M. Reza Sulaiman | Endar Julian
Yumi's Cells Season 2 (MyDramaList)
Endar Julian

Drama Korea adaptasi dari webtoon memang hampir selalu berhasil mencuri perhatian sejak diumumkan. Maklum saja, karya-karya populer biasanya sudah memiliki jutaan pembaca setia sehingga antusiasme penonton pun langsung terbentuk bahkan sebelum syuting dimulai.

Tak sedikit adaptasi webtoon yang akhirnya sukses besar, sebut saja Moving, Marry My Husband, A Business Proposal, hingga Lovely Runner. Keempatnya sukses menuai banyak pujian sekaligus mencatat performa yang mengesankan.

Namun, tidak semua adaptasi bernasib sama. Meski dibintangi aktor dan aktris papan atas, serta dipromosikan secara besar-besaran, beberapa drama justru gagal mencetak rating televisi sesuai harapan. Ada yang dinilai terlalu jauh dari cerita aslinya, ada pula yang terkendala slot tayang hingga perubahan kebiasaan menonton masyarakat Korea.

Berikut lima drakor adaptasi webtoon yang sempat mencuri perhatian sebelum tayang, tetapi performa rating domestiknya tidak mampu memenuhi ekspektasi.

1. Nevertheless (2021)

Nevertheless

Nama Nevertheless langsung menjadi perbincangan sejak diumumkan. Drama adaptasi webtoon karya Jung Seo ini mempertemukan Song Kang dan Han So Hee, dua bintang muda yang sedang naik daun kala itu.

Ditambah visual para pemain, sinematografi yang estetik, dan tema romansa dewasa, banyak prediksi menyebutkan drama ini bakal menjadi hit besar.

Sayangnya, kenyataan berkata lain. Selama tayang di JTBC, Nevertheless hanya mencatat rating nasional di kisaran 1 hingga 2 persen. Angka tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan hype yang mengiringinya.

Sebagian penonton menganggap hubungan Yoo Na Bi dan Park Jae Eon berjalan terlalu repetitif, sementara alur ceritanya terasa lambat. Perubahan ending dibanding versi webtoon juga menjadi pemicu perdebatan di kalangan pembaca setianya karena dianggap mengubah pesan utama cerita.

Meski begitu, Nevertheless tetap berhasil menjangkau penonton global lewat Netflix dan menjadi salah satu drama Korea yang paling ramai diperbincangkan di media sosial pada masanya.

2. Tomorrow (2022)

Tomorrow

Kalau biasanya drama Korea mengangkat kisah romansa, Tomorrow hadir dengan tema yang jauh lebih berat. Adaptasi webtoon karya Llama ini berkisah tentang tim malaikat pencabut nyawa yang bertugas mencegah orang-orang melakukan bunuh diri.

Premis tersebut membuat drama yang dibintangi Kim Hee Sun, Rowoon, dan Lee Soo Hyuk ini langsung menarik perhatian sejak awal diumumkan.

Dari sisi kualitas, Tomorrow menuai banyak pujian karena berani mengangkat isu kesehatan mental dengan pendekatan yang emosional. Namun, performa rating televisinya sayangnya tidak terlalu sesuai ekspektasi.

Sepanjang penayangannya di MBC, drama arahan Kim Tae-yoon dan Sung Chi-wook ini hanya mencatat rating nasional di kisaran 2 hingga 3 persen.

Banyak yang menilai tema bunuh diri dan kesehatan mental membuat drama ini terasa cukup berat untuk ditonton sebagai hiburan akhir pekan. Hal itu diduga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi anjloknya jumlah penonton.

Meski begitu, Tomorrow justru mendapat sambutan hangat dari penonton internasional melalui Netflix. Hingga kini, drama tersebut masih sering direkomendasikan sebagai salah satu adaptasi webtoon dengan kualitas cerita yang kuat.

3. Island (2022)

Island

Island menjadi salah satu proyek fantasi yang paling dinanti pada akhir 2022. Adaptasi komik dan webtoon karya Yoon In Wan serta Yang Kyung Il ini dibintangi Kim Nam Gil, Lee Da Hee, Cha Eun Woo, dan Sung Joon.

