Sekar Anindyah Lamase | Leonardus Aji Wibowo
Kolaborasi Timberland X Supreme (newsroom.timberland.com)
Leonardus Aji Wibowo

Timberland Boots dikenal sebagai salah satu ikon kuat dalam budaya streetwear dan hip hop global. Namun sebelum menjadi simbol gaya, sepatu ini awalnya dirancang untuk kebutuhan kerja berat di lapangan.

Timberland pertama kali diperkenalkan pada tahun 1973 oleh Timberland Company. Produk ini awalnya dibuat sebagai sepatu kerja tahan air yang digunakan oleh pekerja konstruksi dan aktivitas outdoor ekstrem.

Fokus utama desainnya adalah ketahanan, bukan estetika. Material kulit tebal dan teknologi waterproof membuat sepatu ini mampu digunakan di medan berat seperti hujan, lumpur, hingga salju.

Seiring waktu, Timberland mulai dipakai oleh pekerja urban di kota besar seperti New York. Sepatu ini dipilih karena fungsional, kuat, dan cocok dengan kehidupan keras di lingkungan perkotaan.

Pada akhir 1980-an hingga 1990-an, Timberland mulai masuk ke budaya hip hop East Coast. Banyak rapper seperti The Notorious B.I.G., Nas, Wu-Tang Clan, hingga Mobb Deep terlihat mengenakan boots ini dalam berbagai kesempatan.

Dalam budaya hip hop, Timberland dianggap mewakili “realness” atau keaslian hidup jalanan. Sepatu ini tidak melambangkan kemewahan, melainkan identitas kelas pekerja dan realitas urban yang keras.

Popularitasnya semakin besar karena sering muncul di music video, foto promosi, hingga album cover artis hip hop era tersebut. Dari situ, Timberland berubah menjadi identitas visual yang kuat dalam budaya hip hop 90-an.

Dari sisi harga, Timberland Premium 6-Inch Boots versi basic tanpa kolaborasi umumnya berada di kisaran Rp1,6 juta hingga Rp3,9 juta di pasar Indonesia. Sementara varian premium tertentu bisa mencapai lebih dari Rp4 juta tergantung material dan lini produknya.

Berdasarkan perkembangan streetwear modern, Timberland juga terus relevan melalui berbagai kolaborasi dengan brand besar seperti Supreme yang sering merilis edisi terbatas 6-inch boot. Kolaborasi ini menjadi sangat diminati di kalangan penggemar streetwear.

Selain itu, Timberland juga masuk ke ranah fashion luxury melalui kolaborasi dengan brand seperti Stüssy, A Bathing Ape, Off-White, hingga Louis Vuitton. Di sisi lain, Chrome Hearts juga menjadi bagian dari ekosistem street-luxury yang memperkuat posisi Timberland di dunia fashion modern.

Hingga kini, Timberland tidak hanya dipandang sebagai sepatu kerja atau ikon hip hop, tetapi sudah menjadi bagian dari budaya global. Sepatu ini menunjukkan bagaimana produk sederhana bisa berkembang menjadi simbol gaya hidup lintas generasi.

Timberland Boots akhirnya membuktikan bahwa fashion bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang cerita, budaya, dan identitas yang terus hidup di dalamnya.