwig dikenal mampu menemukan sudut pandang baru dalam kisah-kisah yang telah dicintai lintas generasi. Pendekatan inilah yang diharapkan dapat memperkenalkan Narnia kepada generasi baru, tanpa menghilangkan daya tarik klasiknya bagi penggemar lama.

Meski detail cerita dan jajaran pemeran masih dirahasiakan, Netflix mengonfirmasi bahwa film ini akan menjadi bab pertama dari perjalanan sinematik Narnia versi mereka. Menariknya, meskipun berbagai laporan menyebut bahwa film perdana ini akan mengadaptasi The Magician's Nephew, Netflix secara konsisten menyebut proyek ini hanya dengan judul Narnia, tanpa menegaskan judul buku yang diadaptasi.

Informasi mengenai The Magician's Nephew sebagai materi utama pertama kali dilaporkan oleh Nexus Point News dan diperkuat oleh wawancara Gerwig dengan Time, di mana ia menyebut ketertarikannya pada paradoks dunia-dunia ciptaan C.S. Lewis.

The Magician's Nephew sendiri merupakan buku keenam yang diterbitkan dalam seri Narnia, namun berfungsi sebagai prekuel dari The Lion, the Witch and the Wardrobe. Kisah ini mengeksplorasi asal-usul Narnia, kemunculan White Witch, serta latar belakang Digory Kirke dan lemari ajaib yang menjadi portal antardunia. Jika benar diadaptasi, film ini akan menjadi adaptasi layar pertama untuk buku tersebut.

Dari sisi produksi, film ini digarap oleh Greta Gerwig bersama Mark Gordon, Amy Pascal, dan Vincent Sieber-Smith sebagai produser. Selain itu, Douglas Gresham dan Melvin Adams turut terlibat sebagai produser eksekutif mewakili C.S. Lewis Estate, bersama Patty Whitcher.

Netflix, dalam pernyataan resminya yang dirilis pada ajang What Next?, menegaskan bahwa proyek ini dikerjakan dengan pengawasan langsung dari pihak estate, guna menjaga warisan dan nilai cerita asli C.S. Lewis.

Seri The Chronicles of Narnia sendiri terdiri dari tujuh buku yang pertama kali diterbitkan pada 1950 dan telah terjual lebih dari 115 juta kopi di seluruh dunia serta diterjemahkan ke dalam 57 bahasa. Dunia Narnia dikenal dengan perpaduan mitologi, dongeng, dan simbolisme yang kaya, menghadirkan karakter ikonis seperti Aslan, faun, penyihir, hingga manusia dari dunia nyata.

Sebelumnya, Narnia telah beberapa kali diadaptasi ke layar. BBC memproduksi serial televisi pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an, sementara Disney merilis trilogi film layar lebar dari 2005 hingga 2010. Namun, adaptasi Netflix yang digarap Gerwig ini menandai era baru, sekaligus menjadi proyek Narnia pertama sejak Netflix mengumumkan akuisisi hak adaptasi pada 2019.

Setelah sempat mengalami stagnasi dalam pengembangan awal, proyek ini kembali bergerak maju sejak Gerwig resmi bergabung.

Dengan reputasi Greta Gerwig sebagai sineas visioner, dukungan penuh Netflix, serta kekayaan dunia cerita C.S. Lewis, Narnia versi terbaru ini diharapkan menjadi salah satu proyek fantasi paling ambisius dalam beberapa tahun ke depan.