Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Potret keindahan Desa Les, salah satu desa wisata yang punya kekayaan alam. (dok. Nyoman Nadiana)
Rana Fayola R.

Langkah strategis dalam memperkuat posisi Desa Les sebagai desa wisata berkelas dunia kian nyata ketika generasi muda setempat dibekali dengan penguasaan Bahasa Inggris. Keahlian tersebut dapat dipandang sebagai modal berharga bagi para remaja dan pemuda pesisir agar dapat berinteraksi secara percaya diri di tengah geliat industri pariwisata global.

Pentingnya kecakapan berbahasa internasional ini tidak terlepas dari posisinya yang mendominasi berbagai sektor kehidupan modern. Bidang pendidikan, bisnis pertukaran, perjalanan, hiburan, sampai penyebaran informasi digital harian sebagian besar digerakkan dalam format bahasa tersebut.

Ketika pemuda di pelosok desa mampu menguasainya, mereka tidak lagi terisolasi dari perkembangan tren dunia.

Manfaat paling mendasar dari penguasaan bahasa ini adalah terbukanya pintu ilmu pengetahuan dan informasi terkini secara lebih luas. Banyak riset ilmiah, kabar berita internasional, inovasi teknologi, hingga materi panduan praktis dipublikasikan pertama kali dalam bahasa asing tersebut sebelum diterjemahkan ke bahasa lain.

Tak hanya perihal akses informasi, peluang akademik anak-anak kawasan pesisir juga akan semakin terbuka lebar. Kesempatan untuk meraih beasiswa pendidikan, mengikuti program pertukaran pelajar antarnegara, hingga menempuh studi tinggi di luar negeri membutuhkan kualifikasi kebahasaan yang memadai.

Jalur ini dapat mengangkat taraf hidup dan wawasan masyarakat lokal secara signifikan. Dari sudut pandang kesiapan kerja, dunia profesional modern memberikan penilaian tinggi pada kemampuan berinteraksi lintas budaya.

Perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak di industri pariwisata maupun jasa sangat memprioritaskan tenaga kerja yang sigap berkomunikasi secara internasional. Hal ini menjadi jembatan karier yang sangat potensial bagi warga lokal.

Interaksi dengan wisatawan antarbangsa juga berjalan jauh lebih efektif dan menyenangkan saat kendala bahasa dapat teratasi. Kemampuan ini tidak sekadar memperlancar percakapan teknis, melainkan juga membangun kesepahaman budaya, ruang diskusi yang setara, serta kepercayaan diri saat tampil di ranah internasional.

Bahkan dalam industri kreatif seperti menikmati sinema, musik dunia, hingga olahraga internasional, pemahaman bahasa membantu anak muda mencerna konten asli tanpa sekat.

Kendati demikian, penting untuk dicatat bahwa mengadopsi bahasa internasional bukanlah bentuk pengabaian terhadap bahasa ibu. Bahasa Indonesia serta bahasa daerah tetap harus dijaga sebagai fondasi identitas nasional dan sarana komunikasi utama. Penguasaan bahasa asing diposisikan sebagai keterampilan tambahan yang melengkapi jati diri bangsa.

Sinergi Potensi Alam dan Penguatan Kapasitas Lokal

Langkah penguatan kapasitas warga ini sejalan dengan pesatnya daya tarik Desa Les yang terletak di Kecamatan Tejakula, Buleleng. Kawasan ini menyimpan potensi pariwisata yang amat lengkap, memadukan keindahan laut, panorama alam, warisan budaya, hingga edukasi. Keistimewaan tersebut mengantarkan desa ini menembus 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 sekaligus meraih predikat sebagai desa wisata terbaik nasional 2024.

Pariwisata bahari menjadi salah satu daya pikat terkuat. Ekosistem terumbu karang yang terjaga konsisten menarik perhatian para penyelam dan wisatawan mancanegara. 

Daya tarik Desa Les semakin lengkap berkat keberadaan tradisi pembuatan garam tradisional yang menjadi ikon sekaligus sarana wisata edukasi utama. Komoditas khas ini diproduksi dengan mempertahankan teknik warisan leluhur pesisir secara turun-temurun menggunakan batang pohon kelapa yang dibelah.

Proses pembuatannya cukup unik karena tidak sekadar menguapkan air laut secara langsung di bawah terik matahari. Para petani garam menyiramkan air laut ke tanah pesisir berulang kali, lalu menyaring tanah tersebut untuk mendapatkan cairan garam pekat sebelum akhirnya dijemur hingga mengkristal.

Proses autentik ini memberi nilai tambah pariwisata karena wisatawan dapat menyaksikan langsung kearifan lokal tersebut.

Di tengah perubahan iklim dan kondisi cuaca yang makin sulit diprediksi, kearifan lokal pembuatan garam ini mulai beradaptasi secara teknis. Para petani kini mulai berdampingan memanfaatkan membran plastik untuk mendampingi penggunaan palungan kayu tradisional demi menjaga kelangsungan produksi saat hujan mendadak turun.

"Kenapa membran menarik karena dia lebih praktis ketika cuaca datang tiba-tiba hujan bisa diselamatkan. Kalau di palungan tidak bisa," jelas Nyoman Nadiana, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desanya sekaligus Ketua Desa Sejahtera Astra (DSA) Desa Les.

Pertumbuhan dan adaptasi berkelanjutan di Desa Les tak lepas dari pendampingan intensif program Desa Sejahtera Astra yang dimulai sejak 2024. Program berbasis pemberdayaan masyarakat ini telah menjangkau lebih dari 800 warga, mendorong kenaikan pendapatan sekitar 25 persen, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas pemasaran produk UMKM lokal.

Dukungan Astra terbagi ke dalam empat kontribusi sosial, yakni kewirausahaan, lingkungan, pendidikan, serta kesehatan masyarakat. Dengan hadirnya penguasaan Bahasa Inggris di tangan para pemuda setempat, potensi besar Desa Les akan tersampaikan secara lebih utuh kepada dunia.

Anak-anak muda dapat mengambil peran sentral sebagai pemandu wisata yang komunikatif, pengelola pemondokan (homestay), pelaku UMKM yang memasarkan produk lokal, pembuat konten promosi internasional, hingga penjelas makna tradisi lokal kepada tamu luar negeri. Wisatawan pun tidak hanya menikmati pemandangan fisik, tetapi juga membawa pulang pemahaman mendalam langsung dari warga lokal.

Membekali generasi muda dengan keterampilan bahasa internasional merupakan investasi jangka panjang yang mematangkan kesiapan Desa Les untuk mendunia. Ketika kemajuan ekonomi pesisir, pelestarian lingkungan, dan tradisi lokal berpadu harmonis dengan kemampuan komunikasi global, Desa Les tidak hanya menjadi destinasi unggulan tetapi juga percontohan nasional pembangunan desa wisata berkelanjutan.