Hayuning Ratri Hapsari | Athar Farha
Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea (IMDb)
Athar Farha

Rumah sakit kosong memang selalu punya aura yang berbeda dalam film horor. Lorong panjang yang sunyi, lampu redup, suara langkah kaki samar, sampai ruangan-ruangan terbengkalai yang terasa menyimpan sesuatu. Kini, teror itu dibawa ke versi Indonesia lewat Film 402 Rumah Sakit Angker Korea buatan Anggy Umbara.

Film ini menjadi remake resmi dari Film Gonjiam: Haunted Asylum, salah satu film horor Korea Selatan yang sempat viral karena konsep found footage dan atmosfernya yang mencekam. Menariknya lagi, Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengadaptasi film tersebut. Versi Filipina sudah lebih dulu diproduksi, sementara versi Amerika juga sedang dalam tahap pengembangan. Kini giliran MD Pictures yang membawa teror Gonjiam ke penonton Indonesia dengan sentuhan lokal.

Cerita film ini mengikuti sekelompok content creator bernama Para Pencari Hantu yang nekat melakukan live streaming di rumah sakit paling angker di Korea Selatan demi mengejar target tiga juta penonton. Awalnya terdengar itu konten sensasional biasa, yang berisi sekumpulan kreator ingin viral dengan menjelajahi tempat berhantu. Namun, seperti film-film found footage pada umumnya, semuanya perlahan berubah jadi mimpi buruk yang nggak terkendali.

Singkat cerita, kita akan diperkenalkan pada Juna, Adit, Bara, Arum, Yuri, Tya, dan Daeho yang datang dengan kamera, peralatan live streaming, serta keberanian yang mungkin lebih besar daripada logika mereka sendiri. Namun, semakin jauh mereka masuk ke dalam bangunan rumah sakit itu, semakin terasa tempat itu bukan sekadar bangunan kosong. Ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Sesuatu yang perlahan mulai mengawasi, meneror, bahkan memburu mereka satu per satu. Ngeri deh!

Semenarik Apa Film 402 Rumah Sakit Angker Korea!?

Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea (IMDb)

Menariknya tuh terkait bagaimana versi Indonesia mencoba tetap mempertahankan nuansa Korea Selatan sebagai lokasi utama, tapi dengan karakter dan energi khas film horor Indonesia. Apalagi nama Anggy Umbara sendiri sudah terkenal dengan gaya penyutradaraannya yang berani bermain dengan visual gelap, atmosfer intens, elemen pop culture, dan nggak ambil pusing dengan penilaian sinefil saat hasil akhir filmnya dirilis publik. 

Film ini dibintangi Arbani Yazis, Diandra Agatha, Saputra Kori, Elang El Gibran, Lea Ciarachel, Aylena Fusil, serta Jang Han Sol yang kehadirannya tentu mencuri perhatian karena menyuguhkan koneksi kuat antara Indonesia dan Korea dalam film ini.

Kalau melihat premisnya, 402 Rumah Sakit Angker Korea jelas bukan cuma menjual jumpscare semata. Ada potensi besar untuk memainkan rasa takut yang lebih psikologis, terutama melalui konsep live streaming yang membuat para karakter ‘terjebak’ demi mempertahankan penonton mereka sendiri. Di era ketika banyak orang rela melakukan apa saja demi views dan viralitas, premis ini begitu relevan sekaligus menyeramkan.

Dan tentu saja, bayang-bayang ‘Gonjiam: Haunted Asylum’ akan terus mengikuti film ini. Versi aslinya merupakan salah satu horor Korea paling efektif dalam membangun rasa panik lewat kamera handheld dan suasana yang realistis. Karena itu, akan menarik melihat bagaimana versi Indonesia mengolah ulang teror agar terasa baru, tapi tetap mempertahankan atmosfer mencekam yang membuat film aslinya begitu diingat.

Film 402 Rumah Sakit Angker Korea dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Dan kalau film ini berhasil menangkap rasa sesak, sunyi, dan paranoia seperti versi aslinya, kemungkinan besar penonton Indonesia bakal punya satu lagi pengalaman horor yang sulit dilupakan tahun ini. Yuk, kita nantikan kabar menarik berikutnya!