M. Reza Sulaiman | Ryan Farizzal
Poster film Iron Lung (IMDb)
Ryan Farizzal

Film Iron Lung merupakan debut penyutradaraan panjang dari Mark Fischbach, yang lebih dikenal sebagai YouTuber Markiplier. Dirilis pada 30 Januari 2026 di Amerika Serikat, film ini merupakan adaptasi dari gim indie horor sci-fi berjudul sama karya David Szymanski yang rilis pada 2022. Dengan durasi 125 menit, Iron Lung menawarkan pengalaman claustrophobic yang intens, berfokus pada tema isolasi, ketakutan kosmik, dan kehancuran umat manusia.

Fischbach tidak hanya menyutradarai, tetapi juga menulis skenario, memproduksi, mengedit, dan membintangi film ini dengan anggaran independen yang ia biayai sendiri. Pendekatan DIY ini membuatnya terasa autentik, meskipun tidak lepas dari kekurangan sebagai karya pertama.

Sinopsis: Latar Belakang The Quiet Rapture

Salah satu adegan di film Iron Lung (IMDb)

Cerita berlatar di masa depan pascaapokaliptik setelah peristiwa The Quiet Rapture, di mana semua bintang dan planet lenyap secara misterius, meninggalkan umat manusia hanya bertahan di stasiun luar angkasa. Protagonis, Simon (diperankan oleh Fischbach), adalah seorang narapidana yang dipaksa menjelajahi lautan darah di bulan tandus menggunakan kapal selam primitif bernama Iron Lung. Misi ini bukan sekadar eksplorasi, melainkan hukuman mati yang terselubung, di mana Simon harus menavigasi kegelapan total dengan instrumen rusak, tanpa jendela untuk melihat luar. Plot ini membangun ketegangan melalui dialog radio dengan karakter lain seperti Ava (Caroline Rose Kaplan), yang memberikan konteks dunia luar sambil menambah lapisan emosional.

Secara visual, Iron Lung unggul dalam menciptakan atmosfer mencekam. Set hampir seluruhnya berada di dalam kapal selam sempit yang dibangun secara praktis, lengkap dengan efek darah dan grunge yang mengingatkan saya pada film horor seperti The Thing atau Event Horizon. Sinematografi oleh Philip Roy memanfaatkan sudut sempit dan cahaya redup untuk menimbulkan rasa sesak napas, sementara skor musik dari Andrew Hulshult—komposer gim seperti Doom Eternal—menambah nuansa mencekam dengan suara industri dan nada disonan. Efek praktis mendominasi, menghindari CGI berlebih, yang membuat horor terasa nyata dan organik. Bagian-bagian di mana Simon berhadapan dengan suara aneh atau gangguan misterius berhasil membangun dread yang lambat tetapi efektif, mirip dengan slow-burn horror seperti Skinamarink.

Review Film Iron Lung

Salah satu adegan di film Iron Lung (IMDb)

Performa aktor menjadi sorotan saya. Fischbach sebagai Simon menunjukkan potensi besar; ia menyampaikan kegelisahan dan kegilaan dengan ekspresi wajah dan suara yang familier bagi penggemar YouTube-nya. Namun, saya menilai aktingnya agak monoton di awal, seolah-olah masih berlatih. Caroline Rose Kaplan sebagai Ava memberikan kontras yang kuat, dengan suara radio yang penuh otoritas tetapi rapuh, menambah kedalaman hubungan antarkarakter. Pendukung seperti Troy Baker (suara David) dan Seán McLoughlin (Jacksepticeye) sebagai cameo menambah nilai bagi penggemar gim, meskipun peran mereka terbatas.

Kelebihan utama film ini adalah ambisi independennya. Sebagai adaptasi gim, ia memperluas lore asli dengan elemen psikologis yang mendalam, mengeksplorasi tema harapan palsu dan kegilaan kosmik ala Lovecraft. Produksi yang hemat tetapi kreatif—dibuat di gudang dengan tim kecil—menghasilkan box office $50 juta global, membuktikan kekuatan fanbase daring. Akan tetapi, kekurangannya mencolok: pacing terlalu lambat di paruh pertama, membuatnya terasa membosankan bagi penonton non-gamer. Cerita bisa membingungkan jika tidak familier dengan gim aslinya, dengan backstory yang disampaikan melalui monolog panjang. Durasi 125 menit terasa bertele-tele; saya rasa film ini lebih cocok sebagai film pendek. Akhir ceritanya cukup impactful, tetapi build-up ceritanya kurang variasi karena terlalu mengandalkan atmosfer daripada jump scare.

Intinya, Iron Lung adalah pencapaian mengesankan untuk sebuah debut. Dengan skor Rotten Tomatoes 61% dan Metacritic 53/100 yang mencerminkan respons mixed, film ini lebih menarik sebagai studi produksi independen daripada narasi sempurna, tetapi atmosfernya meninggalkan bekas mendalam. Bagi penggemar horor sci-fi atau Markiplier, ini wajib tonton; bagi yang lain, siapkan kesabaran untuk pengalaman imersif yang gelap.

Di Indonesia, film ini tayang di bioskop mulai 25 Februari 2026, didistribusikan oleh CBI Pictures dan tersedia di jaringan seperti Cinema XXI, CGV, dan Cinépolis. Ada sneak preview pada 20–22 Februari yang laku keras. Harga tiket sekitar Rp50.000,00 hingga Rp100.000,00 tergantung lokasi dan format. Dengan subtitle bahasa Indonesia, ini kesempatan bagus bagi penonton lokal untuk merasakan horor unik ini di layar lebar. Iron Lung membuktikan bahwa kreator digital bisa melompat ke sinema dengan sukses, meskipun dengan keterbatasan. Rating pribadi: 7/10. Sangat saya rekomendasikan untuk pencinta horor atmosferik, tetapi hindari jika mencari aksi cepat.