Hayuning Ratri Hapsari | Rizky Melinda Sari
RM BTS (Instagram)
Rizky Melinda Sari

Sebagai pemimpin BTS, RM yang dikenal sebagai Rap Monster tentunya menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sangat mengesankan. Ternyata, leader dari grup idola yang banyak penggemar ini juga memiliki minat yang menarik, yaitu membaca buku!

RM telah merekomendasikan beragam buku, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penasaran buku-buku apa yang dibaca oleh pemimpin BTS ini?

Berikut adalah lima rekomendasi bacaan RM, mulai dari karya klasik hingga buku pengembangan diri!

1. The Midnight Library

The Midnight Library (dok. pribadi/rizky melinda)

The Midnight Library karya Matt Haig menceritakan tentang Nora Seed, seorang wanita yang merasa terpuruk karena berbagai penyesalan dan berusaha mengakhiri hidupnya.

Ia terbangun di "Perpustakaan Tengah Malam", sebuah ruang antara hidup dan mati, di mana setiap buku mewakili kemungkinan hidupnya yang berbeda jika ia membuat pilihan lain.

Nora menjelajahi beragam kehidupan ini untuk mencari arti sejati dari kebahagiaan. Kisah ini membawa Nora, wanita berusia 35 tahun, ke dalam dimensi waktu yang membingungkan. Di perpustakaan yang dijaga oleh Mrs. Elm (pustakawannya semasa sekolah), waktu terhenti tepat pada tengah malam.

Nora pun mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi kehidupan lain untuk memperbaiki semua penyesalan di masa lalunya.

2. Emma

Emma (dok. pribadi/rizky melinda)

Emma adalah sebuah novel klasik yang ditulis oleh Jane Austen dan diterbitkan pada 23 Desember 1815. Buku ini terkenal dengan pembukaannya yang menggambarkan tokoh utamanya sebagai sosok yang menarik, cerdas, dan kaya.

Cerita ini berfokus pada Emma Woodhouse, seorang wanita muda yang pintar, kaya, namun sedikit manja dan suka ikut campur urusan orang lain. Merasa sebagai makcomblang ulung, ia sering kali membuat kesalahan besar dalam mengatur kisah cinta teman-temannya. Petualangan ini membawanya menuju penemuan akan cinta sejatinya.

3. Pachinko

Pachinko (dok. pribadi/rizky melinda)

Novel Pachinko karya Min Jin Lee adalah kisah sejarah yang epik, mengikuti perjalanan empat generasi keluarga imigran Korea di Jepang. Buku ini menyoroti tantangan hidup, identitas, serta diskriminasi yang dihadapi oleh kaum Zainichi (etnis Korea di Jepang) dari masa penjajahan Jepang hingga akhir abad ke-20.

Permainan pachinko yang populer di Jepang menjadi simbol kehidupan dalam cerita ini. Karakter-karakter dalam novel ini berjuang dengan gigih, di mana kerja keras tidak selalu berbuah kesuksesan, dan sering kali nasib mereka ditentukan oleh keberuntungan, sama seperti permainan mesin pachinko.

4. Kim Ji-yeong Born 1982

Kim Ji-yeong Born 1982 (dok. pribadi/rizky melinda)

Novel Kim Ji-Yeong, Lahir Tahun 1982 oleh Cho Nam-joo menghadirkan realitas kehidupan perempuan di Korea Selatan. Cerita ini berfokus pada Kim Ji-yeong, seorang wanita berusia 30-an yang mendapati dirinya mengalami gangguan mental setelah menikah dan melahirkan, mencerminkan diskriminasi gender sistemik yang dia alami sejak kecil.

Novel ini menjadi fenomena di seluruh dunia dan memicu diskusi besar tentang masalah kesehatan mental dan budaya patriarki.

5. The Art of Loving

The Art of Loving (dok. pribadi/rizky melinda)

Buku "The Art of Loving" oleh psikoanalis Erich Fromm mengungkapkan bahwa cinta bukanlah sekadar perasaan yang muncul tanpa sebab, tetapi merupakan keterampilan dan seni yang harus dipraktikkan. Cinta sejati hanya bisa dicapai melalui pengembangan kedewasaan, komitmen, dan latihan.

Fromm mengidentifikasi lima bentuk cinta yang bersifat universal, termasuk cinta persaudaraan (kasih sayang antarmanusia), cinta orang tua (cinta tanpa syarat kepada anak), cinta erotis (hasrat untuk penyatuan yang eksklusif), cinta pada diri sendiri (menyayangi diri sendiri yang sehat sebagai dasar untuk mencintai orang lain), dan cinta spiritual.

Ia berargumen bahwa persoalan utama dalam cinta bukanlah mencari "pasangan yang tepat," melainkan membangun "kemampuan untuk mencintai" secara utuh.