Aktris Cinta Laura turut angkat suara terkait dugaan pelecehan seksual verbal yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).
Isu ini menjadi perhatian luas publik karena terjadi di lingkungan akademik yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan integritas.
Bagi Cinta Laura, kekerasan seksual dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi. Ia menyoroti bahwa kasus ini terasa makin memprihatinkan karena melibatkan mahasiswa hukum yang kelak diharapkan menjadi penegak keadilan.
"Kekerasan seksual dalam bentuk apa pun dan di mana pun is completely unacceptable! Fakta bahwa kasus ini terjadi di lingkungan pendidikan dan melibatkan calon penegak hukum benar-benar bikin aku marah," tulisnya melalui Instagram Story pada Selasa (14/4/2026).
Desakan Transparansi dan Penegakan Sanksi
Cinta Laura menegaskan pentingnya langkah tegas dari pihak kampus dalam menangani kasus ini. Ia meminta agar proses investigasi dilakukan secara terbuka tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
"Pihak kampus harus transparan dan usut tuntas para pelaku. Gak boleh ada intervensi dari pihak mana pun yang mau ngelindungin pelaku!" ujarnya.
Ia juga menyatakan dukungannya kepada para mahasiswa yang memperjuangkan keadilan atas kasus tersebut. Sikap ini menunjukkan kepeduliannya terhadap isu perlindungan korban, khususnya di lingkungan pendidikan.
"Aku mendukung para mahasiswa menuntut keadilan yang nyata," lanjutnya dalam bahasa Inggris.
Permintaan Maaf Dinilai Tidak Cukup
Sorotan lain datang dari respons terhadap permintaan maaf yang telah disampaikan oleh para terduga pelaku dalam sebuah forum terbuka. Forum tersebut digelar pada 13 April 2026 dan memberikan ruang bagi korban untuk menyampaikan kesaksian secara langsung.
Namun bagi Cinta Laura, permintaan maaf bukanlah solusi akhir dari persoalan ini. Ia menilai tindakan tersebut hanya sebatas kewajiban moral dasar yang tidak dapat menggantikan konsekuensi hukum maupun sanksi tegas.
"Kalau kalian pikir minta maaf udah cukup buat menyelesaikan kasus group chat ini, you are missing the whole point. Minta maaf itu kewajiban moral paling dasar, BUKAN tiket bebas sanksi," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap kasus seperti ini sebagai hal sepele.
"Tolong STOP menormalisasi hal ini. Ini bukan 'sekadar candaan tongkrongan' atau 'obrolan anak cowok' yang bisa dimaklumi. This is verbal sexual abuse," lanjutnya dengan tegas.
Ajakan Mengawal Kasus hingga Tuntas
Lebih jauh, Cinta Laura mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada kemarahan semata, tetapi ikut mengawal jalannya kasus hingga tuntas. Ia menekankan pentingnya tekanan publik agar proses hukum berjalan transparan dan adil.
"Kalau kalian ikut emosi baca berita ini, good. But please don't stop there," ungkapnya.
"Kita harus kawal bareng-bareng buat nuntut sanksi yang transparan. Jangan sampai kemarahan di media sosial ini lewat gitu aja," tutupnya.
Kronologi Kasus yang Viral
Kasus ini bermula dari beredarnya tangkapan layar percakapan dalam sebuah group chat yang kemudian viral di media sosial. Isi percakapan tersebut memicu kemarahan publik karena dianggap merendahkan dan melecehkan perempuan secara verbal.
Pihak Fakultas Hukum Universitas Indonesia telah mengonfirmasi bahwa laporan terkait dugaan pelecehan ini telah diterima. Kampus juga menyatakan sikap tegas dalam menindaklanjuti kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku.
"Apabila ditemukan pelanggaran, termasuk yang berpotensi melanggar hukum pidana, Fakultas akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku serta berkoordinasi dengan pihak berwenang," ujar pihak kampus dalam pernyataan resminya.
Kasus ini kini terus menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat ditangani secara adil, transparan, serta memberikan efek jera bagi pelaku.
Baca Juga
-
Tayang 5 November, Keira Knightley Kembali Jadi Spy di Black Doves Season 2
-
Padukan Gaya Klasik dan Modern, Intip 4 OOTD Sophisticated ala Kim You Jung
-
4 Ide OOTD Casual Chic ala Kim Young Kwang, Cocok buat Cowok Anti-Ribet
-
4 Padu Padan OOTD ala Chae Soo Bin, Gaya Preppy yang Anti-Boring!
-
Review Take Charge of My Heart: Romcom Gemas yang Cocok untuk Healing
Artikel Terkait
-
Selain Grup Chat Mesum 16 Mahasiswa FH UI, Ini 15 Bentuk Kekerasan Seksual Lain yang Jarang Disadari
-
Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa
-
Andovi da Lopez Sebut Pelaku Pelecehan Seksual FH UI Dibeking Orang Penting: Ini Jadi Tantangan
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Dosen Universitas Budi Luhur Inisial Y Dipolisikan, Diduga Cabuli Mahasiswi Sejak 2021
Entertainment
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Sinopsis Live in This Moment, Drama China Terbaru Tiffany Tang di WeTV
-
Bergenre Disko-Funk, NCT Dream Ajak Kita Berdansa Lewat Lagu Boogie Woogie
Terkini
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Gen Z Bikin Bahasa Baru, namun Apa Kesalahan Menulis Harus Ikut Dimaklumi?
-
Dari Aspal Kampung Ke Panggung Asia: 3 Bintang Muda Futsal AXIS 2026
-
The Vanishing Beauty: Kisah Kebangkitan Wanita dari Badai Pengkhianatan