Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
KPop Demon Hunters (IMDb)
Anggia Khofifah P

Ajang penghargaan animasi paling bergengsi di Amerika Serikat kembali digelar dengan hasil yang cukup mengejutkan bagi para penggemar anime. The International Animated Film Society, ASIFA-Hollywood, resmi mengumumkan para pemenang Annual Annie Awards ke-53 pada Sabtu waktu setempat. Dalam perhelatan tahun ini, tidak ada satu pun karya anime yang berhasil membawa pulang penghargaan.

Sebaliknya, film animasi KPop Demon Hunters karya Maggie Kang dan Chris Appelhans tampil dominan. Film produksi Sony Pictures Animation untuk Netflix tersebut menyapu bersih seluruh kategori yang diikutinya dan memenangkan 10 penghargaan, termasuk kategori paling bergengsi, Best Feature.

Selain Best Feature, KPop Demon Hunters juga meraih penghargaan untuk kategori:

  • Best FX – Feature
  • Best Character Animation – Feature
  • Best Character Design – Feature
  • Best Direction – Feature
  • Best Music – Feature
  • Best Production Design – Feature
  • Best Voice Acting – Feature
  • Best Writing – Feature
  • Best Editorial – Feature

Film ini hanya tidak masuk dalam dua kategori film panjang, yakni Best Feature – Independent dan Best Storyboarding – Feature. Untuk kategori Best Feature – Independent, penghargaan jatuh kepada film Arco.

Dominasi seperti ini bukanlah hal baru dalam sejarah Annie Awards. Sebelumnya, beberapa film animasi besar seperti Coco, How to Train Your Dragon, hingga Inside Out juga pernah mencatatkan kemenangan hampir menyeluruh. Bahkan, dalam 24 tahun terakhir sejak Oscar memperkenalkan kategori Best Animated Feature pada 2001, sebanyak 15 pemenang Best Feature di Annie Awards kemudian juga memenangkan Oscar untuk kategori yang sama. Fakta ini membuat kemenangan KPop Demon Hunters semakin diperhitungkan dalam bursa prediksi Academy Awards mendatang.

Di tengah euforia kemenangan tersebut, sejumlah karya anime sebenarnya masuk dalam daftar nominasi, meski akhirnya harus pulang tanpa trofi. Film terbaru karya Mamoru Hosoda bersama Studio Chizu berjudul Scarlet (Hateshi naki Scarlet) masuk nominasi Best Feature – Independent, serta turut bersaing di kategori Best Direction – Feature dan Best Writing – Feature. Namun, film tersebut belum berhasil mengungguli para pesaingnya.

Adaptasi layar lebar Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc juga memperoleh nominasi untuk Best Direction – Feature, tetapi penghargaan tersebut akhirnya diraih oleh pemenang lain. Sementara itu, serial televisi DAN DA DAN masuk nominasi Best Direction – TV/Media untuk episode "Clash! Space Kaiju vs. Giant Robot!", namun kalah dari Common Side Effects.

Proyek antologi Star Wars: Visions Volume 3 turut mencatatkan nominasi melalui studio Jepang david production untuk kategori Best TV/Media – Limited Series lewat segmen "BLACK", serta nominasi Best FX – TV/Media untuk segmen "The Bird of Paradise" produksi Polygon Pictures. Meski demikian, kedua kategori tersebut dimenangkan oleh karya lain.

Di ranah televisi anak, serial stop-motion My Melody & Kuromi juga masuk nominasi Best TV/Media – Children, tetapi belum berhasil membawa pulang penghargaan. Adaptasi animasi dari waralaba game Devil May Cry milik CAPCOM memperoleh nominasi Best Music – TV/Media, sementara proyek animasi untuk game Sonic Racing CrossWorlds masuk kategori Best Sponsored. Keduanya juga belum beruntung tahun ini.

Bukan hanya anime Jepang yang bersaing, proyek game Death Stranding 2: On the Beach garapan Hideo Kojima turut dinominasikan untuk Best Character Animation – Video Game. Namun, penghargaan tersebut diraih oleh judul lain.

Walau anime gagal meraih kemenangan pada 2025, sejarah mencatat bahwa karya Jepang pernah bersinar di ajang ini. Pada 2019, film Mirai karya Mamoru Hosoda memenangkan Best Animated Independent Feature. Pada 2024, Hayao Miyazaki meraih penghargaan Best Storyboarding – Feature untuk The Boy and the Heron, sementara animator Takeshi Honda memenangkan Best Character Animation – Feature untuk film yang sama. Komposer legendaris Joe Hisaishi juga pernah menerima Winsor McCay Award sebagai penghargaan atas kontribusi seumur hidupnya.

Tahun ini, Winsor McCay Award diberikan kepada animator dan sutradara Belanda Michael Dudok de Wit, yang sebelumnya dikenal lewat kolaborasinya dengan Studio Ghibli dalam film The Red Turtle. Sementara itu, perusahaan Jepang WACOM meraih Ub Iwerks Award atas kontribusi teknologinya terhadap industri animasi.

Ketiadaan kemenangan anime pada 2025 menambah daftar tahun tanpa trofi bagi industri Jepang, setelah hal serupa terjadi pada 2020, 2021, dan 2022. Meski demikian, kehadiran berbagai nominasi menunjukkan bahwa karya anime tetap diakui secara global.