Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Produser XG, Simon Jakops (X/allkpop)
Anggia Khofifah P

Industri hiburan Asia dikejutkan oleh kabar penangkapan Simon Jakops, produser utama di balik girl group XG. Dikutip dari Allkpop dan sejumlah media Jepang seperti Asahi Shimbun serta Yomiuri Shimbun, Simon yang bernama asli Simon Junho Sakai ditangkap pada 23 Februari dini hari di sebuah hotel di Nagoya, Jepang, atas dugaan kepemilikan narkotika.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh Divisi Investigasi Narkotika dan Senjata Api Kepolisian Metropolitan Tokyo setelah menerima laporan anonim terkait dugaan penggunaan kokain dan ganja. Berdasarkan laporan TBS dan Fuji TV, aparat menemukan empat paket kokain serta satu paket ganja kering di kamar hotel tempat Simon dan tiga orang lainnya menginap. Keempatnya kemudian diamankan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Narkotika Jepang.

Tiga individu lain yang turut ditangkap dilaporkan merupakan pejabat dari agensi hiburan besar Jepang, termasuk dua karyawan dari Avex serta penyanyi dan produser Chancellor (Kim Jung Seung). Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki asal-usul narkotika tersebut dan detail lain terkait kasus ini.

Penangkapan terjadi hanya beberapa jam setelah XG menggelar konser di Nagoya sebagai bagian dari tur dunia kedua mereka. Simon diketahui hadir untuk memantau jalannya pertunjukan. Tur tersebut sebelumnya dibuka di Yokohama pada 6 - 8 Februari dan berhasil menarik sekitar 60.000 penonton selama tiga hari. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian terhadap aktivitas dan promosi internasional XG ke depan. Perwakilan XG sempat menyatakan kepada media bahwa mereka tengah mengonfirmasi situasi yang beredar.

Simon Jakops, yang juga dikenal dengan nama profesional JAKOPS, lahir pada 29 Mei 1986 di Seattle, Amerika Serikat. Ia berdarah campuran Korea dan Jepang, dengan ayah berkebangsaan Korea dan ibu berkebangsaan Jepang. Nama JAKOPS sendiri merupakan akronim dari "Japan + Korea + Produced by Simon," yang merefleksikan identitas dan visinya dalam bermusik.

Kariernya di industri hiburan dimulai pada 2009 ketika ia terlibat dalam produksi album kelima MC Mong. Pada 2012, ia debut sebagai anggota boy group DMTN (sebelumnya bernama Dalmatian), di mana ia dikenal sebagai rapper dan vokalis dengan gaya panggung energik. Setelah grup tersebut vakum pada 2013, Simon mengalihkan fokusnya ke balik layar sebagai produser musik.

Sebagai produser, ia menulis dan menggarap musik untuk sejumlah artis, termasuk Yuju dan Kang Daniel. Pada 2017, ia mendirikan perusahaan hiburan XGALX dan menjabat sebagai CEO sekaligus Executive Producer. Di bawah naungannya, lahirlah girl group XG pada 2022, yang seluruh anggotanya berasal dari Jepang.

XG dengan cepat menarik perhatian global lewat lagu-lagu seperti LEFT RIGHT, SHOOTING STAR, dan WOKE UP. Konsep musik dan visual mereka yang unik bahkan membuat grup ini disebut sebagai pelopor X-POP. Di bawah arahan Simon, XG tidak hanya tampil dengan koreografi kuat dan video musik futuristik, tetapi juga berhasil mencatat sejarah sebagai artis Jepang pertama yang memuncaki tangga lagu Billboard tertentu.

Peran Simon dalam XG sangat sentral. Ia terlibat langsung dalam proses seleksi anggota, pelatihan, penulisan lagu, produksi musik, hingga pengarahan konsep visual. Banyak pihak menyebutnya sebagai "jiwa" di balik identitas artistik grup tersebut.

Kasus ini tentu menjadi pukulan besar, baik bagi Simon secara pribadi maupun bagi XG sebagai grup yang tengah berada di puncak popularitas. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari agensi terkait status hukum Simon maupun langkah lanjutan terhadap aktivitas XG.

Industri hiburan Jepang dikenal memiliki regulasi ketat terkait narkotika, dan kasus semacam ini sering kali berdampak luas pada karier publik figur yang terlibat. Oleh karena itu, publik kini menantikan perkembangan resmi dari pihak berwenang serta klarifikasi dari manajemen artis terkait.