Nama Rigen Rakelna kembali jadi perbincangan hangat di media sosial. Namun kali ini, bukan karena punchline khasnya yang memancing tawa, melainkan karena penampilan vokalnya saat menyanyikan lagu legendaris Samsons, “Bukan Diriku”.
Tak sedikit netizen yang terkejut dengan kualitas suara Rigen, bahkan sampai ada menyebut kalau terdengar lebih “Bams” dari penyanyi aslinya. Penampilan ini langsung viral dan menuai respons positif.
Banyak yang mengaku merinding sekaligus kagum. Dari sini, publik seolah dibuat sadar kalau Rigen bukan cuma jago ngelawak, tapi juga punya kualitas vokal yang patut diperhitungkan, terutama untuk lagu-lagu band Samsons.
Penampilan yang Tak Terduga, Tapi Mengena
Rigen dikenal luas sebagai komika dengan gaya celetukan spontan dan karakter humor yang santai. Karena itu, saat ia tampil menyanyikan “Bukan Diriku”, banyak yang awalnya mengira ini hanya bagian dari gimmick atau sekadar hiburan ringan.
Namun dugaan itu langsung terpatahkan begitu Rigen mulai masuk ke bait pertama. Suaranya terdengar stabil, penuh rasa, dan yang paling disorot warna vokalnya sangat mirip dengan Bams, vokalis Samsons.
Artikulasi, penekanan emosi, hingga dinamika nada membuat lagu ini terasa hidup dan nostalgik. Alih-alih terdengar seperti cover asal-asalan, penampilan Rigen justru terasa tulus dan matang.
Netizen: “Ini Lebih Bams dari Bams”
Komentar netizen pun membanjiri media sosial. Banyak yang menyebut bahwa Rigen berhasil menangkap esensi lagu “Bukan Diriku” dengan sangat pas. Bahkan, beberapa netizen berkelakar kalau cuma dengar audionya, sulit membedakan apakah itu Bams atau Rigen.
Pujian ini tentu bukan berarti merendahkan Bams, tapi menunjukkan betapa kuatnya karakter vokal Rigen saat membawakan lagu tersebut. Ia tidak mengubah aransemen secara berlebihan, tapi juga tidak terdengar meniru secara kaku.
“Lebih bams dari bams nya sendiri,” tulis salah satu netizen.
“Rigen itu bams yg menyamar,” kelakar netizen lainnya.
“Keren banget adiknya Bams,” puji yang lain di kolom komentar.
“Kalo liat nya sambil merem bakal gak nyangka itu rigen,” komen netizen menilai kemiripan suara Rigen dengan Bams.
“Merinding. Mas Rigen lebih cocok mnjdi vokalisnya,” balas netizen lain.
“ngelamar bang rigen ke samsons,” timpal yang lain senada.
Fenomena Multitalenta di Dunia Hiburan
Respons positif terhadap Rigen juga mencerminkan perubahan selera audiens. Penonton kini semakin mengapresiasi sosok multitalenta, bukan hanya spesialis satu bidang. Ketika seorang komedian bisa bernyanyi dengan baik, itu bukan dianggap aneh, justru dinilai sebagai nilai tambah.
Fenomena ini membuat publik lebih terbuka dan tidak mudah menghakimi. Selama penampilan itu tulus dan berkualitas, audiens siap menerima. Dalam kasus Rigen, banyak yang berharap ia lebih sering menunjukkan sisi musikalnya di kesempatan lain.
Dari komedian yang dikenal santai, Rigen kini mendapat pengakuan baru sebagai sosok dengan kemampuan vokal yang layak diapresiasi. Bukan tidak mungkin, ke depan publik akan melihat lebih banyak sisi lain dari Bang Rigen.
Lagu “Bukan Diriku”: Antara Nostalgia dan Kejutan
Lagu “Bukan Diriku” memiliki tempat khusus di hati banyak pendengar, terutama generasi yang tumbuh bersama lagu-lagu Samsons. Ketika lagu ini dibawakan oleh sosok yang tak terduga seperti Rigen, efeknya menjadi berlipat antara nostalgia dan kejutan.
Inilah yang membuat penampilan Rigen tersebut begitu mudah viral. Meski bukan di panggung besar, tapi Rigen mampu menyentuh memori lama dengan suara yang mudah dikenali dan dekat di hati.
Di sisi lain, penampilan Rigen saat menyanyikan ini bukan sekadar hiburan sesaat. Ia menjadi bukti bahwa di balik tawa, ada kedalaman dan kemampuan lain yang selama ini tersembunyi.
Disebut lebih “Bams” dari Bams mungkin terdengar berlebihan, tapi satu hal pasti Rigen berhasil membawakan lagu ini dengan rasa, teknik, dan kejujuran yang membuat banyak orang terkesan sekaligus memicu nostalgia.
Baca Juga
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Dibalik Tren Padel dan Gym: Kenapa Olahraga Sekarang Jadi Ajang Pamer Gaya Hidup?
-
Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?
-
Realita Komunitas Olahraga: Jaga Kebugaran, Cari Teman atau Demi Validasi?
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
Artikel Terkait
-
Eksklusif: Bagaimana Massive Music Membangun Masa Depan Soundtrack Lewat Teknologi
-
5 Fakta Menarik Film Modual Nekad, Gading Marten dan Gisella Anastasia Rujuk?
-
Makjleb! 3 Amanat Satir dalam Film Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung
-
Rayakan 20 tahun Album Naluri Lelaki, Samsons Bakal Gelar Konser dan Rilis Lagu Baru
-
Jawab Isu Cemburuan, Rigen Rakelna Akui Minta Restu Istri Sebelum Syuting Bareng Davina Karamoy
Entertainment
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Sinopsis Children of Blood and Bone, Film Adaptasi Novel Laris Tayang 2027
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum