Prilly Latuconsina akhirnya buka suara usai ramai dikritik netizen terkait fitur open to work di akun LinkedIn miliknya. Unggahan tersebut sempat memicu perdebatan karena dinilai tidak sensitif terhadap pencari kerja.
Melalui video klarifikasi yang diunggah di media sosial, Prilly menjelaskan bahwa niatnya tidak pernah untuk meremehkan siapa pun. Ia mengaku menggunakan fitur tersebut sebagai bagian dari kebutuhan profesional, bukan sekadar ikut tren.
Prilly menyampaikan bahwa dirinya aktif di LinkedIn karena terlibat langsung dalam berbagai proyek dan bisnis. Menurutnya, platform tersebut memang ia manfaatkan untuk membangun jejaring kerja secara profesional.
Aktris berusia 29 tahun itu juga menegaskan bahwa status open to work tidak selalu berarti seseorang sedang kesulitan mencari pekerjaan. Dalam konteksnya, fitur tersebut digunakan untuk membuka peluang kolaborasi dan perekrutan.
“LinkedIn aku pakai untuk kerja, bukan untuk bercanda,” ujar Prilly dalam pernyataannya.
Ia menyadari bahwa unggahannya bisa menimbulkan salah paham di tengah kondisi sulit yang dialami banyak pencari kerja.
Prilly kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada publik, khususnya kepada mereka yang merasa tersinggung. Ia mengaku tidak berniat menormalisasi atau meremehkan perjuangan para pencari kerja.
Menurut Prilly, kritik yang datang menjadi pengingat penting baginya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Ia juga menekankan bahwa setiap platform memiliki konteks dan audiens yang berbeda.
Isu ini ramai diperbincangkan karena banyak netizen menilai figur publik seharusnya lebih peka terhadap realitas sosial. Fitur open to work dianggap sensitif karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, sebagian netizen juga menyuarakan dukungan kepada Prilly. Mereka menilai klarifikasi tersebut cukup menjelaskan bahwa penggunaan LinkedIn bersifat profesional dan sah bagi siapa pun.
Prilly dikenal tidak hanya sebagai aktris, tetapi juga produser dan pengusaha muda. Aktivitas profesionalnya di balik layar membuatnya aktif membuka peluang kerja dan kolaborasi.
Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana satu unggahan di media sosial bisa memicu diskusi luas. Bagi publik figur, transparansi dan empati menjadi kunci dalam merespons kritik.
Prilly pun menutup klarifikasinya dengan harapan agar diskusi ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Ia mengajak publik untuk saling memahami konteks sebelum menilai sesuatu secara sepihak.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Timberland Boots: Berawal Dari Sepatu Tukang Jadi Ikon Rapper Dunia Hip Hop
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
ROG Zephyrus Duo, Laptop Dua Layar dengan RTX 5090 Seharga Mobil Bekas!
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Membangun Lingkungan Kerja Aman: Mengenal Prinsip Look, Listen, Link dalam Psychological First Aids
-
Prilly Latuconsina Minta Maaf Soal 'Open to Work', Omara Esteghlal Sindir Peran Brand
-
Omara Esteghlal Geram Prilly Diserang Sendirian, Brand Diuntungkan Tapi Artis Dikorbankan
-
Heboh Gimik 'Open to Work' Prilly: Apakah Maaf Saja Cukup Obati Luka Hati Pejuang Kerja?
-
Apa Pekerjaan Jeffrey Epstein? Punya Harta Rp9 Triliun hingga 2 Pulau Pribadi
Entertainment
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
-
Raup Rp19,6 T, The Odyssey Jadi Film Nolan Terlaris Sepanjang Karier
-
Kecewa dengan 'The Last House'? Ini 6 Film Thriller Survival yang Jauh Lebih Mencekam!
-
Manga Kemono Jihen Akan Tamat di Volume ke-26 Setelah 10 Tahun Serialisasi
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan