Akhir pekan ini, layar bioskop kembali diisi oleh beragam film dari lintas genre. Salah satunya yakni film sekuel horor 28 Years Later: The Bone Temple, yang kembali menyajikan sebuah teror mencekam di dunia pasca virus Rage yang kian mencekam.
Penasaran sinopsisnya? Intip ulasannya di bawah ini!
1. 28 Years Later: The Bone Temple
Film ini kembali melanjutkan kisah 28 Years Later dengan berfokus pada Spike (Alfie Williams) yang berusaha untuk tetap bertahan hidup dan menyelamatkan ibunya usai wabah virus Rage menyerang kota Inggris.
Namun, Spike terjebak di antara ambisi Dr. Kelson, fanatisme sekte, serta ancaman dari para terinfeksi yang terus menambah.
Film untuk penonton dewasa berusia 17 tahun ke atas ini dapat ditonton di bioskop.
2. Alas Roban
Alas Roban berkisah mengenai Sita (Michelle Ziudith), ibu tunggal asal Pekalongan, yang pindah ke Semarang untuk bekerja.
Sita menempuh perjalanan dengan putrinya yang tunanetra lewat bus terakhir yang melintasi jalur angker, Alas Roban.
Namun, bus tersebut mogok di tengah hutan. Sejak insiden tersebut, Gendis mulai menerima banyak kejadian aneh, seperti mendengar bisikan asin dan kesurupan tiap malam.
Film untuk penonton dewasa berusia 17 tahun ke atas dapat ditonton di bioskop.
Zhong Bufan (Peng Yuchang), seorang pemuda yang pergi dari kampung halamannya ke Beijing karena masalah keluarga.
Ia kemudian bertemu Ren Jiqing (Jackie Chan), pria lansia penderita Alzheimer, yang mengira Zhong adalah anaknya yang selama ini menghilang.
Kesalahpahaman tersebut lantas membuat keduanya menjalin hubungan seperti keluarga, memberikan Zhong kisah keluarga yang sebelumnya tak pernah ia temukan.
Film untuk penonton remaja yang berusia 13 tahun ke atas ini dapat disaksikan di bioskop.
Film ini berkisah mengenai Deva (Jerome Kurnia), pilot playboy yang sering memainkan hati pramugari. Tiara (Nadya Arina) bahkan menjadi salah satu korban dari janji manis Deva.
Bekerja di maskapai yang sama lantas membuat keduanya sering bertemu, hingga Deva kian menjerat Tiara dalam hubungan yang penuh kebohongan.
Film ini dapat ditonton di bioskop.
Film anime karya Makoto Shinkai ini berkisah mengenai perjalanan hidup Takaki Tono serta kenangan cinta pertamanya dengan Akari Shinohara.
Takaki bertemu pada kenyataan mengenai jarak, waktu, dan ingatan dari cinta pertamanya.
Film ini terbagi ke dalam tiga babak yang memamerkan fase berbeda sepanjang hidup Takaki, mulai dari perpisahan masa kecil, pencarian makna cinta begitu remaja, hingga kekosongan emosional ketika dewasa.
Film ini diberi rating R13+ dan dapat ditonton di bioskop.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Sukses Besar! Sutradara Mengaku Sudah Siapkan Naskah Sekuel Film Hope
-
Review Insidious Out of the Further, Bumbu Baru yang Buat Penonton Bingung
-
Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M
-
Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!
Artikel Terkait
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Horor Visceral Terbaik Sepanjang Masa
-
Review 28 Years Later: The Bone Temple, Lebih Brutal Namun Manusiawi
-
Sinopsis Film Tu Meri Main Tera Main Tera Tu Meri, Dibintangi Kartik Aaryan
-
Ada Shareefa Daanish, Film 'Lift': Ruang Sempit Membawa Malapetaka
-
Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Horor Janji Lama yang Menagih Harga
Entertainment
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Catat Tanggalnya! NCT Wish Siap Merilis Album Terbaru 'I SPY' Oktober Depan
-
Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia