Skripsi memang sering bikin hidup mahasiswa kayak film horor. Deadline mengejar dari belakang, revisi datang tanpa ampun, dan masa depan menggantung di ujung laptop yang kadang lebih sering error.
Nah, bayangan itulah yang ingin dipakai Film Dukun Magang untuk mengacak-ngacak genre horor Indonesia jadi sesuatu yang lebih absurd, receh, tapi tetap punya teror yang serius.
Film terbaru buatan Chiska Doppert dan diproduksi Dens Vision Multimedia ini resmi merilis poster perdana sekaligus memperkenalkan premis unik yang langsung mencuri perhatian. Setelah sebelumnya menggarap Maju Seram Mundur Horor, Chiska tampaknya masih nyaman bermain di wilayah horor-komedi, tapi kali ini skalanya lebih liar.
Sekilas Kisah Film Dukun Magang
Dukun Magang mengikuti kisah Raka, mahasiswa galau yang hidupnya sudah cukup rumit hanya karena skripsi. Namun, semuanya berubah saat dia terpaksa ‘magang’ kepada Mbah Djambrong, dukun ternama di Desa Kalimati. Bukannya mendapat ketenangan, Raka malah masuk ke dunia mistis yang nggak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Di desa itu, Raka ditemani Sekar, mahasiswi asal Kalimati yang digambarkan cerdas dan berani. Sekar bukan sekadar teman biasa, karena dia juga pewaris tradisi keluarganya sendiri. Dialah yang menyeret Raka kembali ke kampung halaman dan tanpa sadar membuka jalan menuju malapetaka.
Masalah mulai pecah ketika mereka tanpa sengaja melepaskan Kuntilanak Hitam yang sudah dikurung selama 12 tahun. Dari situ, hidup Raka langsung berubah total. Mahasiswa yang tadinya cuma pusing revisi skripsi kini dipaksa belajar jadi dukun dalam waktu singkat demi menyelamatkan desa.
Horor Komedi yang Layak Dinantikan
Seunik itu deh kisahnya. Cerita macam ini sebenarnya menarik karena punya dua sisi yang kontras. Di satu sisi, filmnya terdengar kocak dan absurd. Bayangin saja seseorang yang bahkan mungkin belum selesai urusan akademik malah harus menghadapi makhluk gaib dan intrik mistis desa. Namun di sisi lain, ancaman Kuntilanak Hitam memberi nuansa horor yang cukup menjanjikan. Apalagi sosok itu disebut sudah dikurung selama belasan tahun, yang berarti kemungkinan ada rahasia besar di balik sejarah Desa Kalimati.
Yang bikin film ini layak dibicarakan tentu karena deretan pemainnya. Jefan Nathanio dipercaya memerankan Raka, sementara karakter Sekar dimainkan Hana Saraswati. Kombinasi keduanya terasa cocok untuk membangun dinamika horor-komedi yang santai tapi tetap emosional.
Selain itu, film ini juga diisi banyak nama yang dikenal punya timing komedi kuat seperti Dodit Mulyanto, Mo Sidik, Wira Nagara, hingga Yan Patroman. Kehadiran para komedian ini membuat banyak orang menduga Dukun Magang bakal punya humor yang lebih natural dan nggak terlalu dipaksakan.
Namun menariknya, film ini tampaknya nggak cuma ingin jadi tontonan lucu-lucuan diselingi jumpscare. Dari sinopsis yang dibagikan, ada nuansa tentang perebutan kekuatan dan intrik orang-orang yang ingin memiliki kemampuan baru Raka. Artinya, perjalanan Raka kemungkinan bukan sekadar belajar ilmu mistis, tapi juga tentang bagaimana seseorang biasa tiba-tiba jadi rebutan karena kekuatan yang bahkan belum dia pahami sendiri.
Poster resminya pun sudah memberi vibe horor yang khas. Nuansa mistis dan kesan kacau yang sengaja dibuat campur-aduk terasa cukup kuat. Ini tipe film yang kemungkinan besar akan ramai karena penonton Indonesia memang punya hubungan unik dengan cerita dukun, kutukan desa, dan makhluk gaib lokal.
Kalau eksekusinya tepat, Dukun Magang bisa jadi salah satu horor-komedi lokal yang menyenangkan. Bukan cuma karena lucu atau seramnya, tapi karena premisnya terasa dekat dengan generasi muda sekarang: orang biasa yang hidupnya sudah cukup berantakan, lalu tiba-tiba dipaksa menghadapi kekacauan yang jauh lebih besar.
Film Dukun Magang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. Dan melihat premisnya sejauh ini, perjalanan Raka menjadi dukun dadakan sepertinya bakal jadi salah satu chaos paling menarik di layar lebar tahun depan. Yuk, kita tunggu kabar menarik selanjutnya!
Baca Juga
-
Film The Square, Pria Modern yang Sibuk Pencitraan dan Krisis Emosional
-
The Kings Warden dan Luka Pemimpin yang Disingkirkan
-
Film Swapped dan Cara Unik Mengajarkan Empati Lewat Pertukaran Tubuh
-
Man on Fire, Series yang Sibuk Jadi Thriller Politik Sampai Lupa Rasa
-
Noah Kahan: Out of Body, Bukan Soal Tenar, tapi Tentang Bertahan Setelahnya
Artikel Terkait
Entertainment
-
Spill Tipis-Tipis, Sutradara Bocor Proyek Film Princess Diaries 3
-
Medaka Kuroiwa Is Impervious to My Charms Rilis Teaser Baru untuk Season 2
-
Variety Show Dokbak Tour 5 Tayang Juni, Sri Lanka Jadi Destinasi Perdana
-
ONF Siap Comeback Juni dengan Album ONF:MY SELF Usai Gabung Agensi Baru
-
Choi Sooyoung Diincar Bintangi Drama Baru Penulis Crash Course in Romance
Terkini
-
Petir Cup 2026 Usai, Semangat Menendang Masih Menggelegar
-
Boogle Personality dalam Film 'Swapped': Berpura-PuraBaik Ternyata Busuk
-
Review Bungkam Suara: Satire Tajam J.S. Khairen tentang Ilusi Kebebasan
-
Mempelajari Sastra dan Budaya dalam Buku Puisi Karya Itaru Ogasawara
-
Mau Tampil Cute atau Edgy? Coba 4 Gaya OOTD ala Narin MEOVV Ini