Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
DK dan Seungkwan SEVENTEEN (soompi.com)
Anggia Khofifah P

Sub-unit terbaru SEVENTEEN, DxS yang terdiri dari DK dan Seungkwan, mencatatkan pencapaian membanggakan di kancah musik internasional.

Dikutip dari Soompi, pada 27 Januari waktu setempat, Billboard mengumumkan bahwa mini album debut mereka berjudul Serenade berhasil masuk ke tangga lagu Billboard 200, daftar 200 album terpopuler di Amerika Serikat. Untuk periode chart yang berakhir pada 31 Januari, Serenade debut di posisi No. 195, menandai langkah awal yang kuat bagi unit vokal ini.

Tak hanya itu, Serenade juga menunjukkan performa impresif di berbagai tangga lagu Billboard lainnya. Album ini debut di peringkat No. 3 pada chart World Albums, serta menempati posisi No. 6 di Top Album Sales dan Top Current Album Sales.

Artinya, Serenade menjadi album terlaris keenam di Amerika Serikat pada minggu tersebut. Secara individual, DK dan Seungkwan juga masuk dalam chart Billboard Emerging Artists, masing-masing berada di peringkat No. 7 dan No. 8.

DxS hadir sebagai sub-unit baru di tahun ke-11 perjalanan SEVENTEEN, memberikan sorotan khusus pada kekuatan vokal dua main vocalist grup tersebut.

DK dan Seungkwan telah lama dikenal memiliki chemistry yang solid, baik di atas panggung maupun dalam berbagai konten hiburan, termasuk unit populer BSS bersama Hoshi. Namun melalui DxS, keduanya menampilkan sisi musikal yang lebih intim dan emosional, sekaligus menegaskan fleksibilitas SEVENTEEN dalam mengeksplorasi genre dan format unit yang berbeda.

Mini album Serenade sendiri berisi enam lagu, yaitu Rockstar yang merupakan lagu solo DK, Blue sebagai title track, Guilty Pleasure, Silence, Dream Serenade yang dibawakan oleh Seungkwan, serta lagu penutup berjudul Prelude of Love.

Nama Serenade memiliki makna "lagu cinta yang dinyanyikan di malam hari", mencerminkan nuansa emosional dan personal yang ingin disampaikan melalui album ini.

Dalam wawancara yang dikutip Rolling Stone, DK dan Seungkwan menyebut proyek ini sangat dekat dengan perasaan mereka, karena memungkinkan keduanya mengekspresikan emosi secara jujur dan mendalam.

Title track Blue menjadi pusat perhatian berkat pesan liriknya yang kuat. Lagu ini menggambarkan kesadaran pahit tentang cinta yang perlahan menjadi dingin dan bertepuk sebelah tangan.

Warna biru digunakan sebagai simbol kesedihan mendalam dan jarak emosional, di mana sang penyanyi merasa tenggelam dalam keheningan dan ketidakpedulian pasangan. Meski berusaha meraih kembali hubungan tersebut, ia akhirnya menyadari bahwa cinta itu telah mencapai titik akhir yang tak dapat diputar ulang. Makna ini diperkuat melalui music video yang dibintangi oleh Lee Yoo Mi dan Steve Sanghyun Noh.

Secara musikal, album ini menampilkan ragam genre, mulai dari pop-rock, ballad, hingga R&B. Perpaduan vokal DK yang bertenaga dengan warna suara Seungkwan yang emosional menciptakan harmoni yang saling melengkapi di setiap lagu. DK menjelaskan bahwa sebagai main vocalist, mereka ingin memberi fokus lebih besar pada aspek musikal dan vokal, serta menampilkan sisi baru yang terasa segar bagi Carat, sebutan untuk penggemar SEVENTEEN.

Seungkwan menambahkan bahwa melalui album unit ini, mereka dapat lebih berkonsentrasi satu sama lain, sesuatu yang sulit dilakukan dalam aktivitas grup yang besar. Ia menyebut proses ini sebagai kesempatan untuk berkomunikasi lebih dalam dan menangkap suasana emosional yang hanya bisa dibagikan oleh mereka berdua.

Keberhasilan DxS menembus Billboard 200 menjadi bukti bahwa sub-unit ini diterima dengan baik oleh pasar global. Dengan debut yang solid melalui Serenade, DxS membuka babak baru yang menjanjikan dalam perjalanan panjang SEVENTEEN.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS