Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
aespa (X/aespa_official)
Anggia Khofifah P

Girl group aespa resmi mengungkap daftar lagu untuk album penuh kedua mereka yang bertajuk LEMONADE. Pengumuman ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar K-pop global karena menghadirkan kolaborasi besar bersama G-Dragon, sosok yang dikenal sebagai salah satu ikon terbesar industri musik Korea Selatan.

Lagu pembuka album berjudul WDA (Whole Different Animal) dipilih sebagai pre-release single sekaligus title track dan menampilkan G-Dragon sebagai featuring artist.

Lagu tersebut dirilis lebih awal pada 11 Mei pukul 18.00 KST, sementara album lengkapnya akan meluncur secara global pada 29 Mei 2026.

Kehadiran G-Dragon di proyek terbaru aespa menjadi sorotan utama karena leader BIGBANG itu dikenal cukup selektif dalam memilih kolaborasi beberapa tahun terakhir.

Banyak penggemar menilai kerja sama lintas generasi ini sebagai salah satu momen crossover terbesar di industri K-pop tahun 2026. Sejak daftar lagu diumumkan, media sosial langsung dipenuhi teori dan antusiasme penggemar yang penasaran dengan konsep musik yang akan dihadirkan.

Selain WDA (Whole Different Animal), lagu LEMONADE juga dipastikan menjadi title track kedua dalam album tersebut. Strategi double title track ini memperlihatkan ambisi aespa untuk menampilkan warna musik yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas futuristik yang selama ini melekat pada grup bentukan SM Entertainment tersebut.

Album ini akan berisi total 11 lagu, yakni WDA (Whole Different Animal), LEMONADE, Shakin', Can't Help Myself, Camouflage, Bite, Switchblade, Roll, My Plan, Til We Die, serta versi remix dari LEMONADE.

Menariknya, lagu Switchblade dan LEMONADE Remix juga dipastikan menghadirkan featuring artist misterius yang identitasnya masih dirahasiakan.

Dalam teaser billboard bertema gurun pasir yang dirilis baru-baru ini, nama artis kolaborator untuk dua lagu tersebut sengaja ditutupi warna kuning, memicu spekulasi luas di kalangan MY, sebutan fandom aespa.

Banyak penggemar menduga SM Entertainment sengaja menyimpan kejutan tambahan untuk meningkatkan hype menjelang perilisan album.

Sebelumnya, aespa juga telah merilis teaser sinematik bertajuk LEMONADE INTRO – P.O.S: Singularity. Video berdurasi singkat itu menampilkan nuansa dystopian dengan visual cairan hijau neon dan atmosfer sci-fi yang gelap.

Media hiburan internasional menyebut album ini akan menjadi langkah penting dalam perkembangan musikal aespa setelah kesuksesan besar album Armageddon pada 2024. Album tersebut berhasil mencatat lebih dari 1 juta pre-order dan membawa aespa semakin kuat di pasar global. Setelah itu, mini album Rich Man pada 2025 juga sukses menembus Billboard 200 dan memperluas popularitas grup di luar Asia.

Tidak hanya aktif dalam perilisan musik, aespa juga tengah mempersiapkan tur dunia terbaru bertajuk 2026–27 aespa LIVE TOUR – SYNK : COMPLaeXITY. Tur ini akan mencakup 25 kota di Asia, Amerika Utara, Amerika Latin, hingga Eropa. Rangkaian konser dijadwalkan dimulai di Seoul pada Agustus 2026 sebelum berlanjut ke berbagai negara lain, sebagaimana dikutip dari Soompi.

Dengan jadwal comeback dan tur global yang padat, tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu periode terbesar dalam karier aespa. Kolaborasi bersama G-Dragon pun dianggap sebagai simbol bagaimana posisi mereka kini telah berkembang menjadi salah satu girl group paling berpengaruh di industri musik Korea.

Di sisi lain, penggemar juga berharap album LEMONADE mampu melanjutkan pencapaian besar lagu Whiplash yang sebelumnya menjadi hit top 10 pertama aespa di Billboard Global 200. Apalagi pada awal 2025 lalu, aespa juga dinobatkan sebagai Group of the Year dalam ajang Billboard Women in Music 2025.