Dunia kerja punya banyak aturan tidak tertulis. Salah satunya adalah cara memandang orang berdasarkan usia, pengalaman, atau lamanya ia bekerja di sebuah tempat. Karyawan yang lebih senior biasanya dianggap lebih tahu dan lebih layak didengar.
Premis tentang budaya senioritas di dunia kerja ini diangkat oleh drama Korea Kkondae Intern. Drama ini membawa kehidupan perkantoran ke dalam cerita yang ringan dan penuh humor.
Di balik berbagai situasi kocak yang muncul, ada berbagai konflik tentang atasan, bawahan, tekanan pekerjaan, serta perbedaan cara pandang antar generasi yang terasa cukup relate bagi para budak korporat.
Lantas, bagaimana Kkondae Intern mengemas kritik terhadap budaya senioritas lewat cerita yang ringan dan menghibur? Simak ulasan lengkapnya.
Karma Datang dalam Bentuk yang Tak Terduga
Kkondae Intern mengikuti perjalanan Ka Yeol Chan (Park Hae Jin) yang dulu harus bekerja di bawah Lee Man Sik (Kim Eung Soo), seorang atasan senior dengan gaya kerja kaku dan suka memaksakan cara lama. Tekanan dari sang atasan membuat Yeol Chan memilih resign dari perusahaan tersebut.
Ia kemudian pindah ke perusahaan ramen dan perlahan membangun karier hingga berhasil menduduki posisi penting di bagian penjualan dan pemasaran.
Karier Yeol Chan berjalan cukup mulus sampai sebuah kejadian mempertemukannya kembali dengan Man Sik. Bedanya, posisi mereka sudah berubah total. Man Sik yang telah memasuki usia pensiun justru kembali mencari pekerjaan dan diterima sebagai intern di perusahaan tempat Yeol Chan bekerja.
Dari sinilah bagian paling menarik dari Kkondae Intern dimulai. Drama ini bermain dengan konsep balas dendam yang terasa cukup memuaskan bagi penonton. Melihat orang yang dulu gemar menyuruh kini harus mengikuti perintah orang lain memang punya sisi komedi tersendiri.
Senior Bukan Berarti Paling Benar
Hal yang menarik dari Kkondae Intern adalah cara drama ini membahas senioritas di dunia kerja. Menjadi senior tentu berarti punya lebih banyak pengalaman. Namun, pengalaman yang banyak juga tidak berarti seseorang selalu tahu cara terbaik dalam menghadapi semua hal.
Man Sik sudah bekerja jauh lebih lama daripada Yeol Chan. Ia terbiasa dengan cara kerjanya sendiri dan merasa pengalamannya membuat dirinya lebih tahu daripada juniornya. Oleh karena itu, ia sering memaksakan cara berpikirnya kepada Yeol Chan. Padahal, cara yang menurut Man Sik biasa saja justru membuat Yeol Chan merasa tertekan.
Keadaan mulai berubah setelah posisi Man Sik dan Yeol Chan berbalik. Man Sik yang dulu menjadi atasan kini harus bekerja sebagai intern di bawah pengawasan Yeol Chan. Dari situ, ia mulai merasakan bagaimana rasanya menerima perintah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang berbeda dari kebiasaannya.
Humor Perkantoran yang Ringan dan Dekat dengan Realita
Sebagai drama office comedy, Kkondae Intern berhasil mengangkat kehidupan kantor yang penuh tekanan menjadi tontonan yang ringan dan menghibur.
Chemistry Park Hae Jin dan Kim Eung Soo juga membuat interaksi dua karakter ini menjadi salah satu bagian yang paling seru untuk diikuti.
Saya juga cukup menikmati cara Kkondae Intern menampilkan perbedaan cara berpikir antar generasi. Drama ini membahasnya lewat berbagai kejadian yang terasa dekat dengan kehidupan pekerja kantoran dan disampaikan dengan cukup ringan sehingga pesannya tidak terasa menggurui.
Meski begitu, cerita Kkondae Intern menurut saya tidak selalu berjalan dengan ritme yang sama. Memasuki bagian akhir, beberapa konflik terasa mulai melambat dan lelucon yang digunakan juga tidak lagi sekuat di awal. Beberapa karakter pendukung sebenarnya cukup menarik, tetapi sayangnya tidak semuanya mendapat porsi cerita yang cukup untuk berkembang lebih jauh.
Secara keseluruhan, drama ini cocok untuk kamu yang sedang mencari tontonan ringan dengan latar kehidupan perkantoran yang relate dengan banyak orang.
Baca Juga
-
Ulasan Record of Youth: Memahami Kesuksesan Lewat Perjalanan Masa Muda
-
Program Tak Goyah Dihantam Kritik: Benarkah Suara Publik Tak Mengusik MBG?
-
Ekonomi di Era Algoritma: Ketika Semua Profesi Harus Punya Exposure
-
Label Ompreng MBG: Pencegahan Keracunan atau Strategi Cuci Tangan?
-
Backstreet Rookie: Rom-Com Ringan dengan Kisah tentang Penerimaan Diri
Artikel Terkait
-
Suanggi: Ilmu Kutukan, Suguhkan Perpaduan Drama Keluarga dan Mitos Mistik!
-
The Early Spring Meledak di Netflix, Drama China Ini Tembus 2,4 Juta Views
-
Ulasan Record of Youth: Memahami Kesuksesan Lewat Perjalanan Masa Muda
-
Berawal dari Drama, Yoo Jong Hoon dan Han Eun Seo Umumkan Menikah November!
-
Review Siren's Kiss: Tentang Perempuan yang Dituduh Membunuh Orang-orang di Sekitarnya
Ulasan
-
Suanggi: Ilmu Kutukan, Suguhkan Perpaduan Drama Keluarga dan Mitos Mistik!
-
Review Film Mayday: Laga Spionase Seru Berbalut Komedi yang Menghibur!
-
Ulasan Record of Youth: Memahami Kesuksesan Lewat Perjalanan Masa Muda
-
Memaknai The Stoic Way of Not Giving A Damn: Kita Terlalu Banyak Peduli
-
Ulasan Upacara Kehidupan: Membongkar Batas Normal dalam Kehidupan
Terkini
-
Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam
-
Menjadi Dewasa Tidak Sesederhana Itu: Realita Adulting Gen Z di Era Mahal
-
Bikin Bangga, 4 Film Indonesia Ini Masuk Lineup BIFF 2026, Ada Favoritmu?
-
Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?
-
Bukan Cuma Melembapkan, 5 Lip Balm Hyaluronic Acid Ini Bikin Bibir Plumpy