Lintang Siltya Utami | Raysazahra A.M
Film Klara and the Sun (Sony Pictures)
Raysazahra A.M

Sony Pictures baru-baru ini merilis trailer perdana film fiksi ilmiah Klara and the Sun garapan Taika Waititi yang dibintangi Jenna Ortega. Cuplikan berdurasi singkat itu memperlihatkan perjalanan Klara, sebuah robot pendamping yang mendambakan persahabatan.

Taika Waititi kerap mengangkat kisah tentang karakter yang merasa asing dengan lingkungan di sekitarnya. Tema serupa dapat ditemukan dalam deretan film besutannya seperti Thor: Ragnarok, Next Goal Wins, dan What We Do in the Shadows.

Latar cerita Klara and the Sun mengambil masa depan distopia ketika kemajuan rekayasa genetika telah menciptakan kesenjangan yang semakin tajam di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut membuat manusia terbagi ke dalam kelas-kelas sosial yang ketat dan terisolasi satu sama lain.

Diadaptasi dari novel karya Kazuo Ishiguro, film ini mengikuti kisah Klara yang diperankan Jenna Ortega. Ia merupakan sebuah Artificial Friend, robot yang diciptakan untuk menemani manusia.

Trailer perdana film tersebut memperlihatkan beberapa elemen dari cerita, mulai dari ketertarikan Klara terhadap matahari hingga keinginannya untuk menemukan seorang teman.

Klara sendiri digambarkan sebagai robot generasi lama yang mulai ditinggalkan. Ia menghabiskan hari-harinya terpajang di etalase sebuah toko dan hanya bisa melihat dunia luar dari balik kaca.

Suatu ketika seorang gadis bernama Josie, yang diperankan Mia Tharia, memilih membawanya pulang. Dari situlah perjalanan Klara dalam memahami manusia dan mencari makna persahabatan dimulai.

Klara and the Sun juga dibintangi Amy Adams yang berperan sebagai Chrissie, ibu Josie, serta Mia Tharia sebagai Josie. Aran Murphy memerankan Rick, Natasha Lyonne tampil sebagai Manager, sementara Rachel House berperan sebagai Melania, pengurus rumah tangga keluarga Chrissie. 

Pengembangan Klara and the Sun dimulai pada 2020 setelah Sony Pictures memperoleh hak adaptasi novel karya Kazuo Ishiguro. Saat itu, produser David Heyman dari Heyday Films ditunjuk untuk memimpin proyek, sementara Kazuo Ishiguro ikut terlibat sebagai produser eksekutif.

Pada 2021, Dahvi Waller resmi dipercaya menulis naskah. Dua tahun kemudian, Taika Waititi mulai menjalani negosiasi untuk menyutradarai sekaligus memproduksi film tersebut.

Proses syuting dimulai pada Januari 2024 dengan menggunakan judul sementara Tears and Rain. Pengambilan gambar berlangsung di Silverlight Studios, Wnaka, Selandia Baru, sebelum berlanjut ke Auckland pada April 2024.

Klara and the Sun dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Oktober dan akan bersaing dengan Clayface, Wildwood, Regretting You, dan Wife & Dog garapan Guy Ritchie.

Nama Kazuo Ishiguro sendiri sudah tidak asing bagi penggemar fiksi ilmiah bernuansa melankolis. Sebelum Klara and the Sun, penulis peraih Nobel Sastra itu juga menulis Never Let Me Go yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 2010.

Sejumlah ulasan memuji cara Kazuo Ishiguro menghadirkan dunia masa depan yang terasa muram, tetapi tetap dekat dengan realitas saat ini. Kisah Klara bahkan kerap dibandingkan dengan Never Let Me Go.

Salah satu aspek yang paling banyak mendapat pujian adalah sudut pandang Klara sebagai narator utama. Meski merupakan sebuah mesin, Klara digambarkan memiliki cara berpikir yang polos namun penuh perhatian terhadap manusia di sekitarnya.

Pengamat menilai pengamatan-pengamatan sederhana yang dibuat Klara justru memberikan bobot emosional yang mendalam dan membuat cerita terasa semakin menyentuh.

Karakter Klara juga disebut menjadi salah satu kekuatan terbesar novel tersebut. Ia digambarkan memiliki suara yang unik, sekaligus tampak naif dan cermat dalam memahami dunia. Hubungannya dengan matahari, yang ia anggap sebagai sumber kekuatan dan harapan, menjadi salah satu simbol yang paling menonjol dalam cerita.