Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Film Live-Action Blue Lock (X/BLUELOCK_MOVIE)
Anggia Khofifah P

Adaptasi live action dari manga sepak bola populer Blue Lock resmi memperlihatkan visual perdananya dan langsung menyedot perhatian penggemar. Informasi ini disampaikan melalui akun X resmi film tersebut (sebelumnya Twitter). Visual awal tersebut dirilis bersamaan dengan tagline "Egos, Assemble", sebuah frasa yang merangkum inti cerita Blue Lock tentang benturan ambisi, ego, dan tekad para striker muda Jepang.

Selain itu, visual karakter Yoichi Isagi juga turut dirilis.

Visual yang dirilis menampilkan pendekatan artistik yang cukup berani. Alih-alih memperlihatkan wajah karakter secara utuh, ilustrasi tersebut menyoroti bagian mata dengan warna yang sangat menonjol. Pilihan ini dinilai mampu menangkap aura intens dan kompetitif yang menjadi ciri khas seri aslinya. Meski daftar pemeran belum diumumkan, visual tersebut sudah memberikan gambaran bahwa adaptasi live action ini tidak berniat tampil setengah-setengah dalam menerjemahkan identitas Blue Lock ke layar lebar.

Produksi film live action Blue Lock ditangani oleh studio CREDEUS, yang sebelumnya dikenal lewat kesuksesan adaptasi live action berskala besar seperti Kingdom, Golden Kamuy, dan Kokuho. CEO CREDEUS, Shinzo Matsuhashi, mengungkapkan bahwa dirinya langsung terpikat oleh energi mentah dan gaya penceritaan manga Blue Lock yang sangat khas Jepang sejak pertama kali membacanya.

Mengutip Japan Anime News, pengembangan proyek ini sudah dimulai secara penuh sejak 2022, dengan proses penulisan skenario yang melibatkan diskusi intens dan berulang bersama kreator aslinya, Muneyuki Kaneshiro dan Yusuke Nomura.

Matsuhashi juga menekankan bahwa tantangan terbesar dalam adaptasi ini adalah menjaga unsur realisme, terutama dalam menggambarkan "ego" para karakter yang menjadi nyawa cerita. Oleh karena itu, proses casting dilakukan secara besar-besaran dengan lebih dari 1.000 aktor mengikuti audisi.

Kriteria pemilihan tidak hanya didasarkan pada kemampuan akting, pengalaman sepak bola, dan penampilan visual, tetapi juga kepribadian masing-masing kandidat. Pendekatan ini dilakukan demi menemukan sosok yang benar-benar mampu merepresentasikan karakter "egoist striker" seperti dalam manga.

Lebih lanjut, Matsuhashi mengungkapkan bahwa para aktor terpilih telah menjalani pelatihan intensif sekitar satu setengah tahun sebelum proses syuting dimulai. Mereka berlatih langsung di bawah bimbingan pemain sepak bola profesional. Proses ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis bermain bola, tetapi juga membentuk mentalitas kompetitif yang menjadi fondasi cerita Blue Lock.

Sebagai konteks, Blue Lock merupakan manga bertema sepak bola yang diserialkan di Weekly Shonen Magazine. Ceritanya mengikuti Yoichi Isagi, seorang striker SMA yang sebelumnya tidak dikenal, namun terpilih mengikuti proyek ekstrem bernama "Blue Lock".

Proyek tersebut digagas oleh Asosiasi Sepak Bola Jepang untuk menciptakan satu striker egois yang mampu membawa Jepang menjuarai Piala Dunia. Sebanyak 300 penyerang muda dari seluruh Jepang dikumpulkan dan dipaksa saling bersaing dalam program seleksi brutal, di mana hanya yang terkuat dan paling egois yang bisa bertahan.

Popularitas Blue Lock terus meningkat pesat. Hingga kini, manga ini telah melampaui angka 50 juta kopi beredar. Adaptasi anime musim pertamanya tayang pada Oktober 2022 hingga Maret 2023, disusul musim kedua pada Oktober hingga Desember 2024.

Waralaba ini juga berkembang ke berbagai media lain, mulai dari gim yang dirilis pada 2022, adaptasi panggung pada 2023, film anime BLUE LOCK THE MOVIE -EPISODE NAGI-, hingga pengumuman musim ketiga anime yang sedang dalam tahap produksi. Seluruh perkembangan tersebut menjadi bukti kuatnya daya tarik seri ini.

Dengan rekam jejak CREDEUS dan proses produksi yang sangat serius, film live action Blue Lock diproyeksikan menjadi salah satu adaptasi manga olahraga paling ambisius dalam beberapa tahun terakhir.

Penayangannya pada musim panas 2026, yang bertepatan dengan atmosfer Piala Dunia, semakin menambah antusiasme penggemar terhadap bagaimana benturan ego para striker ini akan diwujudkan dalam format live action.