Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Visual teaser anime WASTED CHEF (X/CLAP_ANIMATION_STUDIO)
Anggia Khofifah P

Studio animasi CLAP akhirnya membagikan detail terbaru mengenai proyek film anime original berjudul WASTED CHEF. Film ini merupakan karya terbaru sutradara Takayuki Hirao, yang sebelumnya dikenal lewat film anime Pompo: The Cinephile.

Informasi terbaru tersebut diumumkan dalam ajang Annecy Animation Showcase yang menjadi bagian dari Cannes International Film Festival ke-79 yang berlangsung pada 15 hingga 17 Mei lalu di Prancis.

Dikutip dari Crunchyroll, WASTED CHEF menjadi salah satu proyek animasi internasional yang dipresentasikan dalam program "Cannes Animation" di bawah Marche du Film. Dalam acara tersebut, studio CLAP memperlihatkan teaser visual terbaru sekaligus memperkenalkan konsep utama film kepada para pelaku industri perfilman dunia.

Visual teaser yang dirilis menampilkan dua karakter sedang memasak hamburger bersama dengan suasana yang terlihat hangat dan damai. Namun, nuansa tersebut langsung berubah misterius lewat tagline yang berbunyi, "Pada hari itu, 'kau' dan 'rasa' menghilang dari dunia." Kalimat tersebut memunculkan rasa penasaran besar mengenai konflik utama yang akan hadir dalam film ini.

WASTED CHEF dijadwalkan rampung pada tahun 2027. Meski tanggal rilis resminya masih belum diumumkan, proyek ini sudah mulai mencuri perhatian karena menggabungkan tema memasak dengan science fiction dalam dunia yang penuh misteri.

Cerita WASTED CHEF berfokus pada seorang koki muda yang berusaha mencari kembali rasa yang telah hilang dari dunia. Dalam perjalanannya, ia tiba di sebuah kota hancur yang masyarakatnya sudah tidak lagi mampu merasakan cita rasa makanan.

Di tempat tersebut, ia diselamatkan oleh seorang gadis bernama Kasumi. Menariknya, masakan sang koki perlahan mampu membangkitkan kembali kenangan yang telah terlupakan oleh banyak orang.

Namun, situasi menjadi semakin rumit ketika muncul kekuatan gelap yang ingin menghapus seluruh hasrat manusia, termasuk kenikmatan terhadap makanan. Dalam kondisi tersebut, perjalanan sang koki berubah menjadi harapan terakhir untuk menyelamatkan dua dunia sekaligus.

Takayuki Hirao menjelaskan bahwa WASTED CHEF mengangkat tema tentang "nilai" di era modern melalui perpaduan antara dunia kuliner dan science fiction. Ia juga menyebut kata Latin "restaurare," yang menjadi akar kata dari "restaurant," memiliki peran penting dalam cerita. Kata tersebut berarti "memulihkan" atau "menghidupkan kembali," sesuatu yang menurut Hirao menjadi inti emosional dari film ini.

"Semoga karya ini bisa memulihkan dan menyentuh hati para penonton," ujar Hirao dalam presentasi di Cannes.

Proyek ini juga menjadi reuni sejumlah staf utama dari Pompo: The Cinephile. Takayuki Hirao kembali duduk sebagai sutradara bersama studio CLAP sebagai rumah produksi animasi.

Shingo Adachi, yang dikenal sebagai desainer karakter Sword Art Online dan sutradara Lycoris Recoil, kembali dipercaya menangani desain karakter utama. Sementara musik film digarap oleh Kenta Matsukuma yang sebelumnya juga terlibat dalam Pompo: The Cinephile.

Selain teaser visual, pihak studio turut menayangkan video behind-the-scenes berdurasi sekitar sembilan menit dalam showcase tersebut. Video itu memperlihatkan wawancara dengan sutradara, konsep visual, hingga cuplikan awal animasi film. Presentasi tersebut mendapat perhatian besar dari distributor dan programmer festival internasional yang hadir di Cannes.

Menariknya lagi, teaser trailer WASTED CHEF juga akan diputar lebih awal dalam pemutaran ulang film Pompo: The Cinephile di bioskop Jepang mulai 29 Mei mendatang.

Tidak hanya itu, CLAP juga telah mengumumkan akan membagikan informasi tambahan mengenai film ini dalam acara perayaan ulang tahun kelima Pompo: The Cinephile yang digelar di Shinjuku Piccadilly pada 31 Mei.

Kehadiran WASTED CHEF menjadi proyek original pertama Takayuki Hirao setelah sekian lama berkarya lewat adaptasi maupun proyek lain.

Karena itu, banyak penggemar anime menaruh ekspektasi tinggi terhadap film ini, terutama setelah kesuksesan visual dan penyutradaraan unik yang ditampilkan Hirao dalam Pompo: The Cinephile.