Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Summer Time Rendering (X/summertime_PR)
Anggia Khofifah P

Kabar menggembirakan datang bagi para penggemar Summer Time Rendering. Waralaba manga suspense karya Yasuki Tanaka dipastikan akan hadir dalam bentuk film live action yang dijadwalkan tayang di bioskop Jepang pada 2027. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter) milik Summer Time Rendering pada Rabu, 22 Juli, tanggal yang dipilih secara khusus karena bertepatan dengan hari dimulainya peristiwa dalam cerita.

Film live action ini akan disutradarai oleh Ken Ninomiya, sineas yang sebelumnya menggarap film The Limit of Sleeping Beauty (2017) dan The Midnight Maiden War (2022). Hingga saat ini, pihak produksi belum mengungkap jajaran pemeran maupun staf lain yang akan terlibat. Informasi lebih lanjut akan diumumkan secara bertahap melalui akun media sosial resmi waralaba tersebut.

Sebenarnya, proyek live action Summer Time Rendering bukanlah kabar baru. Pada 2021, saat manga ini resmi berakhir, diumumkan bahwa serial tersebut akan dikembangkan menjadi anime sekaligus live action. Adaptasi anime lebih dulu tayang pada April 2022, sementara proyek live action sempat tidak terdengar perkembangannya selama beberapa tahun. Kini, penggemar akhirnya mendapat kepastian bahwa film tersebut benar-benar akan diproduksi dan dijadwalkan rilis pada 2027.

Summer Time Rendering merupakan manga karya Yasuki Tanaka yang pertama kali diterbitkan melalui platform Shonen Jump+ milik Shueisha pada Oktober 2017. Manga ini berakhir pada April 2021 dengan total 13 volume. Shueisha kemudian menghadirkan versi bahasa Inggris melalui layanan MANGA Plus sejak Januari 2019, sementara Udon Entertainment memperoleh lisensi untuk menerbitkan versi cetaknya di luar Jepang.

Menurut sinopsis resmi yang dibagikan Shueisha, cerita berpusat pada Shinpei Ajiro, seorang pemuda yang kembali ke kampung halamannya di Pulau Hitogashima, Wakayama, setelah menerima kabar meninggalnya sahabat masa kecilnya, Ushio Kofune, yang dikabarkan tewas karena tenggelam. Setelah menghadiri pemakaman, Shinpei mulai menyadari bahwa ada kejanggalan di balik kematian Ushio.

Kecurigaannya semakin kuat ketika ditemukan bekas cekikan di leher Ushio yang mengindikasikan bahwa kematiannya bukanlah kecelakaan. Adik Ushio, Mio, kemudian mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, mereka sempat bertemu sosok misterius yang sangat mirip dengan Ushio. Penduduk pulau mengenal makhluk tersebut sebagai "Shadow", legenda lokal tentang doppelgänger yang dipercaya membawa pertanda buruk.

Sejak saat itu, Shinpei bersama Mio berusaha mengungkap misteri yang menyelimuti Pulau Hitogashima. Perjalanan mereka membawa keduanya pada serangkaian peristiwa penuh teka-teki yang melibatkan pembunuhan, fenomena supranatural, hingga konsep perjalanan waktu (time travel).

Adaptasi anime yang tayang pada 2022 juga berhasil mempertahankan reputasi tersebut. Disutradarai Ayumu Watanabe, yang dikenal melalui Space Brothersbdan Children of the Sea, anime ini terdiri atas 25 episode yang mengadaptasi keseluruhan cerita manga hingga tamat. Serial tersebut ditayangkan di Tokyo MX dan BS11, sementara Disney+ menayangkannya secara global serta eksklusif di Jepang. Di Amerika Serikat, anime ini tersedia melalui Hulu.

Meski belum diketahui apakah film live action akan mengadaptasi seluruh cerita manga atau hanya sebagian, banyak penggemar berharap proyek ini mampu mempertahankan atmosfer mencekam yang menjadi ciri khas Summer Time Rendering. Misteri yang berkembang perlahan, ketegangan psikologis, hingga alur perjalanan waktu yang kompleks merupakan elemen yang membuat seri ini begitu dicintai.

Dengan jadwal penayangan yang telah ditetapkan pada 2027, film live action Summer Time Rendering kini menjadi salah satu adaptasi anime dan manga yang paling dinantikan

Sembari menunggu informasi mengenai para pemeran dan perkembangan produksi, para penggemar dapat kembali menikmati kisah misterius Shinpei Ajiro melalui manga maupun anime yang telah mengadaptasi keseluruhan cerita karya Yasuki Tanaka.