Lintang Siltya Utami | Anggia Khofifah P
Avatar Aang: The Last Airbender (YouTube/Avatar Legends)
Anggia Khofifah P

Kabar menggembirakan datang bagi para penggemar Avatar: The Last Airbender. Setelah sempat dicoret dari jadwal penayangan bioskop Paramount dan bahkan diterpa kebocoran versi film di internet, Avatar Aang: The Last Airbender akhirnya dipastikan tetap hadir di layar lebar. Meski hanya dalam penayangan terbatas, keputusan ini sekaligus membuka peluang film animasi tersebut untuk bersaing di ajang Academy Awards atau Oscar.

Berdasarkan laporan Variety, film produksi Avatar Studios akan menjalani penayangan khusus yang memenuhi syarat (awards-qualifying run) pada 24 hingga 30 Juli 2026. Penayangan tersebut berlangsung di dua bioskop AMC, yakni AMC Burbank Town Center 6 di Los Angeles dan AMC Empire 25 di Manhattan, New York. Selama sepekan, film dijadwalkan tayang tiga kali setiap hari sebelum resmi hadir secara eksklusif di layanan streaming Paramount+ pada 25 Juli.

Selain memberikan kesempatan kepada penggemar untuk menyaksikan petualangan terbaru Aang di layar lebar, penayangan film tersebut juga bertujuan untuk memenuhi persyaratan agar dapat dipertimbangkan dalam kategori Best Animated Feature dan kategori lain di Academy Awards tahun depan.

Sebelumnya, Avatar Aang: The Last Airbender memang sempat direncanakan sebagai film layar lebar sejak Avatar Studios didirikan Paramount pada 2021. Namun, strategi distribusi perusahaan kemudian berubah sehingga seluruh proyek Avatar Studios dialihkan menjadi konten eksklusif Paramount+. Penayangan terbatas ini pun menjadi semacam "jalan tengah" yang memungkinkan film tetap hadir di bioskop sekaligus mempertahankan statusnya sebagai tayangan utama platform streaming.

Selain itu, penggemar yang menghadiri San Diego Comic-Con juga akan mendapat kesempatan lebih awal untuk menyaksikan film tersebut melalui pemutaran khusus pada 24 Juli. Tidak hanya itu, pihak studio juga menyiapkan sesi panel bersama para pengisi suara dan tim kreatif sehari sebelumnya untuk membahas proses produksi serta pengembangan kisah terbaru dunia Avatar.

Film ini melanjutkan cerita dari serial animasi legendaris Avatar: The Last Airbender, karya Bryan Konietzko dan Michael Dante DiMartino, yang pertama kali tayang di Nickelodeon pada 2005. Serial tersebut berlangsung selama tiga musim dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu serial animasi terbaik sepanjang masa. Kesuksesannya kemudian berlanjut lewat serial sekuel The Legend of Korra, yang tayang mulai 2012 selama empat musim.

Dalam film terbaru ini, Aang yang kini telah berhasil membawa perdamaian sebagai Avatar masih harus menghadapi luka masa lalu sebagai satu-satunya Airbender yang tersisa. Ia menemukan petunjuk mengenai sebuah kekuatan kuno yang diyakini mampu menyelamatkan kebudayaan Bangsa Udara dari kepunahan.

Bersama Katara, Sokka, Toph, Zuko, dan para sahabatnya, Aang memulai perjalanan lintas dunia untuk menemukan kekuatan tersebut sebelum jatuh ke tangan pihak yang salah. Misi ini menjadi sangat penting karena kegagalan mereka dapat mengancam perdamaian yang selama ini telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar.

Konflik semakin menarik dengan kemunculan karakter baru bernama Tagah, seorang Airbender kuno yang menyimpan hubungan erat dengan masa lalu Bangsa Udara. Meski awalnya tampak sebagai sosok yang membawa harapan bagi kebangkitan warisan Air Nomad, Tagah justru berkembang menjadi ancaman utama dalam cerita.

Deretan pengisi suara film ini juga dipenuhi nama-nama ternama. Penyanyi sekaligus aktor Eric Nam dipercaya mengisi suara Aang, sementara Dave Bautista memerankan Tagah. Karakter Katara, Sokka, Zuko, dan Toph masing-masing diisi oleh Jessica Matten, Roman Zaragoza, Steven Yeun, serta Dionne Quan.

Film ini juga menghadirkan Freida Pinto, Ke Huy Quan, Taika Waititi, Geraldine Viswanathan, Ronny Chieng, dan Ken Jeong sebagai bagian dari jajaran pengisi suara. Sementara itu, Dee Bradley Baker kembali menghidupkan dua karakter ikonis, Appa dan Momo.