Dengan anggaran produksi besar, efek visual modern, serta latar indah Pulau Jeju, drama ini sempat digadang-gadang bakal menjadi salah satu tayangan terbesar pada masanya.

Namun, respons penonton domestik ternyata tidak seantusias perkiraan.

Sejumlah kritikus menilai alur cerita drakor ini cukup kompleks sehingga membutuhkan perhatian lebih, terutama bagi penonton yang belum mengenal versi komik maupun webtoonnya. Perubahan pada beberapa bagian cerita juga menjadi hal yang menuai kritik dari penggemar lama.

Walau CGI dan adegan aksinya banyak dipuji, Island gagal mencetak rating tinggi di layar kaca televisi Korea Selatan. Sebaliknya, drama ini justru memperoleh basis penggemar yang cukup kuat di pasar internasional berkat distribusi globalnya.

4. Yumi's Cells Season 2 (2022)

Yumi's Cells Season 2

Musim pertama Yumi's Cells berhasil mencuri perhatian berkat konsep unik yang menggabungkan live action dan animasi 3D untuk menggambarkan "sel-sel" dalam pikiran tokoh utama.

Adaptasi webtoon karya Lee Dong Gun ini juga mendapat apresiasi karena mampu mempertahankan nuansa cerita aslinya.

Sayangnya, antusiasme tersebut tidak sepenuhnya berlanjut pada musim kedua.

Meski Kim Go Eun kembali memerankan karakter Yumi, popularitas musim kedua dinilai tidak sebesar pendahulunya. Salah satu penyebabnya adalah drama ini dirilis melalui platform streaming TVING, sehingga jangkauan penonton televisi menjadi lebih terbatas dibanding drama yang tayang di stasiun televisi nasional.

Di sisi lain, pergantian pasangan utama Yumi juga membuat sebagian penonton kehilangan kedekatan emosional, meski alur tersebut sebenarnya mengikuti versi webtoon.

Alhasil, Yumi's Cells Season 2 tetap mendapat ulasan positif, tetapi gaungnya tidak sebesar hype yang mengiringi musim pertama.

5. The Golden Spoon (2022)

The Golden Spoon

Premis The Golden Spoon memang terdengar unik. Adaptasi webtoon karya HD3 ini mengisahkan seorang siswa dari keluarga miskin yang bisa bertukar kehidupan dengan anak orang kaya menggunakan sendok emas misterius.

Cerita yang memadukan fantasi, misteri, dan kritik sosial itu sempat membuat banyak pecinta drakor penasaran.

Dibintangi Yook Sung Jae, Lee Jong Won, Jung Chae Yeon, dan Yeonwoo, drama ini mencatat rating nasional sekitar 4 hingga 7 persen selama penayangannya di MBC.

Meski sebenarnya bukan angka yang buruk, performa tersebut dinilai belum mampu memenuhi ekspektasi mengingat webtoon aslinya sangat populer.

Sebagian penonton juga merasa adaptasi dramanya lebih menonjolkan konflik keluarga dibanding sisi psikologis yang menjadi daya tarik utama versi webtoon.

Walaupun demikian, The Golden Spoon tetap mendapat apresiasi berkat akting para pemain dan kualitas produksinya yang solid.

Kesuksesan sebuah webtoon ternyata tidak otomatis menjamin adaptasi dramanya akan menjadi hit.

Salah satu penyebab yang paling sering disorot adalah perubahan cerita yang terlalu jauh dari materi asli sehingga mengecewakan pembaca setia. Selain itu, ekspektasi yang terlanjur tinggi juga membuat sebuah drama lebih mudah dibanding-bandingkan sejak episode pertama.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah persaingan slot tayang. Drama yang berhadapan dengan tayangan populer di stasiun lain tentu memiliki tantangan lebih besar untuk meraih rating tinggi.

Kelima drakor di atas adalah bukti dari fenomena tersebut. Bagaimana menurutmu?

Baca Juga