Sekar Anindyah Lamase | Yas Julia
Potret Tame Impala dan Jenny (Instagram/_tameimoala, jennierubbyjane)
Yas Julia

Kabar gembira kembali datang dari Jennie BLACKPINK. Idol yang kini berstatus sebagai bintang global ini resmi mengonfirmasi kolaborasi internasional terbarunya bersama Tame Impala, proyek musik solo milik musisi asal Australia, Kevin Parker. Kolaborasi ini langsung mencuri perhatian publik karena mempertemukan dua dunia musik yang berbeda, K-pop dan psychedelic rock.

Konfirmasi kolaborasi ini pertama kali terungkap pada Selasa, (3/2/2026). Jennie membagikan ulang unggahan Insta Story dari akun resmi Tame Impala yang memperdengarkan potongan lagu berjudul “Dracula”.

Cuplikan singkat tersebut langsung membuat penggemar heboh, terlebih karena menampilkan warna musik khas Tame Impala yang berpadu dengan vokal Jennie yang terdengar misterius dan eksperimental.

Tak lama setelah teaser tersebut beredar, Kevin Parker secara resmi mengumumkan bahwa “Dracula” akan dirilis pada 6 Februari 2026 di berbagai platform musik digital. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri rasa penasaran penggemar yang sudah berspekulasi sejak teaser pertama muncul di media sosial.

Kolaborasi Jennie dan Tame Impala menjadi sorotan karena tergolong tidak biasa. Tame Impala dikenal sebagai proyek musik satu orang yang mengusung genre psychedelic rock dan synth-pop, dengan karakter sound yang dreamy, atmosferik, dan penuh eksperimen.

Sementara itu, Jennie selama ini dikenal sebagai idol K-pop dengan citra kuat, edgy, dan modern. Pertemuan dua gaya ini diprediksi akan menghadirkan warna musik baru yang segar dan berani.

Bagi Jennie, proyek ini menambah panjang daftar kolaborasi internasionalnya. Sebelumnya, pada Februari 2025, ia sukses menggandeng rapper Amerika, Doechii, dalam lagu “ExtraL” yang menjadi bagian dari album solonya Ruby. Lagu tersebut mendapat respons positif dan video musiknya telah ditonton lebih dari 114 juta kali di YouTube. Kesuksesan tersebut menegaskan posisi Jennie sebagai solois K-pop yang mampu menembus pasar global.

Kolaborasi bersama Tame Impala juga menunjukkan keberanian Jennie untuk terus mengeksplorasi genre musik di luar pakem K-pop. Langkah ini dinilai sejalan dengan citra Jennie yang semakin matang secara musikal dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Banyak penggemar dan penikmat musik internasional menilai kolaborasi ini sebagai bentuk ekspansi artistik yang menarik.

Di sisi lain, Kevin Parker juga dikenal sebagai musisi yang terbuka terhadap kolaborasi lintas genre dan budaya. Menggandeng Jennie BLACKPINK dianggap sebagai langkah strategis untuk menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya penggemar K-pop yang memiliki basis global yang sangat kuat.

Kesibukan Jennie tak berhenti sampai di situ. Di awal tahun 2026, ia juga disibukkan dengan aktivitas grup bersama BLACKPINK. Girl group besutan YG Entertainment ini dijadwalkan merilis mini album ketiga mereka bertajuk “DEADLINE” pada 27 Februari 2026 pukul 12.00 EST. Album ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian besar proyek BLACKPINK di tahun 2026.

Tak hanya album, BLACKPINK juga tengah menjalani tur dunia dengan tajuk yang sama, DEADLINE. Tur ini menjadi salah satu agenda paling dinantikan BLINK di berbagai negara, mengingat antusiasme penggemar yang selalu tinggi terhadap penampilan live BLACKPINK.

Dengan padatnya jadwal solo dan grup, Jennie kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu idol K-pop paling berpengaruh saat ini. Kolaborasi bersama Tame Impala lewat “Dracula” bukan hanya sekadar proyek musik, tetapi juga menjadi simbol pertemuan dua kultur musik yang berbeda.

Menjelang perilisannya pada 6 Februari 2026, “Dracula” sudah menjadi salah satu lagu kolaborasi paling dinanti di awal tahun ini. Banyak penggemar berharap lagu ini mampu menghadirkan pengalaman musik yang unik sekaligus memperlihatkan sisi baru dari Jennie BLACKPINK.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS