Wuthering Heights berhasil keluar sebagai pemimpin untuk perolehan box office global pada pekan ini, disusul film animasi produksi Sony Pictues, GOAT.
Drama romantis gotik adaptasi dari novel klasik karya Emily Bronte itu resmi melewati pendapatan US$150 juta secara global. Sedangkan GOAT telah mendapatkan angka US$100 juta.
Dilansir oleh Variety pada Minggu (22/2/2026), Wuthering Heights memuncaki box office internasional dengan US$26,3 juta dari 76 pasar pada pekan ini.
Hingga kini, pendapatan internasional Wuthering Heights sudah mengantongi US$91,7 juta. Dan secara keseluruhan, film dari Emerald Fennell itu sudah mendapatkan kurang lebih US$151,7 juta dari total bujet produksi yang menelan angka US$80 juta.
Di sisi lain, GOAT tampil di pasar domestik Amerika Utara dan mengepalai perolehan akhir pekan berkat dukungan penonton keluarga sekaligus momen libur panjang.
Di pasar internasional, GOAT menduduki posisi kedua dengan US$17 juta dari 51 wilayah. Angka tersebut sekaligus mendominasi hampir 70 persen dari total pendapatan luar negerinya yang kini mendapatkan angka US$44 juta.
Film yang berkisah mengenai seekor kambing bercita-cita menjadi juara basket itu mendapatkan performa solid di beberapa negara, seperti di Inggris dengan US$14,5 juta, Meksiko US$3,4 juta, dan Prancis US$3 juta.
Ditambah perolehan domestik US$58 juta, GOAT kini sudah mendapatkan total US$102,3 juta, yang sekaligus menyamai biaya produksinya yang ada di angka US$80 juta.
Nasib berbeda justru didapatkan oleh thriller perampokan dari Amazon MGM, Crime 101. Memasuki akhir pekan kedua perilisannya di bioskop, film yang diperankan oleh Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo itu hanya mendapat US$6,2 juta dari 75 pasar internasional.
Dengan total pendapatan global US$46,3 juta, performa Crime 101 justru dianggap berada di bawah ekspektasi studio lantaran biaya produksi yang mencapai US$90 juta.
Di sisi lain, komedi Tiongkok Pegasus 3 tampil mendominasi pasar domestik yang bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek. Film ini disebut mendapatkan keuntungan lebih dari US$200 juta di negaranya.
Format ayar IMAX menjadi salah satu pemicu utama untuk kesuksesan Pegasus 3 dengan mendapatkan US$21,7 juta sepanjang akhir pekan. Capaian itu membuatnya sebagai hit berbahasa Mandarin besar kedua, yang menyusul kesuksesan Ne Zha 2 di tahun sebelumnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sukses Besar! Sutradara Mengaku Sudah Siapkan Naskah Sekuel Film Hope
-
Review Insidious Out of the Further, Bumbu Baru yang Buat Penonton Bingung
-
Salip Moving, Made in Korea Jadi Drama Korea Termahal dengan Bujet Rp911 M
-
Sibuk World Tour, BTS Diincar Jadi Line-up Coachella 2027!
-
5 Pilihan Film Bioskop Pekan Ini, Temukan Tontonan Seru Akhir Pekanmu di Sini!
Artikel Terkait
Entertainment
-
A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'
-
Sinopsis Drama Jepang 'Wheat, Butter, and Revenge', Dibintangi Ihara Rikka
-
Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski
Terkini
-
Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?