Sekar Anindyah Lamase | Raysazahra A.M
Potret para pemain One Piece live action (Netflix)
Raysazahra A.M

Proses syuting One Piece Season 3 telah resmi selesai. Kabar tersebut disampaikan melalui media sosial. Netflix mengumumkan serial tersebut akan hadir pada 2027, tetapi untuk saat ini belum mengungkap tanggal pasti perilisannya.

"Kamera telah berhenti merekam, tetapi perjalanan masih jauh dari selesai. One Piece Season 3 resmi menyelesaikan proses produksi." bunyi caption postingan di Instagram @onepiecenetflix, dikutip pada Rabu (1/7/2026).

Musim ketiga One Piece diproduksi dengan skala yang lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya. Proyek ini menggunakan judul produksi Project Arcadia, dengan proses syuting resmi dimulai pada 24 November 2025 dan rampung pada 30 Juni 2026.

Selama lebih dari 200 hari, tim produksi menjalani pengambilan gambar untuk menghadirkan Arc Alabasta ke dalam format live-action.

Skala produksi tersebut turut tercermin dari anggaran serial. Berdasarkan sejumlah laporan, setiap episode One Piece Season 3 diperkirakan menelan biaya sekitar US$18 juta.

Angka itu menempatkan serial ini sejajar dengan produksi televisi beranggaran besar seperti Game of Thrones dan Stranger Things, sekaligus mendukung penggunaan efek visual untuk menghadirkan kekuatan Buah Iblis bertipe pasir milik Sir Crocodile hingga pertempuran besar di Alabasta.

Kreator manga One Piece, Eiichiro Oda, juga sempat mengunjungi lokasi syuting di Cape Town, Afrika Selatan. Dalam komentar yang dimuat di majalah Weekly Shonen Jump, Oda mengaku terkesan dengan hasil produksi musim terbaru tersebut.

"Saya pergi ke Cape Town! Sepertinya Season 3 versi live-action juga akan menghadirkan visual yang luar biasa. Saya sangat menantikannya!" tutur Eiichiro Oda.

Netflix memastikan musim ketiga akan membawa Luffy dan kru Topi Jerami ke salah satu alur cerita paling populer dalam manga, yakni Arc Alabasta.

Jika pada musim kedua mereka baru memasuki Grand Line dan bertemu Putri Vivi, kali ini fokus cerita beralih pada konflik besar yang mengancam Kerajaan Alabasta.

Berdasarkan sinopsis resminya, Alabasta berada di ambang perang saudara akibat pemberontakan yang diam-diam dimanipulasi Sir Crocodile, salah satu anggota Seven Warlords of the Sea.

Bersama organisasi Baroque Works, Crocodile berupaya mengambil alih kerajaan tersebut demi kepentingannya sendiri.

Di sisi lain, Luffy dan kru Topi Jerami harus menghadapi musuh-musuh baru sekaligus membuat berbagai keputusan sulit untuk menyelamatkan kerajaan Vivi sebelum benar-benar jatuh ke tangan Baroque Works.

Netflix menyebut musim ketiga akan dipenuhi pertarungan berskala besar, ikatan persahabatan yang semakin kuat, serta pengorbanan yang menguji setiap anggota kru.

Selain konflik utama, musim ketiga juga akan menghadirkan sejumlah makhluk ikonik dari manga yang selama ini dinantikan penggemar.

Kemunculan Karoo sendiri sempat menjadi bahan spekulasi di kalangan penggemar setelah mereka menemukan judul salah satu musik latar musim kedua, In Alabasta We Ride Ducks, yang diyakini sebagai petunjuk bahwa Supersonic Duck Squad akan ikut tampil pada musim ketiga.

Musim terbaru ini kembali dibintangi Iñaki Godoy sebagai Monkey D. Luffy, Emily Rudd sebagai Nami, Mackenyu sebagai Roronoa Zoro, Jacob Romero sebagai Usopp, Taz Skylar sebagai Sanji, dan Mikaela Hoover sebagai Tony Tony Chopper.

Charithra Chandran sebagai Putri Vivi, Joe Manganiello sebagai Sir Crocodile (Mr. 0), Lera Abova sebagai Nico Robin (Miss All Sunday), Callum Kerr sebagai Smoker, dan Sendhil Ramamurthy sebagai Raja Cobra juga kembali bergabung.

Ada pun jajaran pemain baru yang diisi oleh Xolo Maridueña sebagai Portgas D. Ace, Cole Escola sebagai Bon Clay (Mr. 2), Awdo Awdo sebagai Mr. 1, serta Daisy Head sebagai Miss Doublefinger.