Sekar Anindyah Lamase | Leonardus Aji Wibowo
Remake video klip lagu Pandangan Pertama yang pertama kali populer pada 2006 silam. (Instagram/ranyourlife)
Leonardus Aji Wibowo

Grup musik RAN kembali menghadirkan nostalgia lewat remake video klip lagu Pandangan Pertama yang pertama kali populer pada 2006 silam. Video klip tersebut dibuat hampir identik dengan versi lamanya dan langsung ramai dibicarakan di media sosial.

Perilisan remake tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju 20 tahun karier RAN di industri musik Indonesia. Banyak penonton mengaku merasa kembali ke era awal YouTube, warnet, hingga masa ketika video klip musik masih sering diputar di televisi nasional.

Melansir unggahan Instagram @ranforyourlife, RAN menyebut lagu Pandangan Pertama menjadi gerbang awal perjalanan mereka di industri musik Tanah Air. Karena itu, remake video klip tersebut dibuat sebagai bentuk perayaan sekaligus rasa terima kasih kepada para pendengar yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal.

“Lagu ini menjadi gerbang pembuka cerita kami di industri musik Indonesia. Menuju perayaan dua dekade RAN berkarya, kami memutuskan untuk membuat kembali musik video Pandangan Pertama,” tulis RAN, dikutip pada Senin (25/5/2026).

Dalam unggahan yang sama, RAN juga menyebut remake tersebut sebagai bentuk apresiasi untuk para pendengar yang tumbuh bersama musik mereka selama hampir dua dekade terakhir.

“Ini adalah persembahan cinta dan terima kasih kami untuk setiap telinga yang mendengarkan, setiap suara yang ikut bernyanyi di depan panggung, dan setiap hati yang tumbuh bersama musik kami sejak tahun 2006 hingga hari ini,” lanjut mereka.

Alih-alih membuat konsep baru yang modern, RAN justru memilih menghidupkan kembali nuansa video klip originalnya. Mulai dari wardrobe, styling, angle kamera, hingga tone visual dibuat semirip mungkin dengan versi lama agar tetap terasa familiar bagi penonton lama.

Pendekatan tersebut membuat banyak warganet merasa seperti kembali ke masa awal internet dan YouTube di Indonesia. Tidak sedikit yang mengaku teringat era membuka video musik dengan koneksi lambat, menonton televisi musik sepulang sekolah, hingga masa ketika lagu-lagu pop Indonesia menjadi soundtrack kehidupan remaja awal 2000-an.

Di tengah budaya digital yang kini serba cepat lewat TikTok dan Reels, remake Pandangan Pertama justru menghadirkan suasana internet lama yang dianggap lebih sederhana dan personal oleh sebagian orang.

Menutup unggahan tersebut, RAN juga mengajak para pendengarnya kembali mengingat masa-masa awal mereka mengenal lagu tersebut.

“Selamat menonton dan mari kembali jatuh cinta... Seperti pada pandangan pertama,” tulis RAN.