Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Salmokji: Whispering Water (mk.co.kr)
Anggia Khofifah P

Film horor Korea Salmokji: Whispering Water resmi mencetak sejarah baru di industri perfilman Korea Selatan. Berdasarkan data dari Korean Film Council yang dikutip Soompi, film ini berhasil melampaui 3,15 juta penonton pada 17 Mei 2026, menjadikannya film horor Korea dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.

Pencapaian tersebut sekaligus menggeser rekor legendaris milik A Tale of Two Sisters yang bertahan selama 23 tahun sejak dirilis pada 2003. Film klasik karya Kim Jee Woon itu sebelumnya mencatat total 3,14 juta penonton selama masa penayangannya di bioskop Korea Selatan.

Keberhasilan Salmokji: Whispering Water dianggap sebagai fenomena besar, terutama karena genre horor biasanya memiliki masa tayang yang lebih pendek dibanding film blockbuster lain. Namun, bahkan enam minggu setelah perilisannya pada 8 April 2026, film ini masih mampu bertahan di papan atas box office Korea.

Film garapan sutradara pendatang baru Lee Sang Min ini mengangkat kisah kru produksi video yang dikirim ke sebuah waduk bernama Salmokji untuk mengambil ulang footage road-view. Sebelumnya, rekaman mereka dianggap tidak dapat digunakan setelah muncul sosok misterius yang tertangkap kamera.

Di lokasi tersebut, kru yang dipimpin karakter Soo In, diperankan Kim Hye Yoon, mulai mengalami berbagai kejadian aneh. Mereka menemukan kejanggalan dalam rekaman baru, melihat sosok asing yang tidak mereka sadari saat proses syuting berlangsung, hingga menyadari bahwa waduk tersebut menyimpan rahasia kelam dari masa lalu.

Latar Salmokji sendiri terinspirasi dari waduk nyata di Yesan County, Provinsi Chungcheong Selatan. Tempat itu telah lama dikenal warga lokal sebagai lokasi angker yang sering dikaitkan dengan cerita penampakan hantu dan kejadian misterius. Setelah film ini meledak di bioskop, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan tersebut juga dilaporkan meningkat drastis.

Selain Kim Hye Yoon, film ini turut dibintangi Lee Jong Won, Kim Jun Han, Kim Young Sung, Oh Dong Min, Yoon Jae Chan, dan Jang Da Ah. Menariknya, sebagian besar pemeran utama sebelumnya belum terlalu dikenal lewat genre horor. Karena itu, banyak penonton menilai kesuksesan film ini terasa semakin mengejutkan.

Kritikus juga menyoroti bagaimana film tersebut berhasil membangun atmosfer folk horror yang kuat melalui visual waduk yang gelap, nuansa misterius khas pedesaan Korea, serta ketegangan psikologis yang perlahan meningkat. Alih-alih hanya mengandalkan jumpscare, film ini lebih fokus menciptakan rasa tidak nyaman dan paranoia sepanjang cerita.

Masih menurut data Korean Film Council, Salmokji: Whispering Water mencatat tambahan sekitar 90.000 penonton hanya dalam akhir pekan terbaru. Angka itu membuat total penontonnya kini mencapai sekitar 3,17 juta orang dan masih berpotensi terus bertambah selama penayangannya berlanjut.

Keberhasilan ini juga dianggap sebagai sinyal kebangkitan film horor Korea di bioskop. Dalam beberapa tahun terakhir, genre horor Korea memang terus berkembang dan mendapat perhatian internasional berkat pendekatan cerita yang lebih emosional dan dekat dengan budaya lokal. Namun, hanya sedikit film yang mampu mencapai kesuksesan komersial sebesar ini.

Banyak penonton memuji bagaimana film tersebut memadukan elemen supranatural dengan misteri investigasi secara efektif. Ceritanya bukan sekadar tentang hantu di waduk, tetapi juga menyinggung trauma masa lalu, rasa bersalah, dan upaya mengungkap kebenaran yang selama ini disembunyikan.

Kesuksesan Salmokji: Whispering Water pun semakin memperkuat posisi Korea Selatan sebagai salah satu negara dengan industri film horor paling konsisten di Asia. Dengan respons positif dari kritikus dan penonton, banyak pihak mulai memprediksi film ini akan menjadi salah satu karya horor Korea paling berpengaruh dalam beberapa tahun ke depan.

Karena masih terus tayang di bioskop Korea Selatan, perhatian publik kini tertuju pada seberapa jauh film tersebut mampu menambah jumlah penontonnya.