Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Colony (X/soompi)
Anggia Khofifah P

Film zombie Korea terbaru berjudul Colony terus menunjukkan performa luar biasa di box office Korea Selatan. Film garapan sutradara Yeon Sang Ho itu resmi melampaui 2 juta penonton hanya dalam waktu lima hari sejak penayangan perdananya pada 21 Mei 2026.

Berdasarkan data Korean Box Office Information System (KOBIS) milik Korean Film Council (KOFIC), Colony mencatat total 2.000.005 penonton pada 25 Mei sore waktu Korea. Pencapaian tersebut menjadikannya sebagai film tercepat rilisan 2026 yang berhasil menembus angka 2 juta penonton di bioskop Korea Selatan.

Rekor tersebut sebelumnya dipegang sejumlah film populer lain seperti The King's Warden, Salmokji: Whispering Waters, hingga Project Hail Mary. Menariknya lagi, Colony juga berhasil mencapai angka tersebut satu hari lebih cepat dibanding film hit Korea tahun 2025, My Daughter Is a Zombie.

Sebelumnya, film tersebut juga menjadi film tercepat tahun 2026 yang menembus 1 juta penonton hanya dalam waktu kurang dari empat hari. Tidak hanya itu, Colony juga mencatat pembukaan terbesar tahun ini serta opening weekend terkuat di box office Korea.

Sebelum resmi tayang, antusiasme publik terhadap film ini sebenarnya sudah terlihat sangat besar. Pada pagi hari 21 Mei, jumlah pemesanan tiket advance Colony tercatat melampaui 252 ribu tiket. Angka tersebut jauh meninggalkan film-film lain yang tayang di periode serupa, termasuk Michael yang hanya membukukan sekitar 54 ribu reservasi.

Popularitas Colony juga tidak lepas dari nama besar Yeon Sang Ho yang sebelumnya sukses lewat film zombie fenomenal Train to Busan dan sekuelnya, Peninsula. Kehadirannya sebagai sutradara membuat ekspektasi publik terhadap proyek ini sangat tinggi sejak awal diumumkan.

Film ini semakin menarik perhatian internasional setelah melakukan world premiere di Cannes Film Festival dalam kategori Midnight Screening pada 15 Mei 2026. Sejak pemutaran perdana tersebut, banyak kritikus dan penonton global mulai membicarakan pendekatan unik Colony terhadap genre zombie.

Berbeda dari kebanyakan film zombie Korea lainnya, Colony mengusung konsep survival thriller di dalam sebuah gedung yang dikarantina akibat wabah misterius. Para penyintas harus bertahan hidup menghadapi makhluk terinfeksi yang terus berevolusi dalam bentuk tidak terduga dan semakin berbahaya.

Konsep evolusi zombie inilah yang paling banyak mendapat pujian dari penonton. Banyak yang menilai film tersebut menghadirkan pendekatan baru karena tidak hanya menampilkan transformasi instan seperti film zombie pada umumnya, tetapi memperlihatkan proses perubahan makhluk terinfeksi secara perlahan, brutal, dan penuh ketegangan.

Beberapa penonton Korea bahkan menyebut Colony terasa lebih segar dibanding film zombie lain karena fokusnya bukan sekadar adegan horor atau aksi, melainkan bagaimana wabah tersebut berkembang dan memengaruhi kondisi psikologis para karakter di ruang tertutup.

Selain cerita yang kuat, Colony juga diperkuat jajaran pemain papan atas Korea Selatan. Jun Ji Hyun memimpin deretan pemeran bersama Ji Chang Wook, Shin Hyun Been, Kim Shin Rok, Koo Kyo Hwan, dan Go Soo.

Respons positif juga terlihat dari berbagai platform penilaian film. Colony memperoleh skor 89 persen di CGV Golden Egg Index Korea serta rating 8,84 di Naver pada hari pembukaannya. Di pasar internasional, film ini mencatat skor 8,8 di IMDb dan 70 persen di Rotten Tomatoes usai pemutarannya di Cannes.

Dari sisi produksi, Colony diketahui memiliki biaya produksi bersih sekitar 17 miliar won atau sekitar 11 juta dolar AS. Jika ditambah biaya pemasaran, total anggarannya mencapai 20 miliar won. Namun, titik impas film ini diperkirakan hanya sekitar 3 juta penonton karena tingginya penjualan hak distribusi internasional.

Dengan performa box office yang terus melesat dan pembicaraan publik yang belum mereda, perhatian kini tertuju pada rekor berikutnya yang mungkin akan dipecahkan oleh Colony.