Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Para pemeran utama film Korea Humint (Soompi)
Anggia Khofifah P

Film aksi mata-mata (spy action) terbaru berjudul HUMINT mencatatkan pencapaian impresif di box office Korea Selatan. Pada 17 Februari pukul 13.17 KST, Dewan Film Korea (Korean Film Council) mengumumkan bahwa HUMINT resmi melampaui 1 juta penonton, hanya enam hari setelah dirilis pada 11 Februari.

Capaian tersebut tidak lepas dari kuatnya word of mouth dan ulasan positif dari penonton maupun kritikus. HUMINT disebut berhasil memadukan skala aksi besar dengan kedalaman narasi karakter, menjadikannya tontonan yang bukan hanya spektakuler secara visual, tetapi juga emosional. Film ini pun memanfaatkan momentum libur Tahun Baru Imlek untuk mendominasi perolehan penonton di bioskop nasional.

Secara garis besar, HUMINT mengangkat konflik antara agen rahasia Korea Selatan dan Korea Utara yang terlibat dalam penyelidikan kejahatan internasional. Cerita berpusat di Vladivostok, kota pelabuhan di Rusia yang secara geografis dekat dengan Semenanjung Korea. Dalam film ini, Vladivostok digambarkan sebagai wilayah abu-abu: tempat berbagai kepentingan negara bertemu, bersembunyi, dan saling berbenturan di bawah bayang-bayang diplomasi dan intrik politik.

Di tengah lanskap bersalju dan lautan dingin, para agen dari dua negara dengan sejarah panjang konflik harus saling mengawasi, mencurigai, bahkan terkadang bekerja sama demi menyelesaikan misi masing-masing. Film ini tidak hanya menyoroti konflik antarnegara, tetapi juga benturan kepentingan pribadi. Setiap karakter membawa agenda tersembunyi, sehingga alur cerita dipenuhi ketegangan dan kejutan.

Zo In Sung memerankan Jo Jang Gwang atau Chief Jo, seorang agen black ops dari National Intelligence Service (NIS) Korea Selatan. Ia dikirim ke Vladivostok untuk menyelidiki aktivitas kejahatan internasional yang mencurigakan. Karakter Chief Jo digambarkan sebagai sosok profesional yang tenang, namun menyimpan tekanan emosional akibat beratnya tanggung jawab negara.

Di sisi lain, Park Jeong Min berperan sebagai Park Geon, kepala bagian dari Kementerian Keamanan Negara Korea Utara. Park Geon juga ditugaskan ke Vladivostok dan menjadi rival tangguh bagi Chief Jo. Pertemuan keduanya menghadirkan duel strategi dan psikologis yang menjadi tulang punggung film. Ketegangan tidak hanya muncul dari adegan baku tembak, tetapi juga dari percakapan penuh sindiran dan permainan kecerdikan.

Shin Sae Kyeong memerankan Chae Seon Hwa, seorang pekerja di restoran Korea Utara di Vladivostok. Meski tampak sebagai warga sipil biasa, karakternya memegang peranan penting dalam perkembangan cerita karena memiliki hubungan langsung dengan Chief Jo.

Sementara itu, Park Hae Joon tampil sebagai Hwang Chi Seong, Konsul Jenderal Korea Utara yang waspada dan tanpa ampun. Sosoknya menambah dimensi ancaman politik dalam film, terutama terhadap Park Geon yang berada di bawah bayang-bayang pengawasannya.

Secara numerik, respons positif penonton tercermin dalam peningkatan peringkat di CGV Golden Egg Index, indikator kepuasan penonton di jaringan bioskop terbesar Korea Selatan. Nilai penilaian dari penonton nyata (real-audience ratings) juga terus mengalami kenaikan, memperkuat bukti bahwa film ini diterima dengan sangat baik.

Adegan baku tembak eksplosif, pertarungan jarak dekat yang intens, serta kejar-kejaran mobil penuh adrenalin menjadi daya tarik utama yang memang dirancang untuk pengalaman layar lebar. Namun, di balik aksi tersebut, kekuatan utama HUMINT terletak pada narasi yang rapat dan konflik karakter yang emosional. Pilihan dan perasaan tiap tokoh saling berbenturan, menciptakan drama yang terasa personal sekaligus politis.

Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan penonton, tim produksi HUMINT berencana mengadakan berbagai acara khusus pada pekan kedua dan ketiga penayangan. Dengan momentum yang masih kuat dan buzz positif yang terus bergulir, film ini diprediksi akan terus melanjutkan performa solidnya di box office nasional.