Lintang Siltya Utami | Agustian Pamungkas
The Potato Lab. [IMDb]
Agustian Pamungkas

The Potato Lab merupakan drama Korea romantis-komedi yang tayang pada 2025. Drama ini dibintangi Lee Sun-bin, Kang Tae-oh, dan Lee Hak-ju, dengan cerita yang mengambil latar sebuah pusat penelitian kentang di daerah pegunungan. Terdiri dari 12 episode, drama yang tersedia di Netflix ini mempertemukan seorang peneliti yang sangat mencintai pekerjaannya dengan direktur baru yang punya cara berpikir jauh berbeda.

Lee Sun-bin berperan sebagai Kim Mi-gyeong, peneliti yang sudah lama bekerja di Potato Research Institute. Sementara itu, Kang Tae-oh memainkan So Baek-ho, direktur baru yang dikenal tegas dan sangat berpegang pada aturan. Kedatangan Baek-ho kemudian membuat kehidupan Mi-gyeong di laboratorium berubah, termasuk hubungan mereka yang awalnya dipenuhi perbedaan pendapat.

Drama ini menawarkan cerita cinta dengan latar yang tidak biasa. Bukan kantor perusahaan besar atau kampus, kali ini kisahnya berkembang di tempat para peneliti menghabiskan waktu untuk mengembangkan berbagai jenis kentang.

Sinopsis The Potato Lab

Kim Mi-gyeong sudah 12 tahun bekerja sebagai peneliti di Potato Research Institute yang berada di sebuah lembah pegunungan. Hidupnya hampir selalu berhubungan dengan kentang, mulai dari penelitian sampai mengembangkan varietas baru. Bagi Mi-gyeong, laboratorium tersebut bukan sekadar tempat bekerja. Ia juga punya alasan untuk mempertahankan tempat yang sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Kehidupan Mi-gyeong mulai berubah ketika perusahaan tempatnya bekerja mengalami merger. So Baek-ho kemudian datang sebagai pimpinan baru. Berbeda dengan Mi-gyeong yang sangat peduli pada penelitian, Baek-ho dikenal sebagai sosok yang tegas dan lebih banyak melihat sesuatu dari sisi bisnis. Kehadirannya pun langsung membuat hubungan mereka tidak berjalan mulus.

Baek-ho memiliki rencana untuk mengubah arah pengelolaan laboratorium, sementara Mi-gyeong tidak ingin pekerjaannya hanya dipandang sebagai sesuatu yang bisa menghasilkan keuntungan. Perbedaan cara berpikir membuat keduanya sering bertengkar dan sulit menemukan titik tengah.

Masalah semakin besar ketika keberadaan laboratorium mulai terancam. Mi-gyeong dan rekan-rekannya harus berusaha mempertahankan tempat tersebut, sementara Baek-ho memiliki kepentingan perusahaan yang harus dijalankan. Keadaan akhirnya membuat mereka mau tidak mau harus bekerja sama.

Semakin sering bersama, Mi-gyeong mulai melihat sisi lain dari Baek-ho. Begitu juga sebaliknya. Hubungan yang awalnya dipenuhi pertengkaran perlahan berubah ketika keduanya mulai saling memahami. Di tengah masalah pekerjaan dan penelitian, perasaan baru pun mulai tumbuh di antara mereka.

Ulasan The Potato Lab

Bagian yang paling aku suka dari The Potato Lab adalah hubungan Mi-gyeong dan Baek-ho yang tidak langsung berubah menjadi pasangan romantis. Awalnya mereka lebih sering bertengkar karena punya cara berpikir yang berbeda.

Mi-gyeong sangat mengikuti perasaannya terhadap pekerjaan. Kalau dia yakin sebuah penelitian penting, dia akan berusaha mempertahankannya. Baek-ho justru lebih banyak melihat sesuatu dari sisi aturan dan hasil. Karena itu, keduanya sering berada di sisi yang berbeda.

Namun, semakin sering bersama, Baek-ho mulai melihat bahwa Mi-gyeong bukan sekadar karyawan yang terlalu terobsesi dengan kentang. Dia memang sangat serius dengan pekerjaannya dan punya alasan sendiri untuk mempertahankan laboratorium tersebut.

Sebaliknya, Mi-gyeong juga perlahan mengetahui bahwa Baek-ho tidak sedingin yang terlihat. Ada sisi lain dari dirinya yang mulai muncul ketika hubungan mereka semakin dekat. Perubahan hubungan seperti ini menjadi bagian yang paling menyenangkan untuk diikuti karena tidak terjadi secara tiba-tiba.

Lee Sun-bin juga berhasil membawa karakter Mi-gyeong dengan gaya yang ringan. Tingkahnya yang spontan membuat banyak adegan terasa hidup, terutama ketika dia sedang berhadapan dengan Baek-ho. Kang Tae-oh pun cocok memainkan karakter yang lebih tenang dan kaku sehingga perbedaan keduanya menjadi sumber komedi.

Drama ini juga memanfaatkan lokasi sebagai bagian dari cerita. Laboratorium kentang bukan hanya latar untuk mempertemukan dua karakter utama. Ada pekerjaan, penelitian, persaingan, sampai masalah yang membuat para karyawan harus berusaha mempertahankan tempat mereka.

Terlepas dari kisah cintanya, The Potato Lab juga punya karakter lain yang ikut memberi warna pada cerita. Kehadiran mereka membuat suasana di laboratorium menjadi lebih hidup, jadi ceritanya tidak hanya berfokus pada Mi-gyeong dan Baek-ho.

Yang membuat drama ini nyaman ditonton adalah cara ceritanya menggabungkan komedi dengan romansa. Ada banyak adegan ketika Mi-gyeong dan Baek-ho saling kesal, tetapi dari situ justru muncul momen-momen yang bikin senyum sendiri. Hubungan mereka berkembang perlahan dan tidak langsung dipenuhi drama besar.

Namun, menurutku beberapa konflik di tengah cerita mengikuti pola yang sudah sering dipakai dalam drama romantis. Ada masalah pekerjaan, kesalahpahaman, hubungan masa lalu, dan keputusan yang membuat hubungan mereka kembali diuji. Jadi, meski ceritanya punya latar yang berbeda, beberapa konflik di dalamnya masih terasa familiar.

Terlepas dari itu, kekuatan The Potato Lab bukan pada konflik besar. Drama ini lebih enak dinikmati karena karakter dan hubungan mereka. Mi-gyeong dan Baek-ho punya perbedaan yang jelas, tetapi justru dari situlah hubungan mereka berkembang.

Dari awal sampai akhir, The Potato Lab cocok menjadi pilihan kalau ingin menonton drama romantis dengan suasana ringan. Ceritanya tidak terlalu berat, komedinya cukup sering muncul, dan hubungan Mi-gyeong dengan Baek-ho berkembang dengan cara yang menyenangkan untuk diikuti.

Rating pribadi: 9/10.